Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
KEADAAN PILU WILLIAM SEDANG DI MULAI


__ADS_3

"Meskipun aku kecewa dengan Axella, karena dia menaruh obat padaku dan tentang semua kejadian hingga hari ini, dia sudah mengandung anakku, menyerangnya akan seperti menyerang anakku sendiri, aku juga tidak tahu, apakah tindakanku dengan tetap melindungi nya adalah benar atau justru akan menjadi boomerang untuk diriku sendiri, tapi yang pasti aku harus tetap melindungi pewarisku." Kata William.


"Tapi Tuan, selain Reed ada satu lagi pria yang datang menemui Nyonya Axella." Kata Jason.


William melihat pada Reed dengan tatapan terkejut.


"Saya belum bisa memberitahu siapa dia, akan saya konfirmasi kebenarannya dulu." Kata Jason.


CEKLEK!!!


Tiba-tiba pintu di buka, dan kemudian seorang penjaga masuk.


"Jam berkunjung habis!" Katanya dengan wajah tegas.


"Jaga diri anda Tuan." Kata Jason menundukkan kepala.


Kemudian William di bawa pergi menuju penjara kembali oleh pengawal tersebut.


Di dalam penjara William hanya duduk dan merenung. Lantai itu dingin, William tidak bisa tidur.


"Semua ini berawal saat aku melakukan perjanjian kerjasama dengan Alaris, sandainya aku tidak membatasi diriku, Alaris pasti mau menyerahkan dirinya padaku. Saat itu aku hanya sedang bingung, aku bingung antara memilih kepentinganku atau kah menjalankan perintah Roberto, untuk membuat Alaris jatuh cinta padaku dan membuatnya patah hati lalu merebut perusahaannya dan biarkan Alaris menjadi gila."


William menekuk kepalanya dan meremas dengan kedua tangan.


Trengg... Trenggg..


Sorang penjaga membuka kunci sel dan memasukkan beberapa bandit-bandit masuk ke dalam penjara, wajah-wajah mereka sangat tidak bersahabat.


Penjara berukuran sempit dan penjaga memasukkan bandit-bandit hingga 7 orang membuat ruangan semakin terasa sempit dan tidak nyaman.


William hanya duduk diam, kemudian seorang bandit duduk di sebelahnya dengan kasar, hingga membentur tubuh William.


William menatap bandit itu.


"Apa! Mau ku congkel matamu!" Teriak Bandit itu.


Kemudian William bergeser untuk duduk namun ruangan sempit itu membuatnya tidak leluasa.


William menyadari ada sesuatu yang tidak beres, ada seseorang yang ingin membuatnya di dalam penjara pun akan tetap merasakan tidak nyaman dan tidak tenang, bahkan orang itu menyiratkan jika kemanapun William pergi tetap akan ada sesuatu yang menerornya.

__ADS_1


"Ku dengar, kamu melakukan pembunuhan berencana terhadap Hendric Mac Linford." Kata bandit yang menyenggol William.


William hanya diam.


"Mungkin kamu harus merobek mulutnya agar mau bicara." Kata bandit yang lain.


"Bukan urusan kalian." Jawab William.


"Heyyy!!!" Teriak seorang bandit yang berdiri dengan tubuh penuh tatto.


"Kamu bilang bukan urusan kami? Kamu tahu siapa Hendric Mac Linford? Dia seperti ayah bagi kami, kamu tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang ayah?" Bandit itu berbicara dengan menyedekapkan tangan kekarnya dan angkuh, sepertinya dialah ketua dari para bandit.


"Apa kalian dari negara Slyvedonia?" Tanya William.


"Kami dari Negara Vernecia."


William cukup terkejut, bagaimana bandit Negara Vernecia memiliki hubungan seperti itu dengan Hendric.


"Kamu pasti terkejut, kamu pikir kamulah yang paling kejam? Tapi kamu salah William, Harry lah yang paling kejam, dia membiarkanmu sibuk memperluas bisnis sedang Harry, sibuk memperluas kekuasaannya di dunia bawah yang gelap, jika para penghuni dunia bawah naik, dunia atas pun dengan sekejab akan hancur." Ketua bandit itu mempraktikkan dengan kedua tangannya


"Jadi Harry yang mengirim kalian. Dia memang pria pengecut dan banci." William tertawa sinis.


BUG!!!


"UHUK!!!" Darah pun keluar dari mulut William.


"Ini bukan masalah banci atau bukan, tapi ini masalah dendam, kejahatanmu sudah terlalu banyak." Kata bandit itu.


"Kamu tahu William, kamu juga telah menghancurkan banyak keluarga tak bersalah karena perbuatanmu dalam bisnis mu yang kejam."


Bandit itu menekan kakinya di atas kepala William.


"Kamu mencoba merayu Nyonya Catriana, yang sudah menjadi istri Tuan Hendric, kamu mengancamnya, dan akan membunuh Tuan Hendric, tapi rencanamu di ketahui oleh Nyonya Catriana dan dia memilih ikut bersama Hendric mati dalam kecelakaan, kamu juga yang telah membunuh Stevanus ayah dari Nyonya Catriana, kamu membuatnya depresi sebelum akhirnya kamu menghabisinya." Bandit itu menekan kakinya semakin kuat di kepala William.


"Kamu pikir, Tuan Harry melupakannya begitu saja?" Bandit yang lain mendekat dan menginjak kaki William.


"Kamu pikir, Tuan Harry tidak akan balas dendam atas meninggalnya orang tua dan kakaknya?"


"Kamu pikir, Roberto akan selamat? Tuan Harry hanya membiarkannya berkeliaran seperti tikus yang berpenyakit, sebentar lagi kamu pasti akan dengar tentang kemalangannya yang mengenaskan." Kata Bandit lainnya dan menekan dada William menggunakan lututnya.

__ADS_1


"Silahkan bunuh aku, itu pasti kemauan Harry." Kata William dengan kesusahan.


Melihat William hampir kehabisan nafas. Para bandit itu mundur.


"Sayangnya Tuan Harry tidak ingin membunuh kalian, meski kalian meminta mati, meski kalian ingin bunuh diri, kalian tidak akan mampu, Tuan Harry hanya ingin melihat kalian tersiksa, hidup tak mau mati pun juga tak bisa, kalian tidak akan semudah itu di biarkan mati."


Kemudian salah satu bandit menginjak kaki William dengan sangat keras.


"AAARGGG!!!" Teriak William.


Tidak ada satupun penjaga yang menyelamatkan William, seolah mereka diam membisu dan menutup telinga.


Meski berkali-kali William berteriak keras, dengan suara memilukan.


Ingatan William kembali pada masa lalu dimana ia dengan angkuh dan sombong menyusun rencana untuk membunuh Stevanus dan Hendric Mac Linford karena menginginkan Blue Diamond.


Ingatan itu masih segar di kepalanya saat dia berulang kali menyiksa Stevanus, pria tua yang sedikit gemuk dan penyayang sangat sayang pada Catriana sang putri.


Flashback On


Seorang pria tua bertubuh agak gemuk dan rambutnya sudah rontok hanya terlihat kepalanya bagian depan yang mulus tanpa dihiasi rambut. Pria tua itu duduk di dalam ruangan tertutup yang pengap.


Tangan pria tua itu gemetar hebat, seorang pria berdiri di depannya, dengan angkuh sombong dan tatapan mata bagai iblis.


"Tanda tangani itu dan aku akan mengurus putri mu yang sakit-sakitan."


Itu adalah William, sosok yang sedang di takuti oleh para pebisnis. Kekejamannya sudah bukan lagi hal omong kosong.


"Aku tidak akan pernah menyerahkan tanah berisi Blue Diamond itu pada orang sepertimu! Semua orang mungkin tidak tahu bagaimana kamu bisa mendadak menduduki piramida bisnis paling tinggi, tapi aku tahu darimana ayahmu mendapatkannya." Teriak Stevanus dengan suara bergetar.


"Tidak perlu banyak omong kosong! Cepat tanda tangani atau aku akan membunuhmu!" Teriak William.


"Kamu bisa membunuhku, tapi kamu tetap tidak akan mendapatkan apapun, karena meski memakai tanda tanganku, kertas ini tidak akan berguna, seluruh perusahaan koleps, dan tanah itu sudah ku berikan pada putriku. Catriana akan segera melangsungkan pernikahan dengan Hendric Mac Linford."


"Brengsek!" Teriak William


"Berikan obat itu dan minumkan pada Stevanus, lalu kirimkan kembali ke mansionnya, semua orang akan mengira dia mati karena bunuh diri." Perintah William.


Kemudian Jason memberikan obat itu masuk ke dalam mulut Stevanus, pria tua itu menolak dan berusaha menghalangi, namun tenaganya tidak cukup kuat melawan Jason.

__ADS_1


Flashback Off


bersambung~


__ADS_2