
Harry sudah berada di kastilnya dan sedang memantau para pelayan serta pengawal menyiapkan kamar bayi-bayinya.
Pria itu ingin menyiapkannya langsung dan memantau nya langsung demi keamanan dan juga ia ingin berperan langsung atas semua kebutuhan anak-anaknya, karena ia juga telah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa akan merawat dan membesarkan ke 3 anaknya dengan penuh perhatian.
"Tuan Harry. Ada yang ingin melapor tentang investigasi tentang obat yang di konsumsi Nyonya Alaris."
"Suruh dia kesini." Kata Harry.
"Kesini tuan?" Tanya Zoland.
"Ya, kamu tidak lihat? Aku sedang sibuk memerika baju-baju anak-anakku?" Tanya Harry.
Saat itu Harry memang sedang memeriksa baju-baju yang terluhat kecil di tangannya, itu adalah baju dengan warna pink.
"Aaa... baik Tuan." Kata Zoland.
Tak butuh waktu lama bagi Zoland memanggil orang itu. Pria bertubuh besar dan kekar, datang menghadap dengan sopan.
"Tuan saya menghadap."
"Ya, katakan." Harry dingin melihat dengan dingin, ia duduk dengan menyilangkan kakinya, dan bersedekap.
Pakaian cantik berwarna pink ada di pahanya yang panjang.
"Sepertinya, Yumna masih tidak ingin menyerah Tuan."
Harry mengangguk mengerti.
"Zoland, kamu tahu kan, nantinya kedua tangan ini akan memggending malaikat-malaikat suci yang tak berdosa, aku tidak ingin mengotori tanganku." Kata Harry.
"Baik Tuan." Kata Zoland.
"Lalu, tentang rekam medis istri anda, juga di sabotase tuan, dokter itu juga bekerja sama dengan Yumna. Jadi, semua tidak tahu jika Nyonya telah mengandung e anak kembar, sepertinya dari hasil investigasi kami, memang awalnya hanya kembar 2, namun entah bagaimana bisa menjadi 3 anak kembar, mungkin Dokter Arthur bisa menjelaskannya." Pengawal itu menyerahkan semua hasil rekam medis asli Alaris.
Harry tersenyum bagai iblis yang kejam.
"Zoland, aku benar-benar telah habis kesabaran, singkirkan mereka semua tanpa menyisakan jejak apapun. Termasuk Guillermo." Kata Harry.
"Baik tuan." Kata Zoland dan pergi bersama pengawal rahasia tersebut.
Harry kemudian kembali melihat-lihat baju-baju anak-anaknya, dan beberapa pelayan yang tadinya berada di luar kembali masuk dengan hormat dan menunduk.
"Baju-baju ini sangat lucu." Kata Harry.
"Ya tuan..." Jawab para pelayan berbarengan.
__ADS_1
Harry kemudian bangkit dari sofanya, dan para pelayan menunduk hormat.
"Lanjutkan memeriksanya, jangan sampai ada sesuatu yang berbahaya untuk anak-anakku." Kata Harry.
"Baik tuan."
Harry kemudian berkeliling dan melihat-lihat apakah kamar anak-anaknya sudah benar-benar selesai, kamar itu ouas dan menjadi satu, hanya setiap bagian memiliki cat yang berbeda-beda.
2 anak laki-lakinya memiliki bagian biru tua dan biru muda, sedangkan anak perempuannya bagian berwarna pink.
Semua peralatan pun terkesan sangat mewah dan sangat indah.
Harry puas dengan semuanya. Setelah di rasa aman, Harry pergi dan melihat kamar yang akan di tempati Alaris.
Semua pengawal, bahkan ahli interior paling terkemuka ada di sana. Dokter pun juga di sana untuk memberikan masukan apa saja yang akan ia butuhkan. Alaris akan di tempatkan di kastil dengan perawatan yang sama seperti di rumah sakit.
Harry ingin selalu berada di dekat Alaris dan tidak akan meninggalkannya lagi.
"Sepertinya kalian bekerja dengan baik." Kata Harry.
"Tuan Harry." Semua menyambut kedatangan Harry dengan hormat.
"Apakah akan segera selesai?" Tanya Harry.
Harry mengangguk mengerti.
"Lanjutkan." Kata Harry.
"Baik tuan." Kata mereka serempak.
Kemudian Harry pergi meninggalkan mereka kembali ke lantai bawah, ia akan pergi kerumah sakit untuk menjemput anak-anaknya.
Tak butuh waktu lama Harry pun sampai di rumah sakit dan bertemu dengan Arthur, saat itu mereka berada di dalam ruangan Arthur untuk berbicara.
Harry sudah membawa rekam medis milik Alaris dan sedang di pelajari oleh Arthur.
Kemudian Arthur mengerti, ia tidak dapat melanjutkan pemeriksaan pada Alaris karena tragedi itu.
"Sepertinya anak ketiga itu kantungnya tumbuh terlambat, awalnya saya memang memeriksanya hanya ada 2 kantung, jika anda adalah kembar identik, anak-anak anda juga kembar tapi non identik, mereka memiliki kantong sendiri-sendiri, yang anak perempuan anda memiliki usia yang sebenarnya belum memasuki 9bulan."
"Jadi? Apakah yang kamu maksud, anak ke 3 tumbuh di luar dugaan?"
"Ini sangat langka terjadi, saya juga heran bagaimana bisa terjadi, bagaimana bisa 1 rahim memiliki usia janin yang berbeda." kata Arthur.
"Tapi di luar ini mari kita tidak mempermasalahkan ini Tuan, karena yang terpenting adalah anak-anak anda sangat sehat dan sangat mirip dengan anda."
__ADS_1
Harry mengangguk mengerti.
"Mari sekarang kita fokus pada istriku, aku sudah membuatkannya kamar khusus, bagaimana jika hari ini aku membawanya pulang?"
"Tidak masalah tuan, kami akan mengawal, tapi, saya minta agar anda memperkerjakan dokter-dokter ahli dari rumah sakit kami untuk selalu standby di sana, lalu kami juga akan memilihkan perawat yang kompeten."
"Itu juga yang ku inginkan." Kata Harry.
"Lalu apa anda sudah tahu siapa yang meracuni Nyonya?" Tanya Arthur.
"Aku paham dia sangat dendam padaku, itu adalah Yumna." Kata Harry.
Arthur mengangguk pelan.
"Anda tidak akan menyia-nyiakan hal ini kan?" Kata Arthur.
"Kamu tahu, posisiku semakin kuat untuk menjadi kandidat presiden berikutnya. Dan aku akan mempercepatnya."
"Itu bagus, karena saya mendengar, bahwa korupsi yang di lakukan Guillermo sudah sangat memprihatinkan, bahkan ada beberapa pejabat yang memilih untuk mengundurkan diri." Kata Arthur.
"Dia sangat tamak, tenang saja, kekayaannya akan di sumbangkan pada negara dan pada rakyat yang membutuhkan."
"Semiga anda bisa cepat menjabat menjadi Presiden, tapi itu pasti akan membuat anda sangat sibuk."
"Aku akan menyerahkan urusan media istriku dan anak-anakku padamu Arthur."
"Anda bisa percayakan itu pada saya." Kata Arthur.
Kemudian setelah pembicaraan itu Harry dan juga Arthur menilik dan membicarakan bagaimana mereka akan membawa Alaris dan anak-anaknya dalam satu perjalanan langsung menuju Kastil.
Semua pengawal sudah mulai membersihkan jalanan ibu kota, menyisir semua jalan dengan keamanan ketat dan membersihkan semua pengendara dan pejalan kaki, jalanan menuju kastil sudah di tutup agar perjalanan itu mudah dan mulus sampai tanpa ada kendala apapun.
Sedangkan di tempat lain Zoland dan yang lainnya sudah memakai pakaian serba hitam dengan wajah yang tertutup rapat.
Tidak akan ada yang bisa mengenali mereka, dan kini tiba saat nya untuk mereka menjalankan tugas melenyapkan target yang Tuan mereka inginkan yaitu Guillermo dan juga Yumna.
Entah Guillermo terlibat dalam kasus ini atau tidak tapi sudah saatnya pria tua itu di singkirkan agar kelak tidak menjadi rumput penganggu.
Zoland dan para pengawal rahasia akhirnya berangkat melakukan misi.
Misi nya adalah, membuat seolah-olah Gullermo bunuh diri karena kematian Yumna yang juga seolah melakukan bunuh diri di kamar mandinya.
Semua itu agar tidak meninggalkan prasangka-prasangka di kalangan masyarakat terlebih lagi tentang kejadian Alaris yang sedang koma pun sebisa mungkin tidak akan tercium oleh masyarakat.
bersambung~
__ADS_1