
Axella sedang duduk dan mendesain gambarnya bersama dengan Leon.
"Apa kamu tidak butuh pelayan pribadi?" Tanya Leon.
Axella memiringkan kepala.
"Nyonya Alaris selalu membawa pelayan bersamanya, kamu sebentar lagi akan menjadi Nyonya di sini, apakah kamu tidak ingin memiliki pelayan pribadi juga?"
"Aku bisa membawa diriku sendiri. Aku sepertinya masih bisa merawat diriku sendiri, aku hanya butuh William, itu sudah cukup."
"Tapi Axella, jika kamu memiliki pelayan pribadi, ada sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan namun bisa di lakukan oleh pelayan."
"Apa itu?"
"Menjadi mata-mata." Kata Leon.
"Untuk apa?"
"Kamu tidak ingin tahu situasi mansion? Apa yang mereka bicarakan di belakangmu, apa yang mereka lakukan di belakangmu, mereka selalu bersikap manis di depanmu, tapi di belakangmu? Apakah mereka tetap menghormatimu? Apalagi yang kamu butuhkan adalah banyak informasi tentang Nyonya Alatis, dia sangat pintar dan bahkan bisa memimpin perusahaanya, apa kamu tidak takut jika suatu saat kamu di banding-bandingkan dengannya lalu dengan cara itu Nyonya Alaris membuatmu menjadi terlihat tidak berguna."
Axella merasakan kepalanya panas.
"Tidak boleh ada yang menganggap ku bodoh, aku akan menjadi Nyonya di sini, berarti aku juga setara dengan Alaris. Aku akan meminta nya pada William." Kata Axella.
"Aahh... Dan aku baru saja mendapatkan informasi dari pelayan di sini yang aku percaya, katanya Tuan William membelikan hadiah untuk Nyonya Alaris di hari ulang tahunnya, apa kamu mau lihat? Aku memiliki fotonya."
Axella mengangguk.
Leonk kemudian membuka ponsel pintar nya dan menunjukkan gambarnya pada Axella.
"Kalung itu sangat bagus." Kata Axella.
"Kamu tidak ingin memilikinya? Ini sangat mahal dan hanya ada 1 di dunia."
"Di dunia?"
Leon mengangguk.
"Kenapa William memberikan barang mahal seperti itu pada Alaris. Apakah dia masih mencintainya? Aku juga mau yang seperti itu."
"Ada yang jauh lebih penting dari itu, apa kamu tidak ingin membuat pesta itu semakin semarak? Bagaimana jika kamu memakai kalung yang sama dengan yang Tuan William berikan pada Nyonya Alaris?"
"Aahh... Semua orang akan menganggap Alaris ternyata tidak lebih penring dari ku, karena William juga memberikanku kalung yang sama." Kata Axella.
"Tepat."
"Tapi itu sangat mahal, aku tidak memiliki uang, dan tidak mungkin aku meminta pada William."
Kemudian Leon mengeluarkan kotak perhiasan dan membukannya.
Axella terbelalak dan terkesima melihatnya.
"Waaahh... Benarkah ini yang akan William berikan pada Alaris?" Kata Axella.
"Aku mendapatkannya daribseorang teman, ini asli bukan imitasi, jika kamu tidak percaya kamu bisa membawanya kepada orang yang faham berlian."
"Aku percaya, kamu tidak mungkin membohongiku."
__ADS_1
"Pakai itu dan tunjukkan pada semua orang."
"Tapi bagaimana jika dia tanya aku mendapatkan ini dari mana."
"Sebelum itu, mintalah beberapa jumlah uang, katakan padanya jika kamu ingin membeli sesuatu yang kamu sukai, aku yakin dia akan menurutimu.
Kemudian Axella menyimpan kotak perhiasan tersebut, dan mendatangi ruang kerja William.
Tok Tok Tok
Jason membuka pintu.
"Nona Axella?"
"Aku ingin bertemu dengan William."
"Silahkan masuk." Kemudian Jason pergi meninggalkan mereka.
"William aku butuh bantuan." Kata Axella.
"Apa itu? Katakan." Tanya William yang masih duduk di kursi balik mejanya.
Kemudian William mengambil tangan Axella dan mendudukkannya di pangkuannya.
"Aku butuh pakaian, aksesoris dan beberapa kebutuhan lain, aku melihat di televisi semua orang datang ke pesta dengan baju yang bagus."
"Bukankah aku selalu menyiapkannya untukmu, semua yang paling bagus, seperti pesta perayaan kemarin "
"Tapi aku ingin mempersiapkan diriku sendiri, aku ingin membuatmu dan orang lain terkesan, apalagi ini hari penting untuk Nyonya Alaris, aku juga ingin menyiapkan beberapa hadiah untuk nya."
William tersenyum.
"Aku hanya ingin menjaga agar kamu tidak kesusahan." Kata Axella.
"Belilah apa yang kamu butuhkan." William mengeluarkan black card dan memberikan pada Axella.
"Terimakasih, kamu yang terbaik. Tapi bolehlah aku meminta satu hal lagi?" Tanya Axella.
"Apa itu?"
"Aku butuh pekayan pribadi seperti Nyonya Alaris dan sopir untuk mengantar kemana aku pergi, aku tidak ingin terus-terusan merepotkanmu, dan lagi aku butuh teman berbicara." Axella tersenyum memohon, mata beningnya yang cerah membuat William tidak bisa berkutik.
"Sebentar lagi kamu akan mendapatkannya." Kata William.
"Terimakasih William, aku mencintaimu." Kata Axella mencium pipi William.
Sekali lagi Axella memeluk William dan pergi meninggalkan ruangannya dengan berlari-lari kecil sembari memandangi Black card yang ada di tangannya. Axella memutar tubuhnya karena kegembiraannya.
Sedangkan William terkejut dengan kalimat itu, baru kali ini dia melihat wanita yang seceria itu dan polos. Bagaimana bisa wanita itu terus saja mengambil hatinya.
Axella berlarian girang dan bernyanyi lalu memutar kan tubuhnya di koridor mansion.
"Senang ya?" Suara yang tak asing bagi Axella.
Axella berhenti berlari dan hanya berdiri gugup, dengan cepat Axella menyembunyikan Black Card yang ada di tangannya.
"Ke.. Kenapa kamu ada di sini." Mata Axella melotot dan tubuh ya gemetar.
__ADS_1
"Aku ada di sini karena kamu." Kata Greisy.
Axella bergidik ketika Greisy semakin mendekatinya, sedikit demi sedikit Axella berjalan mundur.
"Benar, kamu tidak lupa ingatan. Itulah kamu yang sebenarnya, licik, tidak tahu diri, tidak tahu malu, dan serakah." Kata Greisy.
"Kamu... Kamu tidak sepatutnya ada di sini! Aku akan mengusirmu! Aku nyonya di sini!"
"Cobalah jika kamu bisa." Kata Greisy maju selangkah lagi tepat di depan wajah Axella.
"Aku sedang menikmati rasa gelisahmu Axella. Aku menikmati wajah ketakutanmu, dan aku senang ketika kamu lemah seeprti anak kucing yang sakit. Bagaimana jika, aku katakan pada Tuan William, kamu adalah wanita jalangg yang miskin." Kata Greisy.
"Jangan ganggu aku! Pergi dari sini!" Teriak Axella mendorong Greisy.
Kemudian Axella berlari sekuat tenaga menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya.
"Sayangnya aku tidak bisa menyentuhnya selama Nyonya Alatis tidak mengijinkanku menyentuhnya, aku ingin sekali membunuhnya." Kata Greisy
Nafas Axella tidak terkontrol, kemudian Axella terpikirkan sesuatu.
Axella kemudian mencarinya, mengobrak-abrik seluruh kamarnya dan tidak menemukannya, wajahnya panik dan tubuhnya berkeringat karena gugup dan takut.
Almari berisi gaun dan baju yang sudah di tata rapi di keluarkan semua oleh Axella.
"Dimana aku simpan." Kata Axella.
Kemudian Axella membongkar tempat tidur disanalah ia ingat telah menyimpannya.
"Nomor telfon milik Reed." Axella terduduk di lantai.
Tok Tok Tok!
Pintu di ketuk, membuat Axella terperanjat, tubuhnya semakin gemetar.
"Kami pelayan pribadi dan sopir anda Nona Axella."
Axella membuang nafasnya lega.
"Masuk."
Kemudian 2 pelayan wanita masuk dan satu lagi seorang pria.
Melihat isi kamar Axella porak poranda para pelayan itu terkejut.
"Siapa nama kalian!" Tanya Axella dengan sombong.
"Saya gloria Nona."
"Saya Jenny Nona."
"Dan saya Alberto Nona."
"Apa kalian yang akan menjadi pelayan pribadiku?" Tanya Axella.
"Benar Nona, kami ditugaskan oleh Tuan William."
"Baiklah, suruh pelayan yang lain membersihkan kamar ku, dan kalian ikut dengan ku membeli sesuatu." Kata Axella.
__ADS_1
"Baik Nona."
bersambung~