Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
BEBERAPA KEBENARAN TERBONGKAR LAGI


__ADS_3

Mobil limusin milik William mengendara normal menuju mansion The Kingham. Axella duduk santai di sebelah William sembari mengelus dan membelai perutnya, sedang William sibuk melihat pemandangan luar melalui jendela mobil.


Sebelumnya, William mendengar percakapan Axella bersama Yumna. Saat itu William dan Jason mendengar keributan dan perdebatan hebat antara Leon dan Axella.


Bagaimana Axella menangis dan sangat terluka oleh perbuatan Leon yang mencampakkannya. William dan Jason mulai berfikir apakah Leon salah satu dari rencana Harry.


Kemudian Axella pergi bersama Yumna dan mengobrol kembali.


Flashback On


"Sudah jangan menangis, aku akan membalas wanita murahan itu dan beserta majikannya yang dingin itu." Kata Yumna menenangkan Axella sembari mengelus punggung nya.


"Yumna, aku rasa jika rencanamu hanya sekedar memaksa Harry dengan pengaruh ayahmu yang sebagai presiden itu tidak akan mempan. Harry tidak pernah takut pada apapun." Kata Axella menyeka matanya yang basah.


"Apa kamu punya rencana lain?"


Axella mengangguk pelan.


"Ada sebuah obat terlarang di pasar gelap, kamu harus mendapatkannya dari seorang perantara yang paling terpercaya di Negara Slyvedonia, jangan tunjukkan identitas aslimu karena bisa dilacak."


"Obat?"


"Ya, obat perangsang yang sudah di modifikasi dengan efek halusinasi, orang yang meminum itu akan merasakan gairahh memuncak, gairahh yang sangat besar dan akan melihat orang di hadapannya adalah yang ia inginkan. Kamu punya pengaruh besar di Negara Slyvedonia seharusnya bisa dengan mudah mendapatkannya. Kamu harus masukkan obat itu bercampur dengan Wine karena efeknya akan lebih cepat."


"Jadi, maksud kamu, jika aku memberikannya pada Harry, dia akan mengira aku adalah orang yang di inginkannya, dan dia akan merangsangg padaku?" Tanya Yumna.


Axella mengangguk.


"Apakah cara itu juga yang kamu lakukan pada William?" Tanya Yumna.


Axella masih diam.


"Jangan ada yang di tutupi, kamu tahu aku, dan aku juga sudah mengenalmu jauh lebih banyak." Kata Yumna.


Axella mengangguk pelan.


"Kamu pasti sudah mendengar dari berita jika aku hanyalah pelayan nafsuu bangsawan. Aku di penjara oleh Reed, dan di siksa, kemudian aku melarikan diri dan di selamatkan oleh Alaris. Namun, karena kemarahan dalam diriku, menganggap Tuhan tak adil, memberikan kehidupan yang kejam kepadaku, aku bertekad sangat ingin menghancurkan setiap wanita yang selalu berdiri dengan bahagia di hidupnya. Malam itu secara kebetulan ataukah memang itu takdir Tuhan, ketika aku berada di apartmen milik Alaris, dan tinggal sendirian, Reed datang ingin menangkapku kembali karena ia murka, Alaris telah menghancurkan Reed Jewelry. Aku berlari sekuat tenaga, malam itu hujan turun lebat dan William yang menolongku. Aku sempat mengambil obat yang Reed bawa, karena dia sering menggunakannya padaku."


Yumna menelan ludahnya, tak percaya bahwa Axella yang memiliki wajah cantik dengan bentuk begitu polos, bisa melakukan hal keji dan licik layaknya iblis.


"Aku tidak ingin kehilangan kesempatan, jadi aku sering menaruh obat itu di minuman William, dan akhirnya aku mengandung anak William."


"Lalu siapa yang William harapkan untuk melepaskan nafsuunya?" Tanya Yumna.


"Setiap melakukan hubungan badan, dia mengira aku adalah Alaris."


"Apakah dia tidak menyadarinya?"


Axella menggeleng.

__ADS_1


"Obat itu akan membuat orang yang mengkonsumsinya lupa, ia tidak akan mengingat tentang itu, kecuali yang ia ingat adalah melampiaskan hasrat nafsuunya. Setelahnya dia hanya akan merasa sangat bersalah jika yang ia setubuhhi adalah orang lain."


Flasback Off


Setelah mendengar semua fakta yang sebenarnya. Tubuh William roboh dan terduduk di lantai, Jason hanya bisa menenangkan William.


Memang benar, setiap berhubungan dengan Axella, ia mengira itu adalah Alaris, William pikir itu hanya karena ia terlalu banyak minum, dan menyadari jika ia bersalah telah melakukan hubungan badan dengan Axella.


Pria itu ingin sekali meremukkan wanita di hadapannya, yaitu Axella, namun wanita itu mengandung anaknya, ia membutuhkan anaknya sebagai pewarisnya dan penerusnya.


Malam itu, sepulangnya dari Negara Slyvedonia William hanya diam dan tidak terlalu menanggapi Axella, ia merasa mual dan jijik.


Mobil melaju normal di jalanan yang lengang dan tiba-tiba ponsel milik William serta Jason berbunyi terus menerus.


Jason mengangkat ponselnya begitu juga William, belum sempat bicara mobil sudah berada di depan Gerbang Mansion The Kingham.


Namun di depan Gerbang Mansion The Kingham sudah berkumpul begitu banyak wartawan, hingga akhirnya para pengawal harus bekerja lebih keras agar mobil itu bisa masuk.


Sedangkan di dalam Mansion The Kingham para polisi sudah berjajar serentak bersenjata.


Pimpinan dari polisi itu sudah menunggu di dalam Mansion.


"Ada apa ini William?" Tanya Axella meraih lengan William.


Namun William menghempaskan tangan Axella dari lengannya, pria itu dingin, sedingin gletser.


Axella mengigit jarinya dan hendak menangis.


"Tuan, sesuatu telah terjadi, sepertinya tablet dan dokumen itu di temukan oleh Harry."


"Siapa kemungkinan?"


"Saya memiliki pemikiran jika itu adalah Nona Axella dan Leon." Kata Jason.


William masuk dan menemui pimpinan polisi.


Axella mengikuti dengan takut dan gusar, matanya mulai berarir, dan tak mengerti apapun. Tepatnya dia seperti wanita bodoh yang linglung namun mengira bahwa dirinya sudah pintar.


Kepala polisi yang memiliki pangkat kolonel itu pun maju, wajah serta wibawa tegasnya berhadapan dengan William.


"Tuan William, anda di tangkap dengan tuduhan pembunuhan berencana atas Tuan Hendric Mac Linford." Kata Kolonel tersebut memperlihatkan lencananya.


Para polisi hendak memborgol namun di cegah oleh Jason.


"Tunggu sebentar! Ini pasti kesalahpahaman!" Kata Jason mencegah dan melindungi William.


Para pengawal juga maju mencegah.


"Mari kita bekerja sama dengan baik, jika anda begini tuduhan itu akan semakin menguat dan memberatkan anda Tuan William."

__ADS_1


"Saya akan kooperatif, tidak perlu di borgol." Kata William.


Kemudian para polisi mundur diikuti para pengawal yang juga mundur perlahan.


"Tuan saya akan menghubungi pengacara." Kata Jason.


William mengangguk pelan.


"William, apa yang terjadi!" Teriak Axella menarik lengan jas milik William dan menangis.


"Lihatlah dari hasil perbuatanmu Axella, inikan yang kamu mau?" Kata William.


"Ap... Apa maksudmu?" Tanya Axella.


"Kamu pikir aku tidak tahu jika kamulah yang mengambil barang-barang rahasia milikku." Bisik William.


"Tunggu aku pulang dan jangan kemana-mana, kalau kamu tidak ingin menjadi bulan-bulanan masyarakat Negara Vernecia, kamu tahu mereka menganggumi sosok Alaris." Kata William mengamcam Axella.


Kaki Axella tiba-tiba melemah, dan jatuh di lantai, pelayan pun tergopoh membantu Axella.


William pergi bersama para polisi, dan Jason memanggil pengacara.


"Ap.. Apa yang terjadi? Aku tidak mengerti." Kata Axella linglung.


Kemudian para pelayan memapah Axella untuk kembali ke dalam kamar.


"Nyonya, tenanglah semua akan baik-baik saja. Ingat kandungan anda. Bayi nya akan ikut stress." Kata pelayan itu.


Axella melihat sekeliling kamarnya, dulunya itu adalah kamar Alaris, setelah menikah dengan William Axella menempatinya dan merubah sedikit tatanan ruangannya.


"Alaris sedang menertawaiku." Mata Axella melotot dan melihat ke sekeliling ruangan.


"Diam!" Teriak Axella.


"Kamu diam!" Axella melemparkan bantal dimana ada bayangan Alaris yang tertawa terbahak-bahak.


Itu adalah halusinasi.


"Nyonya Axella... Sadarlah, di sini tidak ada Nyonya Alaris." Kata sang pelayan.


"Kamu!" Axella menatap melotot pada sang pelayan.


"Kamu pasti juga senang, kamu bekas pelayan Alaris, kamu pasti mata-mata Alaris kan!" Axella berteriak dan kemudian menjambak sang pelayan lalu mencakar wajah sang pelayan.


"Aaa... Tolong!!!" Teriak Pelayan tersebut.


"Panggil kan pengawal dan dokter secepatnya!"


Tak berapa lama pengawal pun berdatangan dan kemudian pelayan yang lain memanggil dokter.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2