
Semua orang pun bertepuk tangan, Namun tidak untuk William, wajah pria itu berkedut, dan menerka apa rencana Harry sebenarnya.
"Nona Axella, benarkah anda teman masa kecil saya?"
"Te.. Tentu saja."
"Apakah orang tua anda juga meninggal karena kecelakaan di Negara Slyvedonia? Yang sekarang tempat kecelakaan itu telah menjadi taman?"
"Ya.. Orang tua saya meninggal di sana, saya yatim piatu sejak kecil."
"Lalu apa anda ingat, rumah sakit mana anda di rawat? Dan di sanalah kita bertemu?"
"Sa.. Saya agak lupa, memori saya hilang, karena benturan di kepala saya akhir-akhir ini."
"Teman kecil saya adalah cinta pertama dan terakhir saya Nona Axella." Kata Harry meyakinkan.
“Meskipun saya sudah menemukan anda yang sebagai teman masa kecil saya, tapi saya hanya menganggap andai sebagai teman saya Tuan Harry, karena saya sudah menjadi milik Tuan William, sebentar lagi kami akan segera menikah, jadi maafkan saya karena saya menolak cinta anda, saya harap anda juga tidak tersinggung, dan kita akan tetap berhubungan baik sebagai teman."
Axella melempar senyuman kebanggaan, semua orang bertepuk tangan dan memberikan selamat, sebagian lagi berbisik-bisik tentang pernyataan Axella.
Alaris memijit pelipisnya.
"Dia berjanji tidak akan berbuat onar." Kata Alaris.
"Sepertinya Axella menikmatinya, dia merasa menjadi Icon malam ini, merasa paling penting di sini ." Kata Brida.
Axella kemudian melempar senyuman manja yang bangga saat dia berbicara, sementara Harry mengangkat kedua alisnya dan tersenyum sinis. Seolah-olah waktu membeku ketika mereka saling menatap. Lalu Harry tertawa terbahak-bahak.
Axella tersentak. Tampaknya Harry adalah pria yang tidak bisa di bohongi oleh siapapun, dan seperti nya Harry dengan sangat mudah membaca kebohongan Axella dan tipu muslihatnya, dia menganggapnya menyenangkan tanpa henti, seperti sedang mempermainkannya.
"Baiklah, anda harus mengingat ini Nona Axella. Jadi, teman masa kecil saya, dia memiliki nasib yang sama dengan saya. Kakak saya dan orang tua saya meninggal di salah satu jalan yang ada di Negara Slyvedonia yang sekarang jalan itu saya tutup dan saya jadikan taman yang di beri nama The Hills Garden." Harry melirik pada Alaris.
Mendengar pernyataan Harry, tubuh Alaris terhuyung.
"Apa Tuan Harry mengetahui jika Axella berbohong?" Bisik Brida.
"Saya tidak tersinggung sama sekali Nona Axella. Tetapi bagaimana jika anda membohongi saya?"
__ADS_1
"Anda tidak dapat menyangkalnya Tuan Harry, karena orang itu adalah saya, dan saya sangat percaya diri."
"Saya percaya, tapi jika anda terbukti berbohong saya akan sangat marah."
Axella menegakkan wajahnya dan mendongak pada Harry, melemparkan senyuman polosnya.
"Astaga, semua orang pasti tidak akan percaya jika dia tersenyum seperti itu, bahwa sebenarnya dia adalah rubah betina, dia benar-benar sangat berani dan bodoh." Kata Brida.
"Ingat ini Nona Axella. Tempat itu terjadi kecelakaan 3 kali berturut-turut. Pertama orang tua saya, kedua orang tua teman masa kecil saya, dan yang ketiga adalah kakak laki-laki saya yang bernama Hendric Mac Linford, dia mengalami kecelakaan yang sama setelah menikahi istrinya tepat di jalan itu juga."
"Pada saat itu, media juga memelintir berita, semua media menganggap saya lah dalang dari kecelakaan itu, saya menginginkan hak waris satu-satunya dan tidak akur dengan kakak saya, yang sebenarnya adalah saya dan kakak saya bahkan rela saling berkorban. Jadi saya mengundang media yang ada di pihak saya untuk mengklarifikasi semuanya."
"Begitu pula teman masa kecil saya, media yang bekerja sama dengan dalang kecelakaan tersebut memelintir berita dan menjadikan teman masa kecil saya sebagai kambing hitam, menjadi depresi dan trauma. Motifnya sama, dalang itu menginginkan berlian yang ada di tanah milik kami."
Semua orang yang ada di dalam gedung menjadi ricuh dan saling berbisik.
"Nona Axella, apa sebenarnya motif anda mendekati saya, apa motif anda mengaku sebagai teman masa kecil saya, semua orang juga tahu 3 kecelakaan berturut-turut itu hanya terjadi di keluarga Mac Linford dan yang satunya lagi adalah keluarga dari Nona Alaris, Dwyne."
"Axella berfikir dia bisa menipu Tuan Harry dengan kecantikannya." Ledek Emily.
Wajah Axella pucat pasi, ia kemudian melirik dan melihat semua kerumunan menjadi membicarakannya, Axella menjadi takut melihat orang-orang yang mencercanya, bahkan media meliputnya dengan siaran langsung.
Axella melihat dan mencari-cari dimana Leon, dialah yang memberikan informasi tentang teman masa kecil Harry, dia lah yang menyarankan Axella untuk mendekati Harry dan mengaku menjadi teman masa kecil Harry.
Harry kemudian mendekati Alaris dan menggapainya.
"Kamu ingat? Aku adalah anak yang ada di sampingmu saat masa-masa sulit itu, ketika kita berada di rumah sakit yang sama. Aku berjanji padamu akan membalaskan dendam kita suatu hari nanti saat aku sudah dewasa."
Ekspresi Alaris membeku, diam membatu, namun air matanya menetes di kedua pipinya.
"Terimakasih." Kata Alaris entah apapun yang ada di dalam perasaan nya sekarang hanyalah kelegaan.
Yang Alaris pikirkan adalah tempatnya berlindung masih miliknya, Harry Mac Linford masih miliknya. Kemudian Harry memeluk Alaris dan berbisik.
"Kamu harus selalu percaya padaku, apapun yang akan ku lakukan nanti." Kata Harry.
Alaris mengangguk pelan.
__ADS_1
"Anda benar-benar tidak memiliki kesopanan dan privacy Tuan Harry." William maju dan mendekat pada Axella.
Entah untuk menyelamatkan Axella atau menyelamatkan reputasi dan wajahnya sendiri, karena Axella sudah menyebutkan jika dirinya akan menikah dengan William.
“Apa maksud anda? Apa saya salah untuk menunjukkan bahwa orang yang mengaku sebagai teman masa kecil saya ternyata hanya berbohong? Apakah tidak sopan bagi saya untuk memprotes ketika saya tahu bahwa sebenarnya dia menipu saya?"
"hati-hati dengan mulutmu!" Kata William.
"Katakan itu juga pada selingkuhanmu!" Kata Harry.
Mata Axella melebar dan membulat penuh, sementara Harry menatap William dengan dingin.
"Aah.. Apa anda yang menyuruhnya untuk menipu saya? Bukankah saya pemilik berlian terbesar di dunia? Saya ingat anda adalah orang terakhir yang menghubungi Stevanus Betrand pada akhirnya Stevanus ayah Catriana meninggal secara mendadak. Tidak sampai di sana anda menghubungi kakak ipar saya Catriana dan mengajaknya bekerjasama, mengajaknya melarikan diri bersama anda, namun anda tidak berhasil menghasut Catriana, sebelum akhirnya terjadi mengalami kecelakaan bersama Hendric." Seringai Harry naik.
"Harry! Tuduhan palsu mu bisa saya laporkan!" Teriak William
Meskipun William marah, namun Harry tidak terkesan sama sekali, bahkan tidak merasakan takut sedikitpun.
"Axella pasti hanya salah mengingat dan mengira anda adalah teman masa kecilnya, dan jangan mencapur adukkan bisnis dan masalah pribadi." Kata William
"Astaga, ternyata Axella mempunyai otak yang buruk?Bahkan seluruh dunia tahu bahwa kecelakaan itu hanya terjadi 3 kali dan hanya 2 keluarga, sedang dia tidak tahu. Jika kecerdasannya adalah masalahnya, maka saya akan mengakui kesalahan saya."
Dalam sekejap, suasananya berubah buruk.
"Aku memercayainya karena kupikir seorang wanita yang akan menjadi istri Tuan William tidak akan berbohong, dan aku menghabiskan sepanjang waktu untuk menghormatinya." Kata-kata Harry semakin tajam.
"Sudah cukup Harry!"
"Tentu saja saya sudah tahu bahwa teman kecil saya adalah Nona Alaris, tapi saya hanya diam dan menunggu agar Nona Alaris tahu dengan sendirinya, dia memiliki kenangan trauma dan saya tidakningin menyakitinya, namun tiba-tiba con istri anda mendekati saya dan bilang jika dia adalah teman masa kecil saya, apa itu semua lelucon? Anda mengundang aaya ke sini untuk menerima lelucon dari calon istri anda?"
"Dia... Aku belum melamarnya, jangan sembarangan." Kata William.
"William! Apa yang kamu katakan! Kamu berjanji akan menikahiku, aku mengandung anak darimu!"
Pesta mewah yang awalnya berjalan dengan sangat bahagia, kini pecah menjadi drama keluarga yang di liput secara live oleh media yang di bawa Harry.
bersambung~
__ADS_1