
Axella bersenandung sembari melipat pakaian-pakaian mungil, itu adalah baju-baju bayi yang ia beli semalam, Franz membantunya berbelanja dan Axella mengelilingi semua toko hingga memborong seluruh pakaian anak laki-laki.
Franz masih berdiri di dekat pintilu, melihat Axella yang penuh kegembiraan.
'Apa dia sama sekali tidak khawatir dengan suaminya yang sudah di penjara?' Batin Franz yang penasaran.
"Franz ini mungil dan menggemaskan bukan?" Tanya Axella sembari menjembreng pakaian bayi laki-laki.
"Ya Nyonya itu sangat lucu, anak anda akan sangat tampan dengan pakaian-pakain mahal itu." Kata Franz.
'Nyonya Axella memiliki wajah polos dan senyuman yang indah, itu juga murni dan alami, pantas saja Tuan William terpikat. Tapi jika melihat latar belakangnya dan masa lalunya itu sangat disayangkan, wajahnya sangat cantik. Pantas saja bangsawan itu mengurungnya dan menjadikannya pemuasnya, jika itu aku, aku juga akan mengurungnya dan tidak ada seorang pun boleh melihat kecantikannya.' Batin Franz.
"Hari ini aku ingin belanja lagi... Kamu harus bersiap Franz." Kata Axella
"Baik Nyonya."
'Tapi aku di sini bukan untuk memujanya, aku kesini untuk mencari tahu kemana dan dimana adikku, ada sesuatu yang tidak beres di mansion ini.'
Axella kembali bersenandung dan ponselnya bergetar, ia melihat siapa yang menelfonnya.
Itu adalah Reed. Axella melihat pada Franz yang masih berjaga.
'Dia tidak akan membuka mulut, semua bawahan akan selalu takut pada majikan, nyali mereka ciut.' Batin Axella.
"Ya." Jawab Axella.
"Aku menagih sisa pembayarannya."
"Tunggu aku di tempat bisa." Kata Axella, yang terpaksa mengatakan itu agar Reed tidak terus menerus menghubunginya.
'Bagaimana ini, aku sudah kehabisan perhiasan, uangku juga tidak akan cukup, jika aku tidak memberikan uang pada Reed, dia pasti akan membuatku kesulitan.'
Wajah Axella nampak kebingungan.
"Nyonya apa anda sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Franz.
"Aa... Sebetulnya aku... Apa kamu tahu dimana aku bisa menjual barang antik?" Tanya Axella.
"Ya, saya tahu Nyonya."
"Bagus. Bersiaplah kita harus pergi." Kata Axella.
Kemudian Axella mengajak Franz ke sebuah ruangan, mereka berjalan cukup jauh dari mansion, kemudian Axella membuka pintu ruangan itu. Bangunan yang terpisah dari mansion. Ruangan itu cukup bersih. Mungkin adalah gudang, sampai sekarang Axella belum tahu kenapa William menyimpan benda antik itu di gudang.
Axella membuka tudung yang menutupinya dan kain putih itu jatuh.
Sebuah patung kaca.
"Ini mirip Alaris, di simpan di sini berarti tidak berharga daripada memenuhi ruangan aku ingin menjualnya." Kata Axella.
"Tapi Nyonya ini sangat mewah, bahkan perhiasan itu menempel di patungnya."
"Maka nya, perhiasan itu tidak bisa diambil, jika aku menjualnya itu akan lebih menghasilkan daripada mengonggrok di sini."
Franz menyentuh setiap perhiasan yang melekat pada patung kaca itu.
"Apakah perhiasan-perhiasan ini di lem? Bagaimana mereka bisa menempel kuat, dan ini pasti sangat mahal, Blue Diamond begitu terkenal, apakah ini asli Nyonya."
"Kita akan lihat apakah ini asli atau palsu. Apa kamu punya ide, menggunakan apa kita membawa patung ini?"
__ADS_1
"Saya akan mencari truk, teman saya memilikinya." Kata Franz.
"Bagus. Lakukan pekerjaanmu sekarang, jika sudah selesai hubungi aku." Kata Axella.
"Baik Nyonya."
Franz kemudian menghubungi temannya, dan tak berapa lama temannya datang, tentunya setelah Franz mengatakan pada penjaga depan harus membuka pintunya karena itu adalah ijin dari Nyonya Axella.
"Hey... Mike."
"Hallo Franz..."
"Kamu terlihat bagus dengan pakaian itu, pekerjaan yang mapan ya?" Tanya Mike.
"Sudahlah, bantu aku mengangkat sesuatu."
Kemudian Franz membawa Mike masuk, dan patung kaca itu bersinar, sangat silau karena cahaya yang masuk menyinarinya.
"Astaga!!!" Pekik Mike karena matanya sakit dengan kilatan cahaya itu.
"Aku belum pernah melihat patung seindah ini, Nyonya Alaris terlihat dingin dan seperti berlian yang mahal. Tidak dapat di sentuh karena terlalu silau." Kata Franz.
"Aku mendengar itu Franz, ada rumor mengatakan bahwa Patung ini dari Suaminya yang kedua." Bisik Mike.
"Bagaimana kamu tahu?" Tanya Mike.
"Temanku pernah bekerja di sini sebagai pengawal dan akhirnya dia di pecat, karena kemalangan nasib Tuan William yang bangkrut dan mendekam di penjara."
"Apa temanmu mengenal adikku?" Tanya Franz.
"Tidak, aku tidak tahu, kamu bisa menanyakannya sendiri jika kamu mau."
"Sekarang kita selesaikan dulu pekerjaan ini, nanti akan ku ajak kamu menemuinya " Mike mulai mengangkat patung itu.
Franz juga mengangkatnya.
"Ini sangat berat." Kata Franz.
"Hampir seluruhnya di tutupi berlian biru. Tapi, ngomong-ngomong kemana kita akan membawa ini, semoga kita tidak di hadang perompak, bisa habis kita."
"Nyonya ingin menjualnya, dan aku berencana untuk membawanya ke pasar gelap."
"Wooh... Memang tragis." Kata Mike.
"1 2 3 angkat!!!" Teriak Franz.
Kemudian Mike dan Franz mengangkatnya ke atas truk.
"Apanya yang tragis?" Tanya Franz sambil terengah.
"Ya... Kita semua tahu kisah cinta para Tuan Kaya ini, Nyonya Alaris menjadi korban ketidak adilan, dan sekarang hukuman seolah telah menanti Tuan William, ternyata dia dan ayahnya adalah dalang kecelakaan orangtua Tuan Harry dan Orang tua Nyonya Alaris, sungguh malang, untung lah Nyonya Alaris bercerai dengan Tuan William, bagaimana jika kisah cinta mereka berlanjut." Mike juga menarik nafas panjang, karena setelah mengangkat patung itu yang sangat sangat berat. Nafasnya masih terengah.
Franz hanya diam.
"Apa kamu masih belum menemukan informasi apapun tentang keberadaan Gloria?" Tanya Mike.
Franz menggelengkan kepala.
"Tenang saja adikmu pasti baik-baik saja." Mike menepuk punggung Franz
__ADS_1
"Panggil Nyonya mu sebelum kita kemalaman, jalan menuju pasar gelap sangat tidak bersahabat." Kata Mike.
Franz mengangguk dan pergi.
Perjalanan itu memakan waktu 3 jam, Axella duduk dengan rasa tidak nyaman, entah mengapa perutnya yang menginjak bulan ke 7 terasa lebih sering mulas.
"Nyonya wajah anda pucat, apakah anda baik-baik saja?" Tanya Franz.
"Ya, aku tidak masalah, ayo cepat turunkan barangnya."
"Baik Nyonya, tapi sebelum itu, barangnya harus di daftar agar masuk ke tempat lelang, mungkin nanti malam baru bisa di lelangkan."
"Jadi tidak bisa langsung di bayar?" Tanya Axella.
"Tidak nyonya, kita harus mencari penginapan di sini dulu." Kata Franz.
"Astaga... Tapi aku... Tidak mempunyai banyak uang, aku kehabisan uang." Kata Axella.
"Astaga.... Saya akan bertanya pada teman saya, apakah dia bersedia membantu." Kata Franz.
Kemudian Franz keluar dari mobil, entah apa yang mereka bicarakan, tapi Axella benar-benar ingin merebahkan dirinya, perutnya terasa mulas lagi.
"Anakku, kamu baik-baik saja kan? Sebentar lagi kita pulang, ibu sedang mencari uang agar kita tetap bisa tinggal di mansion besar itu." Kata Axella menenangkan bayinya yang ada di dalam perut, dan itu juga untuk menenangkan dirinya sendiri jika ia akan baik-baik saja.
Kemudian Franz masuk lagi ke dalam mobil. Franz memutar keoala dan bicara pada Axella.
"Mike akan menunggu barangnya sampai di lelang, kita akan pulang Nyonya, kalau pun mau di jual di toko lain, sepertinya mereka tidak sanggup membeli, hanya dengan diikutkan di lelang pasar gelap, akan mendapatkan harga yang sesuai, dan yang membeli adalah para bangsawan berduit." Kata Franz.
"Baiklah itu lebih baik, ayo pulang sekarang." Kata Axella.
Dalam perjalanan pulang, ponsel Axella terus saja bergetar, dan itu adalah Reed.
Axella kemudian mengangkatnya.
"Kamu berisik sekali!!!" Teriak Axella yang menahan perutnya, mulasnya semakin menjadi, keringatnya semakin menetes sebesar jagung.
"Di mana uangku, aku sudah menunggumu sampai tubuhku kering karena kepanasan!!!" Teriak Reed.
"Aku... Akan berikan... Aku sedang mencarinya, jangan membuatku kesal." Kata Axella terengah karena perutnya semakin mulas.
"Jika kamu tidak memberikan uangnya, aku akan memberitahu pada Jason.... "
"Jangan membuatku semakin stress!!! Kamu badjingan!!! Perutku semakin mulas jika kamu membuatku stress!!!" Teriak Axella.
"Kamu harus tepati janji atau mayat itu akan ku kembalikan ke kamarmu!!!" Bentak Reed.
"Jika kamu berani, kamu juga akan terseret karena menghilangkan jejak mayat pelayan itu dasar bodoh!!!" Axella kelepasan, pikirannya dipenuhi dengan rasa sakit di perutnya.
DEG
'Mayat pelayan? Siapa yang dia maksud dengan menghilangkan mayat pelayan, apa mereka membicarakan tentang mayat karena pembunuhan, mereka membicarakan tentang menghilangkan jejak mayat. Kenapa perasaanku menjadi tidak karuan, jantungku seperti akan meledak, lalu pelayan yang mana yang telah mereka bunuh.'
Franz meremas kemudi stirnya, dadanya naik turun, berdesir dan terasa sangat panas, wajahnya juga sudah memanas, feelingnya tidak bagus, perasaannya semakin berkecamuk.
"Aaarrggg Perutku sakittt!!! Tolong bawa aku lebih cepat Franz!!! Aarggggg!!!!"
Franz hanya diam, pikirannya melampau jauh memikirkan mayat siapa yang sedang Axella sembunyikan. Sedangkan Gloria sampai sekarang belum juga memberi kabar.
bersambung~
__ADS_1