Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
HUBUNGAN HARRY DAN ALARIS SEMAKIN DEKAT


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan suasana mansion yang tenang, itu karena Axella sibuk mendesain taman dan kolam ikannya bersama Leon. Semakin hari hubungan Axella dan Leon juga semakin dekat.


Tiba-tiba mata Axella terhipnotis dengan seseorang yang baru datang.


"Betapa tampannya dia..." Kata Axella.


Leon kemudian mendongak dan melihat kearah mana Axella melihat.


"Aahh... Dia Tuan Harry Mac Linford." Kata Leon.


"Tuan Harry Mac... Linford?" Axella menggigit bibir ranumnya yang kenyall.


Leon tersenyum tipis, senyuman yang terkesan sinis. Saat Axella melihat Leon, pria itu melebarkan senyumannya dan menunduk lembut.


"Ya, apa kamu ingin berkenalan dengannya?" Tanya Leon.


"Apa mungkin dia mau berteman denganku?"


"Tentu saja, bagaimana bisa seorang pria akan mengacuhkan seorang Axella, kamu adalah Nona yang paling cantik, jika ada pria yang tidak peduli padamu, dia pasti buta."


"Benarkah?"


"Cobalah berkenalan, aku akan mengurus sisa desainnya."


Axella kemudian berdiri, dengan semangat ia mendatangi Harry.


"Haii... Saya Axella." Sapa Axella dengan senyuman yang mengembang dan ceria.


"Halo." Kata Harry tersenyum.


"Saya pikir anda akan marah dengan sapaan saya tapi ternyata anda tersenyum ramah." Kata Axella tertawa.


"Saya belum pernah melihat anda di sini sebelumnya? Siapa anda?" Tanya Axella.


"Harry Mac Linford."


"Astaga ternyata nama anda menawan seperti wajah anda." Goda Axella menutup mulutnya dan langsung menjerit penuh kegirangan.


"Terimakasih atas kebaikan mu yang sudah menyanjung saya."


"Oh astaga, ternyata anda juga sangat sopan." Axella kembali memuja dengan pipi yang bersemu merah.


"Apa anda akan menemui Tuan William? Mari saya antar tapi Tuan William sedang pergi, jadi biar kan saya menemani anda dan melihat-lihat mansion jika anda ingin, saya takut anda bosan menunggu."


Alaris melihat Axella berbicara dengan akrab bersama Harry, begitu pun Harry yang mengembangkan senyuman.


''Wanita itu pintar mengambil hati orang, dan mencairkan suasana.' Kata Alaris dalam hatinya.

__ADS_1


Ada rasa perih ketika Axella bisa berbincang nyaman dengan Harry.


"Tunggu, anda pelayan di sini?" Tanya Harry.


"Saya?"


"Ya, anda."


"Bukan, saya adalah kekasih Tuan William, dan Tuan William sudah melamar saya."


"Oh, maafkan saya Nona Axella, saya pikir anda adalah pelayan di sini, karena anda memanggil pemilik mansion ini dengan sebutan Tuan. Maafkan kesalahan saya, mungkin tidak hanya saya, orang lain pun juga pasti akan berfikir demikian."


Seketika raut wajah Axella berubah menjadi setengah kesal dan sedih, ia mencubiti jari-jari nya lagi.


"Wah... Mansion ini sangat menakjubkan." Kata Harry mengalihkan pembicaraan sembari memandangi keseluruhan, padahal ini bukanlah yang pertama kali untuk Harry datang ke mansion The Kingham dan mansion Emperor miliknya jauh lebih mewah dan indah.


"Ya, anda benar, tempat ini luar biasa kan? Mari saya antar berkeliling, saya akan menunjukkan sesuatu yang lebih indah, saya sudah sangat mengenal tempat ini, dan yang paling indah adalah mansion bagian utara."


"Mansion bagian utara?"


"Ya, Tuan Will... Ehm Willi...am... membaginya menjadi 2, mansion selatan dan utara. Saya akan menemani anda. Mari."


Alis Harry terangkat.


"Aahh... Tidak perlu, terimakasih dan orang yang sedang saya tunggu sudah datang, dia yang akan menemani saya, dia adalah teman yang hebat." Harry tersenyum dan berjalan mendekat pada Alaris.


Axella melihat itu dan merasa sangat kesal.


"Kalau begitu mari kita bersama-sama pasti akan menyenangkan dan lebih ramai."


Axella antusias, bahkan dengan berani Axella menempelkan tubuhnya dekat dengan Harry.


Alaris memijit pelipisnya pelan.


Harry melihat bahwa Alaris semakin risih dan sudah jengah dengan tingkah tidak tahu diri Axella, apalagi wajah Alaris semakin dingin ketika ia melihat Axella menempel pada tubuh Harry, dengan cepat Harry mundur dan mendekat di sisi Alaris.


"Maaf, tapi aku tidak suka ramai, dan lebih suka berdua. Apa anda tidak peka? Saya ingin berdua saja dengan Alaris." Suara Harry lembut, tapi matanya menatap tajam penuh penekanan dan peringatan.


Axella terkejut dengan penolakan itu, ini pertama kalinya ada pria yang tidak terpengaruh dengan wajahnya yang ceria dan manja, Axella pun meninggalkan mereka dengan menangis, Axella berlari ke mansion selatan, masuk ke dalam kamarnya dan langsung menghamburkan dirinya di atas ranjang.


Sedangkan Alaris juga nampak terkejut, Harry memperlakukan Axella dengan lembut tapi juga dingin, dia begitu tenang dan tidak terpengaruh dengan apapun yang melekat dalam diri Axella.


'Aku kembali ingin melihat dan melihat lagi wajah tampan Harry, sikap nya yang tegas pada Axella dan memperlihatkan pada Axella bagaimana ia memperlakukan ku dengan baik membuatku sedikit merasa bangga, apakah ini perasaan seorang yang telah di sakiti dan di balut lukanya oleh orang lain? Aku tidak ingin membalas dendam, tapi perasaan ini tidak buruk bahkan menjadi jauh lebih baik.'


Harry terus menatap Alaris, dan jelas bagi Harry, bahwa Alaris sedang menghindari tatapan itu, membuat Harry tersenyum.


"Apa yang kamu pikirkan? Apa karena wanita itu?" Tanya Harry.

__ADS_1


Kemudian perlahan mereka berjalan menuju taman mansion utara.


Alaris masih diam.


"Maafkan aku Alaris, sebagai temanmu apa aku boleh memberikan sedikit pendapat?"


Alaris berhenti berjalan dan melihat pada Harry.


"Aku tidak mengerti dengan William, dia sudah memiliki berlian yang jauh lebih berharga dan cantik kenapa dia masih ingin mencari berlian yang lain, dan yang dia dapat justru bukanlah berlian, tapi hanya batu yang tidak berharga sama sekali. Aku rasa William sangat bodoh dan dungu, lebih tepatnya dia adalah seorang badjingan."


Alaris tertawa geli, bagaimana seorang bangsawan seperti Harry mengeluarkan kalimat umpatan yang kotor dengan sangat ringan di mulutnya.


"Jika dia tidak bisa menghargaimu, itu adalah sebuah kebodohannya dan sungguh itu sebuah hal yang sangat di sayangkan, biasanya badjingan memang memiliki mata yang buta."


Alaris kembali tertawa, secara tidak sadar semua kalimat Harry mewakili apa yang ada di dalam hati dan pikirannya.


Tapi ketika Alaris melihat pada wajah tampan yang dingin dan angkuh milik Harry, ia kembali teringat bagaimana rumor dan berita yang beredar tentang Harry. Manusia yang bahkan lebih kejam dari William.


"Alaris."


"Ya."


"Apapun yang terjadi, percayalah padaku, jika sesuatu terjadi tetaplah percaya padaku, dan jangan pernah mempercayai siapapun."


Alaris diam sejenak.


"Harry, setelah ku pertimbangkan dan ku pikir-pikir beberapa hari ini, ada baiknya jika aku meminta tolong padamu, untuk sedikit demi sedikit kita melakukan kerja sama, aku membutuhkan perlindunganmu..."


Harry tersenyum lebar.


"Aku akan melindungimu tanpa kamu minta."


"Maksudku adalah perusahaan Aldawn, aku memiliki firasat tidak baik, tapi aku tidak bisa meninggalkan Imperial Diamond begitu saja, karena semua jerih payahku juga ada di sana."


"Aku mengerti maksudmu Alaris. Emperor Grup akan menaungi perusahaanmu, bahkan kamu bisa berteduh di bawahnya."


"Akan ada perayaan keberhasilan Imperial Diamond yang sudah mencapai titik puncak bisnis, undangannya akan segera kamu dapatkan."


"Aku akan sangat senang jika kamu secara pribadi mengundangku dan bukan memakai nama perusahaan Alaris."


"Apa maksudmu?"


"Aku ingin kamu secara pribadi mengundangku dan memperkenalkan ku sebagai teman mu." Harry meraih tangan Alaris dan menggenggamnya.


Alaris terkejut dengan perlakuan itu, tangan Harry begitu besar, kuat dan sangat hangat. Alaris merasa ia sedang dalam genggaman Harry, bukan dalam genggaman yang menakutkan namun seperti kehangatan dan perlindungan.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2