Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
SERANGAN BALIK ALARIS : SENJATA MELAWAN AXELLA, GREISY DATANG.


__ADS_3

Sekembalinya di kamar, Alaris hanya duduk dan merenung, apakah dia terlalu keras pada Axella.


'Mungkin benar kata William, aku harus memperlakukan nya sebagai adik, bagaimanapun dia akan melahirkan seorang anak yang selalu William impikan, anak yang tidak lagi bisa ku berikan karena sekarang William sama sekali tidak pernah memandangku, dia seperti orang asing bagiku.'


"Nyonya, Nona Brida ingin bertemu." Kata Emily masih dengan raut wajah sedih.


"Suruh masuk."


Kemudian Brida masuk dan memberikan salam.


"Saya menemukan seseorang yang mungkin bisa membuat Axella berhenti menganggu anda Nyonya."


Alaris menoleh pada Brida.


"Tapi, keadaannya cukup memprihatinkan." Kata Brida.


"Siapa dia?"


"Dia adalah teman Axella namanya Greisy dan sekarang dia aman bersama dokter Arthur. Greisy juga pelayan Reed, mendengar cerita dari Greisy semua terdapat benang merahnya jika di sandingkan dengan saat kita menemukan Axella di tengah jalan."


"Bagaimana ceritanya?" Tanya Alaris.


"Sebenarnya Tuan Harry membantu kami menggeledah kediaman Reed."


"Harry?"


"Ya Nyonya."


"Tapi dia tidak mengatakan apapun padaku?"


"Tuan Harry juga yang mengirimkan banyak pengawal untuk membantu kami di Negara Slyvedonia saat kami kesulitan masuk karena pengawal Reed berjumlah banyak. Maafkan saya Nyonya, kami terdesak dan pilihan terakhir hanyalah menghubungi Tuan Harry yang di takuti oleh para Banditt Negara Slyvedonia."


"Baiklah-baiklah lanjutkan."


"Saya menemukan pelayan bernama Greisy, setelah saya membawanya pada dokter Arthur dia berulang kali menyebut nama Axella dan berulang kali mengutuknya, karena dendamnya yang sangat besar, dia pulih dengan cepat dan tidak sabar ingin bertemu dengan Axella. Atas ijin anda kapanpun Greisy akan siap datang Nyonya."


Alaris menarik nafas pelan dan memikirkannya sejenak.


"Aku ingin, tapi... Axella hamil Brida, aku tidak ingin menyakiti bayinya."


"Nyonya!" Brida terkejut mendengar berita itu, yang paling penting adalah pikirannya yanga semakin khawatir pada Alaris.


"Apakah benar itu adalah anak dari Tuan William, anda tahu dia adalah wanita yang di gunakan oleh Reed."


"William yakin itu adalah anaknya."


"Kalau begitu tempatkan Greisy di samping anda, dan anda bialsa dengan leluasa mengawasi Greisy agar tidak bersikap impulsif, tidak menyerang Axella secara fisik. Ingat Nyonya bagaimana mereka menyakiti anda, dan bagaimana Tuan William tidak peduli pada anda, setelah dia bisa mendirikan perusahaan berlian yang di topang Aldawn. Saya mohon Nyonya pertimbangkanlah. Jika Greisy ada di dekat anda, saya yakin Axella tidak akan berani menyerang anda."

__ADS_1


"Apa yang di katakan Nona Brida ada benarnya Nyonya, saya juga akan ikut mengontrol yang namanya Greisy, setidaknya Axella tidak akan berani menganggu anda karena kita memiliki saksi kunci atas kehidupannya." Kata Samantha.


"Iya Nyonya, saya mohon, saya tidak tahan dengan perlakuan Axella pada anda." Kata Emily.


Alaris diam sejenak, dan setelah sekian lama merenung serta bujukan-bujukan dari para pelayan pribadinya Alaris mengangguk pelan.


"Tapi dengan syarat Greisy benar-benar sembuh dan bisa di kontrol."


"Saya pastikan Gresiy akan menuruti anda Nyonya." Kata Brida.


"Nyonya, cobalah bicara dengan Tuan William tentang kebenaran Axella, siapa dia sebenarnya, jika Tuan William tidak percaya saya akan membawakan Greisy bersama anda."


"Baiklah panggil Greiay sekarang bawa dia ke mansion untuk bertemu William." Kata Alaris.


Entah pikiran apa yang merasuki Alaris, kali ini sepertinya karena Alaris merasa terus di tekan dan merasa dia tidak bersalah pada kasus Axella, Alaris ingin membuktikan sesuatu. Alaris ingin membersihkan namanya pada William.


'Aku tidak ingin ada kesalahpahaman, dan di salahkan oleh siapapun, karena aku memang tidak bersalah dan aku tidak perlu merasa bersalah, ataupun merasa di tindas oleh mereka.' Kata Alaris.


Alaris datang menuju ruang kerja William, dan Samantha mengetuk pintu ruang kerja William. Terlihat Jason membuka pintunya.


"Nyonya silahkan."


"Aku ingin berbicara pada William." Kata Alaris.


"Baik Nyonya." Jason pun meninggalkan mereka.


"Sepertinya kamu sudah sangat mengenalku."


William menangkat alisnya.


"Ya, kamu mendatangiku pasti ada sesuatu yang penting."


"Aku ingin bertanya, apa kamu tahu asal-usul Axella yang sebenarnya?" Tanya Alaris tanpa basa basi.


William membenarkan duduknya dan wajahnya terlihat mengerat.


'Dia tidak suka aku menyinggung masalah Axella? Perubahan mimik wajahnya terlihat, tapi masa bodoh, aku tidak mau di salahkan atas apapun yang bukan salahku.'


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan Alaris?"


"Aku yang telah menyelamatkan Axella William, dia wanita yang sudah di gunakan oleh Reed, pemilik Reed Jewelry yang ada di Negara Slyvedonia. Dia kabur, dan berdiri di tengah jalan, aku menyelamatkannya dan merawatnya, membawanya ke apartmen yang sudah ku beli untuk dia berlindung dari Reed." Kata Alaris.


William menelan ludahnya kasar.


"Apa kamu yakin yang di kandung Axella benar-benar anakmu William?"


BRAK!

__ADS_1


William menggebrak meja.


"Aku bertanya padamu Alaris, apa yang kamu inginkan, tapi kamu terus bercerita sesuatu yang tidak penting." Kata William.


"Tidak penting? Itu tidak penting bagimu? William, aku lah yang menyelamatkannya dan dia justru menusukku dari belakang."


"Alaris, ada banyak hal yang harus kita pikirkan, sebentar lagi perayaan Imperial Diamond, dan pesta itu akan di hadiri banyak tamu penting, bukankah banyak yang harus kita bahas?"


Alaris menelan ludahnya.


'Baiklah, sepertinya William sudah tahu siapa Axella sebenarnya, karena dia tidak terkejut sama sekali, atau dia memang tidak mau tahu latar belakang Axella, yang jelas, dia menekankan padaku untuk tidak ikut campur tentangnya, suaranya dingin dan penuh peringatan bahwa itu jelas bagiku. Jangan terlibat dalam hal ini dengan cara apa pun.'


"Baiklah, tapi aku tidak mau di salahkan atas kejadian Axella jatuh, dia mendorong dirinya sendiri untuk jatuh."


"Apakah ada seorang ibu yang ingin menyakiti bayi nya sendiri Alaris?" Tatapan William tajam.


"Apa aku terlihat kejam dan tega untuk menyakiti seorang wanita yang hamil?"


"Jangan tersinggung Alaris, tapi ini hanya pikiran ku saja. Apa mungkin kamu iri atau cemburu pada Axella?"


"Begitukah cara pandangmu terhadapku William, terimakasih dan aku sudah tersinggung dengan kalimatmu, dan lagi aku katakan, aku tidak mau terlibat apapun dengan kekaksihmu, jadi tolong jangan pernah muncul di hadapanku, karena jika dia terus menyulut kesabaranku, bahkan aku sendiri tidak akan bisa membayangkan apa yang akan aku lakukan." Ancaman Alaris tidak main-main.


Kemudian Alaris pergi dan William mengejar Alaris ingin memperingatkan balik.


Alaris pergi keluar dan melihat Brida sudah bersama Greisy, sedangkan William masih berdiri di belakang Alaris.


"Nyonya, Greisy ada di sini."


'Secepat ini? Apa Brida sudah membawa bersamanya sebelumnya?'


"Dia adalah Greisy, Axella pasti mengenalnya, katakan pada Axella jangan lagi menganggu ku saat berjalan ataupun yang lainnya, jangan muncul di hadapanku, atau dia akan menyesal."


"Kamu mengancam wanita yang sedang hamil Alaris? Dimana perasaanmu! Kamu memang tidak punya hati, bahkan kamu tidak pernah memberikan ku sedikit kesempatan untuk mendekatimu!"


"Lalu kamu memilih untuk mengambil wanita lain, benarkan." Kata Alaris.


"Sekali lagi jangan membuatku harus bertindak kasar." Kata Alaris dan pergi meninggalkan William.


Setelah kepergian Alaris William menjadi resah.


"Jason, jangan sampai berita apapun tentang masa lalu Axella terekspose ke media, aku tidak tahu sebelumnya Alaris lah yang menyelamatkannya, apakah dia benar-benar lupa ingatan karena kita menabraknya saat itu, dia kabur dari kejaran Reed dan kita menyelamatkannya, mungkin benturan di kepalanya cukup keras?"


"Apakah kita perlu melakukan pemeriksaan Tuan?"


"Kita lakukan setelah perayaan Imperial Diamond."


"Baik Tuan."

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2