
Tidak butuh waktu lama Alaris kembali tidur di dalam dekapan dan pelukan Harry, perlahan Harry melepaskan diri dan menaruh Alaris kembali.
Harry berjalan dan memakai kemeja serta celana, kemudian Harry kembali mencium Alaris dan pergi keluar.
Di luar kamar, Zoland dan Leon serta Brida sudah menunggu.
Harry mengernyitkan dahi dan alisnya.
"Sejak kapan kalian di sini." Tanya Harry.
"Sejak pagi Tuan." Sahut Zoland.
"Dimana kalian mengurungnya?" Tanya Harry
"Ada di ruang bawah tanah Tuan." Kata Zoland.
Harry kemudian berjalan dan menelusuri koridor dengan tubuh yang tegap dan berwibawa.
Setelah sampai di ruang bawah tanah, Zoland membuka pintu ruangan.
Kemudian seorang pengawal menaruh kursi untuk Harry duduk.
Terlihat seorang wanita yang hanya memakai pakaian dalam dan tubuhnya terlihat sangat mengenaskan, kedua tangannya di rantai ke atas, lehernya pun juga di rantai.
"Harry kamu datang..." Kata Yumna dengan lelah dan letih.
Yumna sudah tidak bertenaga, tubuhya penuh lebam, dan juga sangat kotor.
"Harry, tolong aku... Bawahanmu bertindak seenaknya dan di luar batas, ini sudah keterlaluan, aku akan melaporkan tindakan kriminal ini pada ayahku." Kata Yumna menangis.
Harry menaikkan alisnya.
"Ck... Ck... Ck... Zoland, apa yang sudah kamu lakukan padanya... Tidakkah tindakanmu ini terlalu menyiksanya, dia anak presiden." Ejek Harry dengan nada yang dingin dan merasa jijik pada Yumna.
"Astaga Zoland, dia artis papan atas, tapi sekarang terlihat seperti budak. Apa yang sudah kamu perbuat padanya? Kamu benar-benar tidak memiliki belas kasihan." Kata Leon memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.
Harry membenarkan duduknya dan menyilangkan kakinya, ia menyedekapkan tangan di depan dada.
"Saya hanya memberikan apa yang dia inginkan tuan, menyalurkan hasratt birahhi nya. Para bandit sangat menyukainya, Yumna menjadi santapan yang menyenangkan untuk mereka." Kata Zoland.
"Kamu sungguh biadab Zoland!" Teriak Yumna.
"Justru kamu beruntung karena Zoland yang mengurusmu, dan bukannya aku yang bertindak Yumna, jika aku yang bertindak, mungkin kamu sudah hilang di makan hiu atau singa." Kata Harry.
Brida menggigit bibirnya dan menutupi mulutnya, ia merasa sangat benci pada Yumna, namun tampilannya sekarang benar-benar sudah sangat memalukan.
"Kamu bisa pergi jika tidak tahan." Bisik Leon pada Brida.
Kemudian Brida menggelengkan kepala.
"Aku akan tetap di sini."
__ADS_1
"Tuan, pengawal yang membantu Yumna masuk ke dalam kastil Emperor sudah tertangkap." Kata seorang pengawal.
"Buang dia kelaut, atau jadikan makanan peliharaanku." Kata Harry.
"Tuan!!! Saya mohon ampuni saya, saya terpaksa, karena Nona Yumna mengancam saya bahwa ia akan membunuh semua keluarga saya Tuan, maafkan saya." Kata sang pengawal.
"Seharusnya kamu tahu siapa yang harus kamu takuti, kamu meremehkanku. Berikan peliharaanku cemilan malam ini." Kata Harry.
"Kamu iblis!" Kata Yumna.
Harry tersenyum sinis dan sangat menakutkan.
Brida melihat pada Harry, bagaimana orang dengan kekejaman seperti iblis bisa bertekuk lutut pada majikannya, bagaimana bisa iblis neraka ini bisa berlutut pada seorang malaikat seperti Nyonya Alaris.
"Kamu akan tetap di sini sampai aku memutuskan apa kah kamu berguna atau tidak, berdoa lah kamu bisa berguna untuk menjadi pionku, karena jika tidak kamu lah santapan para peliharaanku berikutnya."
"Aku minta maaf Harry, aku tidak akan menganggu Alaris lagi, tolong lepaskan lah aku." Kata Yumna.
"Terlambat." Kata Harry.
Kemudian Harry pergi meninggalkan ruangan itu diikuti oleh yang lainnya.
Mereka kini ada di ruangan kerja, dan mulai membahas masalah Perusahaan.
"William masih berada di kantor polisi, dan di luar sangat berisik memberitakannya. Jika Nyonya Alaris bangun dan melihat beritanya, semoga Nyonya tidak terkejut." Kata Zoland menyerahkan tabletnya.
Harry melihat tablet yang berisi informasi tentang William.
"Sayangnya, ketika polisi menyerbu mansion milik Roberto, pria tua itu sudah kabur." Kata Zoland.
"Dimana?
"Negara Amarka." Kata Leon.
"Jadi, disana dia akan menyembunyikan semuanya." Kata Harry.
"Selagi William sibuk di penjara, giring lagi pion selanjutnya untuk membuat wanita rendahhan itu menikmati kesibukannya, lalu giring Reed agar terus meminta uang pada Axella, semakin bertumpuk semakin bagus. Lalu tagih hutang Axella yang pernah meminjam pada Leon, ini bukan masalah uang, namun aku ingin dia merasakan dan sadar bahwa dia berurusan dengan orang yang salah. Dia harus menikmati siksaan yang ku berikan ini, dia juga harus ingat siapa dia yang sebenarnya." Sambung Harry.
"Kabar terakhir Axella sudah mengalami gejala depresi." Kata Leon.
"Bagus, pion kali ini pasti akan lebih menyenangkan untuk di saksikan." Harry terlihat dingin dan serius.
"Siapa dia?" Tanya Brida.
"Ayah kandung Axella." Kata Zoland menimpali.
"Ba... Bagaimana bisa?" Tanya Brida.
"Axella sudah di jual oleh ayah kandungnya pada Reed sejak masih kecil." Kata Zoland.
"Kemudian keluarkan Greisy saat persidangan William, agar pria itu mendekam di penjara semakin lama."
__ADS_1
"Apa anda ingin menuntunya dengan penjara seumur hidup."
"Aku ingin, tapi itu tidak menyenangkan, aku ingin melihatnya keluar dengan hidup yang berantakan, entah itu keuangan, ataupun masalah keluarganya, aku lebih suka melihatnya sekarat di luar penjara. Itu jauh lebih menyiksa di bandingkan dia mendekam di penjara, tapi untuk saat ini aku ingin menyiksanya di dalam penjara. Kirim beberapa Bandit bandit Negara Vernecia agar masuk ke dalam penjara dan bermain dengan William." Kata Harry.
Brida kali ini paham, ternyata Harry memanglah sosok yang sangat kejam, ia iblis, tidak memiliki belas kasihan. Yang Brida takutkan adalah jika Nyonya Alarisnya mengetahui apa yang sudah Harry lakukan, apakah majikannya akan tetap berdiri di sisi Harry.
"Tuan Harry, Dokter Arthur sudah sampai." Kata Zoland.
Kemudian Zoland membuka pintu dan Arthur masuk.
"Bagaimana keadaan Nyonya Alaris?"Tanya Arthur.
"Dia sudah bangun." Kata Harry yang wajahnya sedikit memerah, kemudian Harry memalingkan wajah.
"Saya sudah menelitinya, obat itu sangat berbahaya, apalagi jika di konsumsi terus menerus." Kata Arthur.
Semua menatap dengan serius pada Arthur.
"Itu akan mempengaruhi kesehatan vital, lalu kesehatan hormon, dan bisa membuat seseorang impottenn." Kata Arthur.
Setelah mendengarkan penjelasan Arthur dengan serius, semua pandangan dan mata tertuju pada Harry.
"Aku hanya meminumnya sedikit, dan efeknya sangat luar biasa." Kata Harry.
"Anda harus melakukan check up berkala Tuan Harry." Kata Arthur.
"Aku sehat, dan jangan bahas tentang ini lagi." Namun wajah Harry mengatakan hal lain, ia cukup khawatir dengan fakta yang telah Arthur ungkapkan.
"Alaris ingin segera memiliki bayi, aku tidak mau mengecewakannya. Apalagi semua orang masih percaya pada gosip yang di buat Axella, jika Alaris tidak dapat hamil."
"Kalau Anda tidak mau melakukan check up agar Nyonya Alaris tidak khawatir, saya akan meresepkan obat khusus."
"Itu mungkin lebih baik."
Harry mengepalkan tangannya dengan keras dan wajahnya begitu tidak senang.
"Zoland." Panggil Harry.
"Ya Tuan."
"Kirim pengawal rahasia ke pasar gelap, hancurkan semua obat terlarang." Kata Harry.
Zoland, Leon, dan Arthur bahkan Brida terkejut dengan keputusan Harry.
"Pasar gelap adalah tempat yang paling susah kita takhlukkan Tuan, semua bangsawan akan diam-diam bersatu melawan mu jika anda menghancurkannya."
"Aku tidak takut, aku masih mampu melawan mereka semua, tapi, yang aku bilang hancurkan bukan pasar gelapnya, tapi obatnya." Kata Harry.
"Cari pembuat dan peracik obat itu, lalu musnahkan." Kata Harry.
"Baik Tuan." Sahut Zoland dan pergi.
__ADS_1
Semua tahu jika Harry adalah pria yang kejam dan tidak kenal takut, ia seolah titisan iblis neraka yang tanpa ampun dan belas kasihan.
bersambung~