
Harry tertawa dan kemudian mengambil tubuh Alaris menariknya dalam pelukan dan memutarkan tubuh nya.
"Aku akan mengadakan pesta besar, pernikahan yang mewah, dan semua orang tidak akan bisa menandingi kemegahan pesta pernikahan kita."
Alaris hanya tersenyum melihat Harry begitu bahagia, dan sangat semangat merancang acara pesta pernikahannya.
'Apa dia mencintaiku? Dan apa aku juga mencintainya? Apa ini benar-benar cinta? Apakah ada yang namanya cinta? Setelah menikah dengan William yang aku sadari hanyalah timbal balik, memberi dan menerima, rumah tangga yang di atur di atas kertas bisnis.'
'Namun setelah melihat Harry, apakah dia hanya pria yang pintar merayu dan lebih romantis dari William ataukah dia memang pria yang mencintaiku? Melihatnya menerobos Mansion The Kingham dan menyelamatkanku, mempertaruhkan dirinya sendiri masuk ke dalam bahaya membuatku percaya setidaknya dia tidak akan sama dengan William, setidaknya dia juga menjaga Hector, meskipun dia tahu bahwa sekarang aku berada di titik paling rendah, bahkan tidak memiliki perusahaan, namun Harry tetap mengajakku menikah.'
'Apakah ini yang dinamakan cinta tanpa syarat? Namun aku tidak ingin berharap terlalu banyak pada Harry karena aku takut kembali jatuh, suatu saat ketika Harry bosan denganku pasti dia akan mencari wanita lain kan, sejujurnya aku tidak percaya pada cibta sejati yang selamanya abadi.'
******
Malam itu Alaris duduk dan para pelayan pribadi menemaninya, Samantha membuatkan teh hangat dan menyelimuti kaki Alaris, sedangkan Emily menyisir rambut Alaris lalu memijat bahu Alaris juga.
Udara semakin dingin, namun awan gelap berangsur-angsur pergi.
"Sepertinya tidak jadi hujan nyonya." Kata Emily melihat jendela.
Samantha melihat keluar juga dan kemudian menutup tirainya.
"Cuaca akhir-akhir ini berubah-ubah atau karena kita berada di Negara Slyvedonia?"
"Cuaca di Slyvedonia memang yang terbaik, tidak pernah ada badai." Kata Emily.
Tok Tok Tok!
Terdengar ketukan pintu.
Samantha membuka pintu.
"Tuan Harry." Kata Samantha menunduk.
Harry masuk ke dalam kamar Alaris dan mengisyaratkan ingin berbicara berdua.
"Kalian keluar dulu." Kata Alaris.
Para pelayan keluar, dan membiarkan para tuan mereka berbicara.
"Ada sesuatu?" Tanya Alaris.
Harry berdiri dengan kedua tangannya ada di belakang tubuhnya, pria itu kemudian mengeluarkan beberapa dokumen yang ia bawa dan disembunyikan di balik tubuhnya.
"Kita akan bicara." Kata Harry serius.
__ADS_1
'Inilah saatnya, semua seperti yang aku lalui dengan William, perjanjian dan perjanjian, ini menyakitkan, apakah Harry juga akan meminta sesuatu dariku atau memberi batasan-batasan dan memisahkan wilayah-wilayah kastil?'
Raut wajah Alaris dingin. Mereka duduk bersama. Harry menyodorkan beberapa berkas. Terlihat pihak pertama bertuliskan nama Harry Mac Linford dan pihak kedua adalah Alaris Dwyne.
'Aku lelah dengan semua perjanjian-perjanjian pernikahan, apakah tidak ada sesuatu yang tulus padaku?'
"Ini janjiku padamu, aku akan menyerahkan semua hartaku padamu jika nantinya aku menikah lagi." Kata Harry tenang dan serius.
Alaris terkejut, air mata yang sudah ia tahan sejak awal mengalir juga, bahkan jauh lebih menyakitkan, dadanya sesak.
'Apa Harry salah bicara?'
"Apa?" Tanya Alaris.
"Setelah kamu menjadi istriku, aset yang kumiliki akan di bagi 2, dengan perbandingan sama, dan dibawahnya tertulis lagi, jika suatu saat aku memiliki istri lagi selain kamu, ataupun kekasih, dengan status resmi ataupun tidak resmi, aku menyerahkan seluruh hartaku pada mu Alaris Dwyne dan aku tidak akan pernah bercerai denganmu, semoga ini bisa membuatmu lebih tenang dan tidak merasakan khawatir lagi, kamu bisa percaya padaku."
Alaris gemetar mendengar itu, bahkan dia hanya melirik kertas itu tidak berani menyentuh. Harry memeluk tubuh gemetar Alaris. Hati Alaris bergejolak, jantungnya terasa sangat lebih menyakitkan, karena telah menuduh Harry. Alaris merasa sangat bersalah.
"Seharusnya aku memiliki keberanian lebih dan bukan menjadi pecundang yang terus memendamnya, ku kira hanya dengan melihatmu bahagia aku juga akan bahagia, ternyata salah, aku justru semakin menginginkanmu, dan aku melihatmu di sia-siakan, cinta ku semakin besar ingin memilikimu."
Alaris menangis terasa seluruh beban di pundaknya yang memberatkannya sektika runtuh, luruh dengan semua perlindungan Harry.
Tangisan itu begitu ingin ia keluarkan sejak lama, namun suaranya hanya selalu ia tahan, kini suara tangisannya seolah menandakan semua penderitaan dan penyakit yang ada di dalam hati nya ikut ia keluarkan.
Dengan sesenggukan dan tangan gemetar, Alaris menerima pena yang di berikan oleh Harry.
Jemari Alaris gemetar dan mendadak menjadi kaku, dengan derai air mata Alaris menandatangani perjanjian itu. Kemudian Harry juga menandatanganinya.
"Sekarang tugasmu, belajarlah untuk sedikit demi sedikit menerimaku, belajarlah untuk mencintaiku, jika ada sesuatu yang kamu pikirkan tentangku, bicaralah, tapi aku lebih suka wajah dinginmu, jangan merubah itu." Kata Harry.
Seketika Alaris tersenyum dan melihat Harry.
"Kamu berbeda."
Harry menaikkan kedua alisnya tak mengerti.
"Kenapa kamu menyukai wajah dinginku?"
Harry memikirkannya.
"Entahlah, aku suka, karena itu mungkin yang membuatku suka denganmu dan selalu mengikutimu sejak kecil, wajahmu sangat berbeda dengan yang lain, kamu dingin tapi sangat cantik, itulah kenapa aku ingin menjagamu, dan karena dengan wajah itulah aku menyukaimu sejak kecil."
"Aku... Lupa... Ingatanku hanya sepotong-sepotong, aku hanya ingat saat kamu mengatakan akan menjagaku di depan wartawan, dan akan membalas dendam atas kecelakaan orang tua kita." Kata Alaris.
"Untuk masalah itu apa kamu ingin mengetahui yang sebenarnya?" Tanya Harry.
__ADS_1
"Tentang kecelakaan itu?"
"Ya. Mungkin kamu bisa memikirkan kembali tentang rencana menghancurkan Liam Grup."
"Apa itu?"
"Kita keruangan kerja ku."
Harry mengajak Alaris ke ruang kerja nya, saat itu Zoland serta Brida sudah ada di sana.
"Brida kamu di sini?"
"Ya Nyonya, baru saja karena Zoland menghubungi saya."
Kemudian mereka duduk bersama.
Zoland mengeluarkan beberapa berkas yang Leon ambil.
Alaris melihat berkasnya dan membacanya, matanya membelalak.
"Alhe Grup?" Perasaanya mulai berkecamuk.
Harry mengangguk pendek.
"Ternyata setelah di teliti ada kemungkinan 50 persen aset Liam Grup berasal dari Alhe Grup, dan bisa saja lebih dari 50%." Sahut Zoland.
Alaris meremas berkas yang ada di hadapannya. Alhe Grup adalah perusahaan milik kedua orang tua Alaris, ketika kecelakaan itu terjadi, Alaris terguncang, media menyalahkan kecelakaan itu pada Alaris, dan perusahaan entah bagaimana pun juga menghilang.
"Singkatnya adalah, Roberto Linevero adalah dalang kecelakaan itu, semua bukti ada di tablet ini." Kata Harry.
Alaris melihat tablet versi lama yang jadul, dan membukanya, semua bukti serta foto ada di sana, dan dengan siapa saja Roberto bersekongkol.
"Sebelumnya Roberto sudah mengincar Emperor Grup, dia mengatur kecelakaan kedua orantuaku dan berhasil namun tidak bisa mendapatkan Emperor Grup karena harta itu sudah terdaftar atas nama kakakku Hendric dan juga aku."
"Gagal mendapatkan Emperor Grup, dia mengincar Alhe Grup, saat itu Alhe adalah perusahaan yang baru saja naik daun dan populer."
"Setelah sekian lama berlalu, kita menjadi dewasa, ternyata Roberto mengincar Emperor Grup lagi, kami tahu, dan Hendric adalah target nya, kami semua kecolongan dan Hendric mengalami kecelakaan yang sama. Saat itu William yang mengaturnya. Kecelakaan itu terjadi di tempat yang sama, seperti kedua orang tua kita, setelah kematian ayah dan ibu, kami menjadi sangat benci dengan media, karena mereka memelintir berita atas perintah para penjahat itu."
"Dan itulah alasanmu menutup lokasi itu dan menjadikannya taman?" Tanya Alaris.
"Ya, untuk memperkuat posisi dan kekuasaanku, kemudian aku menekan dan menertibkan para pembunuh bayaran di Negara Slyvedonia, aku membuat mereka menuruti perintahku, dan kamu harus tahu, sepertinya William adalah anak adopsi, dan pewaris asli Liam Grup tidak akan jatuh pada William."
"Apa!" Alaris terkejut mendengar itu, entah sekarang dia harus marah atau kasihan pada William yang hanya di jadikan pion dan pekerja untuk membuat Liam Grup semakin besar.
bersambung~
__ADS_1