
William kemudian membawa Axella, mereka hendak pergi namun Alaris menahannya.
"Kenapa kamu melakukannya?" Tanya Alaris menatap tajam pada Axella.
"Sudahlah Alaris, cukup!" Teriak William.
'Semua sudah seperti ini, aku harus tahu alasannya kenapa dia merusak nya.'
"Aku hanya ingin tahu kenapa kamu merusak tamanku, aku hanya bertanya." Kata Alaris dan tidak mendengarkan kalimat William.
"Alaris! Itu hanya taman apa yang istimewa? Aku bisa memperbaikinya, akan ku suruh dan ku kirim para pekerja yang baru, dan Juru Lanskap terkenal."
"Aku hanya butuh penjelasan dari nya, bukan darimu William."
Axella melihat wajah marah William dan menepuk punggung William.
"Maafkan aku, apakah aku sudah membuat onar lagi? Aku kira taman itu ada di tengah-tengah mansion dan aku pikir itu boleh untuk siapapun, lagi pula aku hanya tidak boleh mengunjungi taman yang ada di bagian utara, dan ku pikir taman yang ada di tengah boleh untuk ku miliki."
"Apa!" Kata Alaris.
"Dan lagi, aku akan segera menjadi nyonya di sini, bukankah aku juga berhak?" Tanya Axella.
Kembali lagi kepala Alaris seperti tertindih batu besar.
"Lihat aku sudah di lamar oleh Tuan William." Kata Axella memamerkan cincin yang melingkar di jari manisnya.
"Berlian ini sangat mahal, semua orang pasti tidak sanggup membelinya, dan aku akan menjadi Nyonya di sini." Kata Axella membanggakan dirinya.
Alaris melihat William, dan William memalingkan wajahnya dari pandangan Alaris. Maka, apa yang di katakan Axella adalah kebenaran, karena William tidak mencegah dan mencoba menahannya.
"Kita akan berbagi taman bukan, jadi aku juga berhak mengecat taman itu?" Tanya Axella.
"Kamu boleh memilikinya, aku sudah selesai." Kata Alaris.
"Benarkah?" Axella membulatkan matanya.
"Ya, jika kamu mau ambillah, aku tidak menginginkannya lagi." Alaris pergi meninggalkan tempat itu.
Alaris ingin segera menyudahi dan mengakhirinya, ia akan segera pingsan jika berada di tempat itu, karena kakinya sudah terasa lemas dan ingin jatuh.
Leon melirik pada Alaris yang berjalan dengan kaki gemetar, namun tidak semua orang bisa memperhatikannya, mereka sibuk pada kebahagiaan Axella dan William.
"Aku akan mencarikan juru Lanskap terkenal." Kata William.
"Tidak perlu, aku akan tetap menggunakan dia." Kata Axella menunjuk Leon.
William mengernyitkan dahinya.
"Apa kamu yakin?"
__ADS_1
"Ya aku sangat yakin, lagi pula dia sudah ada di sini kita tidak perlu mencari, aku ingin segera mendekor taman yang ku inginkan, aku tidak sabar." Kata Axella girang.
"Baiklah, baiklah, tapi sebelum itu bersihkan dulu badanmu." Kata William.
Flashback ON
Beberapa saat sebelum kejadian Axella bertemu Alaris dan perusakan taman~
Axella kembali ke mansion the kingham lagi, ia sudah berulang kali keluar masuk di mansion itu bersama William, hingga akhirnya Axella mulai bisa sedikit bersantai di taman selatan setelah Axella mulai terbiasa dengan pandangan-pandangan mata yang aneh para pelayan, namun ia penasaran dengan para pekerja yang sedang membangun taman di tengah-tengah mansion, Axella pun mendekat.
"Sudah sangat lama saya di sini sebagai juru Lanskap dan baru kali ini saya melihat anda." Sapa Leon.
"Ah ya, saya jarang ke sini karena Tuan William bilang saya hanya boleh berada di bagian selatan."
"Astaga ternyata selain cantik, suara anda juga sangat lembut." Kata Leon.
"Ahh terimakasih..." Kata Axella tersipu malu.
"Kenapa anda hanya di bagian selatan, mansion ini luas, banyak tempat yang harus anda kunjungi, karena mansion the kingham adalah mansion terbesar dan terindah di negara Vernecia."
"Ya, kata Tuan william karena suatu alasan, saya juga tidak mengerti." Kata Axella cemberut.
"Lihatlah mansion bagian utara begitu banyak bunga yang indah, sejuk, dan sangat nyaman untuk bersantai, apa anda tidak penasaran dengan itu?"
"Ya, sejujurnya saya sangat ingin kesana." Kata Axella gundah dan mengigit kecil jarinya.
"Oh, cincin berlian yang indah, bukankah ini sangat mahal, semua orang pasti tidak sanggup membelinya." Kata Leon.
"Benarkah?"
"Ya, tentu saja, lihatlah dengan baik berlian-berlian kecil ini, mereka berkilau sempurna."
"Ini adalah pemberian Tuan William." Kata Axella.
"Apa? Oh Ya Tuhan, jangan katakan anda di lamar oleh Tuan William, itu adalah suatu kebahagian besar, hidup anda begitu beruntung Nona yang sangat cantik."
"Apakah begitu?"
"Ya, di berikan cincin berlian artinya adalah lamaran, jika Tuan William tidak melamarmu dia akan memberikan cincin biasa dan bukanlah berlian."
"Saya tidak tahu itu, berarti apakah saya akan menjadi nyonya dan pemilik mansion yang besar ini?"
"Tentu saja, dan anda seharusnya berhak memiliki seluruhnya, kenapa anda hanya ada di mansion bagian selatan." Kata Leon.
"Aku ingin berkeliling dan pergi kesana, tapi..."
"Seharusnya anda juga berhak mendesain dan mengatur taman yang anda inginkan." Kata Leon.
"Benarkah saya bisa mendesain taman sendiri?"
__ADS_1
"Ya, dengan bantuan saya, anda bisa mengatur nya sendiri sesuai kemauan anda." Kata Leon.
"Tapi..."
"Tapi apa..."
"Agar anda bisa menjadi Nyonya sepenuhnya di mansion ini ada sesuatu hal hal kecil yang harus anda mainkan, apa anda suka bermain?" Tanya Leon.
"Ya, saya suka bermain." Kata Axella antusias.
"Baiklah tapi sebelum itu, kita harus saling memperkenalkan diri lebih dulu, agar kita menjadi teman." Tanya Leon.
" Teman?"
"Ya. Teman adalah seseorang yang saling melindungi dan memberikan nasihat."
"Saya suka teman." Kata Axella.
Leon tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Saya Leon."
"Saya Axella, Tuan Leon."
"Teman tidak pernah memanggil dengan Tuan, panggil saya Leon, dan bagaimana jika kita berbicara santai dan bukan memakai kalimat formal?"
"Aku suka Leon! Semua orang tidak mau berteman dan berbicara denganku, bahkan para pelayan memandangiku aneh, tatapan mereka seperti sedang menyelidiki ku." Kata Axella.
"Mereka iri dengan mu, siapa yang tidak menginginkan posisimu?" Kata Leon.
"Lihat saja jika aku sudah menjadi Nyonya sepenuhnya di mansion ini mereka semua akan ku pecat!" Kata Axella.
" Ya tapi sebelum itu,agar kamu menjadi nyonya, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah, berjalan-jalan di taman mansion utara dan memetik bunga, pastikan semua orang bisa melihatmu, lalu bermain-mainlah dengan taman yang sedang di bangun lakukan apa yang kamu mau."
"Apakah boleh? Aku takut Tuan William akan marah."
"Aku rasa Tuan William tidak akan marah dengan wanita secantik kamu, apalagi jika kamu memasang wajah yang polos, wajah yang tidak tahu apa-apa, dan wajah sedih. Kamu sangat beruntung memiliki wajah ini." Kata Leon tersenyum.
Axella dan Leon tertawa sumringah.
"Aku suka berteman dengan Leon."
"Aku juga suka berteman dengan Axella, Maka dari itu, karena kita sudah menjadi teman kamu jangan katakan pada siapapun tentang hubungan kita, teman akan melindungi teman, kita akan saling melindungi, mari kita wujudkan impian mu menjadi nyonya sepenuhnya di mansion the kingham, kamu akan bebas mengatur mansion ini dan kamu bisa mengatur semua pelayan di di sini." Kata Leon tersenyum.
Axella terkejut saat Leon tersenyum.
"Selain baik kamu juga sangat tampan Leon."
Leon menyeringaikan sudut bibirnya.
__ADS_1
bersambung~