
Beberapa hari berlalu, Alaris mulai duduk-duduk di taman menggunakan kursi rodanya di temani Samantha dan juga Emily.
"Nyonya, apa ada sesuatu yang tidak enak?" Tanya Samantha.
"Tidak, justru aku ingin bergerak lebih banyak, tapi Dokter mengatakan agar pelan-pelan dan bertahap untuk beraktifitas."
Emily kemudian mengambilkan cangkir yang berisi teh.
Alaris meminumnya.
Kemudian seseorang datang menemui Alaris, itu adalah pengawal kasti di sampingnya adalah seorang pria yang bertugas menjaga keamanan di Negara Vernecia.
"Maaf Nyonya, ada yang ingin bertemu, saya sudah katakan pada nya jika anda tidak bisa menerima tamu, tapi sepertinya ada sesuatu yang penting." Kata pengawal itu.
Samantha dan Emily berdiri di depan Alaris.
"Nyonya Alaris baru saja bangun dari koma selama 17 tahun jika ada sesuatu silahkan bicarakan pada kami." Kata Samantha.
"Tidak ada apa-apa Samantha, aku ingin tahu apa yang telah membawa seorang tentara Negara Vernecia sampai datang kemari, dan aku kenal orang ini." Kata Alaris.
"Katakan sersan Clief." Kata Alaris.
"Saya senang anda sudah bangun Nyonya, semua orang di Negara Vernecia sangat prihatin dan sedih mendengar anda mengalami koma yang sangat panjang, dan saya kesini sebenarnya karena mendengar siaran langsung Presiden Negara Slyvedonia Tuan Harry, lalu saya bertanya langsung pada Dokter Arthur beliau sedang merawat seorang pasien yang juga menjadi tahanan, ia adalah Tuan William, dan benar saja ternyata anda sudah sadar dari koma." Kata Sersan Clief.
Selama 17 tahun ini, semua orang bahkan di seluruh dunia tahu bahwa Alaris telah mengalami koma, Harry awalnya merahasiakannya, tapi karena banyaknya desakan dari orang-orang yang mencintai Alaris dan selalu bertanya dimana Alaris, apalagi setelah penyerangan itu saat dimana pernikahan Leon di selenggarakan.
Pada akhirnya suatu ketika Harry melakukan pers konferens, ia mengatakan jika Alaris sedang menjalankan perawatan karena sedang koma setelah melahirkan.
Semua orang di Negara Vernecia yang menjadi idola Alaris merasa sedih dan mengirimkan berbagai karangan bunga di sepanjang jalan Negara Vernecia, mereka mendoakan agar Alaris lekas sembuh.
Dan pada hari dimana Alaris sadar, Harry yang sudah berjanji pada rakyatnya di Negara Slyvedonia dan semua rakyat di negara Vernecia yang mengidolakan sosok Alaris, meminta untuk selalu di berikan kabar atas perkembangan kesehatan Alaris. Maka dari itu Harry melakukan pers konferens kembali, memberitahukan jika Alaris sudah kembali sadar dari koma nya.
"Tentu ini adalah kabar gembira dan sangat membuat keluarga kami begitu bersyukur, atas segala cinta dan doa dari kalian semua akhirnya, istri saya, Alaris Dwnye telah sadar dari koma nya."
Begitulah isi pers konferens Harry kala itu. Alaris kembali mengingat bagaimana suaminya melakukan siaran langsung di dalam kamarnya dan kamera hanya menyorot pada sosok tampan yang penuh wibawa itu.
"Terimakasih Sersan Clief, saat saya sudah siap, saya akan menyapa seluruh dunia." Kata Alaris.
"Jadi kedatangan saya kesini sebenarnya untuk mengantar kan ini." Clief menyodorkan sebuah kotak.
__ADS_1
Kemudian Samantha mengambilnya dan memeriksanya, tapi belum membuka isinya.
"Itu dari Tuan William, 3 tahun lagi masa tahanannya akan selesai, karena Tuan William selama di penjara memiliki sikap yang baik, maka Hakim memutuskan memberikan resesi 1 tahun, jadi tinggal 2 tahun lagi masa tahanan Tuan William." Kata Clief.
Alaris mengangguk.
"Lalu kenapa Dokter Arthur merawat William?" Tanya Alaris.
"Sebenarnya, beberapa bandit masih menganggu Tuan William, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya Nyonya, karena saya sudah berbicara seperti ini ketika anda barus saja bangun, tapi saya benar-benar tidak tahan melihat itu." Kata Clief.
Kemudian Alaris melihat ke arah Samantha dan Emily.
"Bisa kalian tinggalkan kami berdua." Pinta Alaris.
"Tapi Nyonya..." Samantha enggan tidak ingin pergi.
"Bukankah ini sudah tidak lagi menjadi urusan anda Nyonya!" Kata Emily.
"Jika Tuan Clief sampai jauh-jauh datang kemari tidak mungkin aku tidak memiliki sangkut paut dengan William, jika ada kaitannya denganku tentu saja ini menjadi urusanku Emily." Kata Alaris.
"Tapi... Anda baru saja bangun." Kata Emily.
"17 tahun aku beristirahat, aku tidak akan lagi sakit." Kata Alaris.
Setelah kepergian Samantha dan Emily, Clief mulai berbicara lagi.
"Saya tahu ini salah, mengadu pada anda, tapi saya harus melakukannya demi keadilan dan kemanusiaan."
"Katakan saja." Kata Alaris.
"Sepertinya Tuan Presiden dan Tuan Leon tidak benar-benar ingin melepaskan Tuan William." Kata Clief.
"Apakah kamu memiliki bukti berbicara seperti itu?" Tanya Alaris.
Kemudian Clief menyodorkan sesuatu, itu adalah foto dimana Leon menemui para bandit di dalam penjara.
"Semua sipir, di penjara tutup mata, tapi saya sangat mengenal Tuan William dan Nyonya Alaris ketika belum bercerai, kalian adalah pasangan yang di kagumi oleh rakyat Vernecia, saya mohon Nyonya hentikan Tuan Leon, jika anda membujuk Tuan Presiden pasti Tuan Presiden akan memberikan perintahnya pada Tuan Leon." Kata Clief.
"Saya harus mengetahui dulu, dan memeriksananya dengan hati-hati, apakah ada motif lain di dalam masalah ini, lagi pula berikan saya waktu juga karena Suami saya juga sedang berada di Negara Slyvedonia karena urusan kenegaraan." Kata Alaris.
__ADS_1
"Baik Nyonya, kalau begitu saya permisi, dan terimakasih karena anda sudah menerima saya di sini, semoga anda selalu dalam keadaan sehat." Kata Clief dan undur diri.
Tak berselang lama setelah kepergian Clief, dan Samantha lalu Emily datang, lalu dengan buru-buru dan dengan langkah besar Harry sudah tiba di kastil.
Alaris yang melihat dari balkon lantai pertaman tahu Harry berjalan dengan langkah penuh dan lebar di belakangnya beberapa pengawal keamanan berbadan besar juga menjaganya.
'Bagaimana dia datang di waktu yang sama, dan sangat kebetulan sekali.' Kata Alaris.
Kemudian Harry melepaskan Jasnya dan Zoland menerima itu, Harry memberikan kontak mata pada semua orang untuk meninggalkannya dan istrinya.
Alaris masih duduk di atas kursi rodanya.
"Sayang... Kamu kedatangan tamu?" Tanya Harry.
Mata Harry juga tertuju pada kotak yang ada di pangkuan paha Alaris, jemari lentik Alaris menekan tutup kotak itu.
Alaris masih bimbang apakah dia akan jujur atau tidak, jika yang baru saja menemuinya adalah Sersan Clief, dia adalah salah satu orang yang juga masuk dalam daftar kepercayaan William. Sersan Clief adalah orang yang berperan penting dalam keamanan Negara Vernecia, dan ia juga lah yang selalu mengamankan William di setiap William memiliki kegiatan di luar.
"Sayang kotak apa itu?" Tanya Harry.
Alaris masih di liputi dalam kebimbangannya, harus kah ia mengatakannya atau kah menyembunyikannya dan mengatakan bukan apa-apa?
Alaris masih diam membisu, sedangkan Harry yang berdiri di depan Alaris semakin bersikap dingin dan kaku.
"Tapi, wajahmu sangat pucat? Apa kamu merasa ada sesuatu yang tidak enak di badan?" Harry benar-benar cemas kali ini.
Harry tidak akan mendesak Alaris apakah Alaris akan berbicara atau tidak. Apakah Alaris akan berbohong atau berkata jujur, yang ada di pikiran Harry sekarang hanyalah kesehatan Istrinya.
Harry kemudian mengangkat tubuh istrinya dan membopong Alaris dari kursi rodanya.
"Harry...!" Pekik Alaris.
"Kamu kelelahan, aku akan mengatakan pada semua penjaga dan pengawal agar mereka memperketat penjagaan agar tidak ada sembarang orang yang bisa menemuimu." Kata Harry dengan tegas.
Harry membawa istrinya ke dalam kamar, sedangkan di sepanjang koridor Alaris menutupi wajahnya menggunakan kotak yang berwarna hitam dengan memeganginya menggunakan kedua tangannya.
"Aku malu." Kata Alaris.
"Kenapa harus malu? Bahkan aku bisa menciummu di sini istriku?" Kata Harry tersenyum lembut dan hangat.
__ADS_1
Pria itu masih berjalan dengan santai dengan menggendong istrinya.
bersambung~