
Pagi itu adalah hari sibuk di Mansion The Kingham, Jason mulai memberikan perintah pengosongan karena mansion akan di jual.
Axella yang mendengar itu semakin gusar, ia belum bisa menemukan cara untuk bisa mendapatkan keringanan, dalam urusan bahwa ia akan masuk bui.
Hari ini pihak kepolisian pun akan membawa Axella untuk pergi ke penjara, karena seperti yang sudah di putuskan setelah kondisi Axella membaik mereka akan menempatkan Axella di penjara wanita.
Mansion sangat sibuk, dan beberapa orang sudah mulai menghubungi Jason tentang harga Mansion The Kingham.
"Anda bisa langsung bertanya pada pencacara keluarga Liam." Kata Jason dan menutup ponselnya
Pria tampan yang memiliki postur tubuh ideal itu menggelengkan kepala, semua masalah membuatnya agak tertekan.
"Tuan Jason!!! Tuan Jason!!!" Teriak sang pelayan yang wajahnya sudah pucat pasi, ia juga sangat panik.
"Ada apa."
"Nyonya... Nyonya Axella ingin melompat dari atap dengan membawa bayinya!!!"
"Apa!!!"
Jason berlari, tubuhnya yang tinggi membuat kakinya melangkah lebar.
Dengan kecepatan maksimal Jason sampai di atas atap. Nafasnya terengah dan melihat pemandangan dimana Axella sudah menggendong bayi berdiri di pinggir mistar.
Beberapa pelayan dan pengawal yang seharus nya sudah pergi karena mereka tidak lagi bekerja di Mansion The Kingham harus memilih untuk mencegah Axella bunuh diri.
Di sana juga ada beberapa polisi wanita yang tidak dapat bergerak karena Axella mengancam akan terjun.
"Nyonya..." Kata Jason.
Axella melihat pada wajah Jason dan mengiba, wajahnya sangat putus asa.
Air mata Axella berderai hingga bibirnya bergetar.
"Turun lah Nyonya, itu sangat bahaya." Kata Jason.
"Jason... Kamu tahu? Hidupku sudah tidak berarti lagi, tidak ada yang lebih penting daripada bayiku, tapi sekarang kalian ingin memisahkan aku dengan bayiku, aku tidak akan mau, lebih baik kami mati bersama!!!" Teriak Axella.
"Nyonya tenang lah, semua ada jalan keluarnya." Kata Jason
Dasi dan jas milik Jason berkibar, angin saat itu cukup kencang menerpa. Sedikit demi sedikit kakinya maju.
"Aku tidak akan pernah ingin hidup lagi jika kalian memisahkanku dengan anakku..." Kata Axella.
__ADS_1
"Baiklah, saya mengerti Nyonya, saya akan berusaha untuk membuat anda menjadi tahanan rumah, tapi anda harus turun dulu. Mari kita bicarakan dengan pengacara agar anda bisa naik banding, semoga hukuman anda bisa berkurang." Kata Jason.
Dengan kalimat Jason, membuat Axella luluh dan turun, Jason langsung mengambil bayi itu yang menangis sangat kuat.
Suasana yang awalnya sangat tenang namun tegang berubah menjadi panik, para pelayan menerima bayi dari Jason dan membawanya masuk.
"Kita bicara kan dengan pelan-pelan Nyonya, saya akan menghubungi pengacara agar memberitahu pihak terkait." Kata Jason.
"Sepertinya Nyonya Axella tidak dapat ikut hari ini, mentalnya masih terguncang."
"Tapi, jika semua tersangka..."
"Saya yang akan bertanggung jawab!" Kata Jason tegas.
Aura Jason yang mendominasi membuat para polisi ciut dan memilih pergi, tapi mereka berjanji sebagian harus tetap berjaga di mansion dan besok akan kembali untuk membawa Axella.
Kemudian Jason membawa Axella ke dalam kamarnya.
"Nyonya minum dulu." Kata Jason.
Axella meminumnya, meski ia sulit menelan nya tapi kerongkongannya juga terasa kering.
"Kita akan mengajukan banding, Tuan William memerintahkan untuk menjual mansion, sepertinya pengacara tidak akan masalah jika ia membantu anda. Tapi, sebelum itu mari kita bekerja sama Nyonya Axella, tetap bersikap di bawah kendali saya, jangan mengambil keputusan sendiri yang akan melibatkan orang lain untuk bertanggung jawab atas apa yang anda kerjakan." Kata Jason tegas.
Jason menarik nafasnya untuk menenangkan diri dan berfikir.
"Yang pertama adalah pengacara akan mencari cara agar anda menjadi tahanan rumah, yang kedua kita harus pergi dari mansiom dan mencari tempat tinggal baru, setelah mansion ini terjual. Apa anda mengerti jika anda hanya perlu diam dan jangan mengambil keputusan apapun." Kata Jason.
Axella mengangguk pelan.
"Saya akan pergi menemui Tuan William, saya mohon turuti perintah saya dan semuanya harus tetap di bawah kendali saya agar tidak ada kekacauan lagi." Peringat Jason.
Axella hanya kembali mengangguk dengan linangan air mata.
Kemudian Jason pergi namun sebuah kalimat membuat Jason berhenti.
"Terimakasih Jason." Kata Axella.
"Jangan berharap banyak, saya melakukan ini untuk bayi anda." Kata Jason.
Sejujurnya Jason telah terpikat pandangan pertama dengan bayi yang Axella lahirkan, bayi itu begitu cantik, begitu murni, dan tentu saja ia terlihat seperti malaikat yang sedang tidur. Jason benar-benar tidak tega jika membiarkan bayi malang itu sendirian, meski Axella telah membunuh adik sepupunya tapi peri kemanusiaannya mengatakan bahwa ia tidak mau menyakiti sang bayi yang tidak berdosa.
Jason mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia akan membujuk Tuannya lagi untuk mengajukan banding.
__ADS_1
Setelah sampai Jason menunggu di ruangan yang biasanya ia bertemu dengan William, tak berapa lama sosok kurus yang sudah seperti mayat hidup itu keluar.
Jason menelan ludahnya, kenapa dengannya, hanya satu malam saja Tuannya menjadi terlihat seperti ini, sebenarnya apa yang sudah menimpannya.
"Tuan..."
"Tidak perlu menanyakan bagaimana keadaanku, ada berita apa." Tanya William tidak mau basa-basi.
"Mari kita lakukan pengajuan banding, saya mohon tuan, semua ini sangat tidak adil!" Kata Jason.
"Tidak perlu, aku muak dengan semuanya, jika perlu bunuh saja bayi itu." Kata William.
"Tuan!!!" Jason bergidik mendengar kalimat William.
"Ini tugas terakhirmu Jason, dan berhenti memanggilku tuan, setelah kamu membunuh anak itu, kamu pergi dan tinggalkan Negara Vernecia, apa kamu mengerti!" Kata William.
"Tidak Tuan..."
"Kali ini perintah untukmu!" Kata William dengan suara tegas dan tatapan menusuk.
"Anda belum melihat bayinya bagaimana anda bisa sekejam itu, dia putri yang sangat cantik."
"Tapi dia bukanlah anakku Jason!"
"Tapi Tuan..."
"Lakukan perintahku! Dan jangan temui aku lagi!" Kata William mengakhiri pembicaraan itu dan pergi masuk kembali meninggalkan Jason yang terkulai lemas.
William masuk lagi ke dalam sel nya yang pengap dan sempit, sudah beberapa hari dia tidak makan, para bandit masih saja menganggunya.
Dan yang paling parah adalah tekanan mental yang mereka berikan pada William.
"Hey... Bagaimana...Kamu sudah memberikan perintah untuk membunuh anak itu." Kata sang bandit.
"Ya." Kata William.
"Bagus, lagi pula anak itu bukan anakmu, dia adalah anak wanita ****** dan si pria bangkrut yang sudah mati, ku dengar dulu istrimu sangat terkenal di kalangan bangsawan pasar gelap, bahkan ketika Reed membawanya ke sana beberapa bangsawan menyetubbuhi istrimu, kamu tidak mencari fakta itu?" Sang bandit mengejek dengan senyuman sinis.
"Tidak ada." Kata William.
"Aa... Aku ingat, sepertinya semua informasinya di kunci oleh Tuan Harry, kamu harus sadar diri William meski dulu kamu bertindak seperti dewa yang memiliki power, tapi kamu bukanlah dewa yang sebenarnya, di atas mu masih ada dewa yang sesungguhnya. Dia hampir bisa mengatur hidup kita, berakhir mengenaskan atau berakhir dengan kesenangan." Kemudian Bandit itu pergi dengan bersiul siul.
"Harry Mac Linford." Geram William.
__ADS_1
bersambung~