Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
PATAH NYA HATI WILLIAM


__ADS_3

Pesta akan di mulai, beberapa tamu undangan yang berasal dari luar Negara pun di berikan kamar untuk menginap di Kastil Emperor untuk beristirahat.


Begitu juga William dan Axella, mereka mendapatkan kamar di kastil Emperor untuk bersiap dan bermalam jika mereka ingin beristirahat dulu sebelum mereka kembali pulang.


"Pesta akan di mulai sebentar lagi, kamu tidak mengganti baju?" Tanya Axella.


Beberapa pelayan sedang mendadani Axella.


Namun William hanya duduk di sofa tepatnya di sudut ruangan dan melihat ke arah jendela.


"William..."


Namun William hanya diam dan kemudian mengambil alkohol, pria itu minum.


"Di saat seperti ini seharusnya kita menunjukkan keharmonisan hubungan kita kenapa dia justru minum." Axella bersungut kecewa.


Pada akhirnya William datang ke pesta tanpa mengganti bajunya, semua orang sudah mulai asik menari dan berdansa, ataupun bercengkrama, mereka semua makan dengan lahap apa yang di sajikan.


William melirik Alaris yang dengan wajah segar serta gembira sedang menyambut para tamunya bersama Harry.


William juga melihat tangan mereka berdua tidak pernah lepas, Harry menggenggam tangan Alaris seolah tidak ingin membiarkan Alaris pergi dari sisinya meski sejenak.


Nafas panjang dan berat di tarik dan di hempaskan oleh William, pria itu hanya duduk di sudut ruangan dan meminum alkohol.


Tak berapa lama Alaris melihat pada Austin Harold yang hanya berdiri muram.


'Dia begitu sesih, apa aku harus menyapa?'


Austin Harold hanya terus melihat Alaris, dan memandangi dengan sedih.


'Atau dia sangat sedih karena pernikahanku? Beberapa informasi sampai padaku, mengatakan dia sangat mencintaiku, hingga tubuhnya jatuh sakit, aku sungguh khawatir padanya.'


Lirikan Alaris melesat jauh pada William, dimana William terlihat sangat berantakan dengan banyak alkohol di atas mejanya.


'Astaga William, kenapa dia menjadi seperti itu.'


Harry sadar dan melihat Alaris tidak fokus dan memperhatikan pria lain yang Harry juga mengenalnya.


"Istriku..." Harry menarik dagu Alaris pelan dan lembut kemudian menciumnya.


'Harry tiba-tiba menciumku di depan tamu.' Alaris membuka matanya lebar.


Kemudian Harry melepaskan ciuman lembut itu, dan tersenyum lebar.


"Aku adalah pria yang serakah yang sangat pencemburu jika itu menyangkut dirimu, jangan melirik pria lain." Bisik Harry di telinga Alaris dan mengecup nya lembut.

__ADS_1


Alaris tersenyum tak percaya, bahkan Harry bisa melakukan sikap mesranya di depan para tamu.


Sontak semua hal yang Harry lakukan pada Alaris membuat semua tamu iri, apalagi para wanita-wanita, mereka seperti cacing kepanasan.


"Kamu sekarang adalah istriku, wanitaku, permataku, berlianku yang berharga, hanya untukku, kamu milikku, bahkan mata ini hanya untuk melihatku." Kata Harry menyentuh mata biru yang bening milik Alaris dengan lembut.


"Kamu..." Alaris tidak bisa berkata-kata dan hanya wajah merah merona yang menjawab nya.


Aksi mesra Harry di lihat oleh Austin Harold, pria itu pun memilih untuk pergi menyendiri, sedangkan William yang melihat bagaimana Harry memperlakukan Alaris dengan mesra membuat jantungnya terasa sakit, ia menenggak minuman lagi.


"William sudah cukup seperti ini, ayo kembali ke kamar, kamu sudah terlihat mabuk." Axella memegang tangan William.


Namun William menghempaskan tangan Axella.


"Aku baik-baik saja." Jawab William dingin.


"Kamu sudah terlihat berantakan, semua orang membicarakanmu!" Kata Axella.


"Kenapa? Kamu malu Axella? Semua orang sudah membicarakanku sejak aku membawamu ke Mansion dan mereka semakin berani lagi ketika aku menceraikan Alaris, lalu aku dan kamu menjadi bahan tertawaan ketika kita menikah dan kamu memakai gaun pengantin yang menarik itu. Atau aku bisa menyebutnya bahwa kita menjadi bahan tertawaan karena kekonyolan kita." William tersenyum pahit dan meminum alkoholnya lagi.


"Jadi kamu menyalahkanku atas semua ini!" Pekik Axella menggigit bibir bawahnya dan ingin menangis.


"Ssst.... Jangan menangis, aku sedang tidak ingin membujukmu." Kata William.


"Kamu berubah William." Kata Axella.


"Kamu mengharapkan bagaimana aku di sini? Kamu saja sedang sibuk mencari Leon bukan?"


Axella terkejut bagaimana bisa William tahu.


"Jangan mengangguku, atau aku akan membuat Leon mu itu tidak bisa kamu temui lagi."


"Kamu mabuk William!" Kata Axella menangis.


Semua orang melihat bagaimana William dan Axella bertengkar, kemudian Axella memilih pergi meninggalkan William. Malam itu Axella tidak dapat bergerak bebas ia merasa payah dan tidak bisa leluasa, karena saat itu tidak ada seorang pun yang mendukungnya. Seolah ia sekarang sudah kehilangan kedua kakinya. William dan juga Leon.


Harry yang melihat itu mengirim Zoland untuk mengatasinya.


Dan Zoland pun pergi.


"Sepertinya Tuan anda sudah mabuk, lebih baik bawa dia pergi dan jangan sampai merusak pesta." Kata Zoland pada Jason.


"Baiklah."


Jason kemudian hendak memapah William namun William juga menepisnya.

__ADS_1


"Jangan mengangguku aku hanya akan diam dan minum di sini." Kata William.


"Aku akan terus mengawasinya agar tidak menimbulkan masalah." Kata Jason.


"Baiklah." Kata Zoland dan pergi.


Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya pesta pun selesai, berangsur-angsur semua orang meninggalkan ruangan aula Kastil Emperor dan pulang, untuk tamu luar negara mereka di perkenankan untuk menginap jika ingin beristirahat lebih dulu sebelum mereka pulang.


William masih duduk di sana, aula itu sudah mulai sepi, namun William tetap tidak mau beranjak, pria itu menatap bingkai foto yang besar dimana itu adalah foto pernikahan Alaris dan juga Harry yang saling tersenyum.


"Aku yang bodoh." Kata William.


"Tuan anda sudah mabuk." Kata Jason.


"Jason, informasi apa yang kamu terima tentang penyelidikan Axella."


"Saya akan memberitahu anda besok Tuan, hari ini anda harus istirahat."


"Berutahu sekarang Jason, biarkan aku menerima hukuman ini sekaligus."


Kemudian Jason memperlihatkan sebuah foto.


"Nona Axella mendatangi Emperor Apartmen, seperti nya dia bertemu dengan Tuan Leon." Kata Jason.


"Begitukah? Begitu mencintai Leon ya?" Kata William dan menenggak minumannya lagi.


Kemudian William berdiri, namun tubuhnya goyah, Jason sigap memegangi tubuh William yang hendak roboh.


Setitik air mata muncul di kedua mata William.


"Aku akan berjalan-jalan." Kata William.


"Tapi Tuan..."


"Aku baik-baik saja dan tidak akan membuat masalah." Kata William.


Jason kemudian mundur dengan menunduk.


William berjalan sempoyongan, melihat bagaimana megahnya kastil Emperor bahkan langit-langitnya di hiasi oleh berlian yang indah.


Di luar Kastil, William menatap bulan dan bangunan Kastil dengan mata sedih dan sendu, kemudian William duduk di sebuah kursi di taman.


"Malam ini apakah Alaris benar-benar akan memberikan dirinya pada Harry? Aku yang terlalu bodoh, awalnya aku membatasi diriku pada Alaris dan ternyata dengan cepat aku sendiri yang terjun dalam jebakanku untuk Alaris, aku berharap Alaris mengejar dan mencintaiku, ternyata aku salah, aku lah yang seharusnya mengejarnya. Tapi bagaimana jika pernikahan Alaris dan Harry juga sama, mereka menikah atas dasar perjanjian? Berarti ada secercah harapan padaku, untuk bisa mengambil Alaris kembali dari Harry."


"Alaris... Apakah aku terlambat, jika aku menyatakan padamu aku mencintaimu dan berharap kamu kembali padaku?"

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2