
Saat itu setelah jam pelajaran, Chia akhirnya berlatih dengan semua anggota Club seni, mereka akan mementaskan teater.
Saat itu naskah sudah selesai, dan mereka mendapatkannya dari seorang senior di universitas Amarka, satu komplek dengan sekolahan mereka. Senior itu adalah anggota aktif Club teater di Kampusnya.
Chia sedang berlatih beradu peran dengan Zadith, saat itu Chia begitu kaku dan grogi apalagi akan ada adegan berciuman dengan Zadith, yang paling dia pikirkan adalah bahwa ia belum pernah berciuman sama sekali.
"Aa... Aku... Aku..." Chia terbata-bata dalam mengucapkan dialognya.
"Chia... Chia...Chia... Berapa kali lagi kamu akan terus kaku seperti robot!" Panggil Mrs Merry.
"Pementasan akan berlangsung setengah bulan lagi, dan kalian harus sudah bisa saling memiliki Chemistry dalam adegan romeo dan juliet, silahkan kalian berlatih di rumah." Kata Mrs Merry.
"Mrs Merry, aku tidak bisa melakukannya!" Teriak Chia.
Semua anggota Club melihat pada Chia.
"Kalau tidak bisa melakukan nya silahkan keluar dari Club seni!" Kata Mrs Merry.
Chia hanya diam dan Valery menepuk bahu Chia.
"Apa perlu kami ajari?" Kata Valery.
"Kamu tahu kan aku dan Sammy adalah pasangan paling hot dan romantis, kalian bisa datang ke apartmenku dan melihat bagaimana caranya bermesraan." Kata Valery.
Zadith berdehem dan menutup wajahnya yang merah, melihat Sammy memeluk Valery dari belakang.
Belum lagi pikiran Zadith yang masih tidak sehat setelah peristiwa terkurung di dalam almari dengan Chia dalam keadaan telanjang.
"Kurasa tidak!" Kata Chia berteriak.
Jam sekolah sudah usai, Mrs Merry dan anggota Club lainnya juga sudah pergi, Chia duduk lesu di atas lantai dengan memegangi naskahnya.
Zadith kemudian duduk bersila di depan Chia.
"Kamu mau kita belajar berdua?" Tanya Zadith.
"Aku tidak mau gagal dalam pertunjukan perdanaku." Sambung Zadith lagi.
"Dimana kita akan berlatih? Di sini pasti akan banyak yang melihat. Aku akan malu." Kata Chia.
"Kerumahmu." Kata Zadith.
"Ru... Ru... Ru.. Mahh.. Ku..." Kata Chia gagap.
"Ya. Jika ke apartmenku pasti kamu akan lebih canggung, kamu juga tidak akan mempercayaiku." Kata Zadith.
"Ta... Ta.. Tapi... Kakak... Kakak-kakakku mereka akan marah jika aku membawa laki-laki ke rumah, dan sudah pasti akan membunuhmu." Kata Chia.
Zadith berfikir sejenak.
"Bagaimana jika aku menyamar menjadi wanita?" Tanya Zadith.
"Apa!!!" Chia hampir mati syock dengan pernyataan Zadith.
'Apa otaknya konslet? Apa dia gila? Bukankah dia laki-laki yang memandang tinggi harga dirinya?'
__ADS_1
"Aku tidak mau penampilan di club perdanaku gagal, aku pindah ke sekolah ini dengan susah payah, semua itu karena keluargaku sangat menentang aku hidup sendiri dan keluar dari rumah." Kata Zadith.
"Kamu keluar dari rumah?"
"Ya, ada sebuah tekanan mental, jika aku terus berada di lingkungan itu, entah apa yang akan ku perbuat, mungkin aku akan membunuh mereka semua." Kata Zadith.
Chia memandamg ngeri.
"Aku bercanda." Zadith tersenyum.
"Bagaimana? Aku akan menyamar menjadi wanita, lagipula, wajahku belum memiliki banyak otot pria, pasti akan natural."
"Apa kamu yakin?"
"Yakin ataupun tidak yang jelas aku tidak ingin gagal dan mereka membawaku kembali pulang, hanya dengan aku bisa memberikan sesuatu pentas yang sukses maka keluargaku akan mengijinkanku tetap sekolah di sini, itu adalah pencapaian yang harus ku ambil, apalagi aku sudah berjanji tahun pertama aku harus memberikan prestasi jika gagal aku akan di suruh pulang." Kata Zadith.
Chia memikirkannya sejenak. Permasalahannya mirip dengan dirinya yang ingin bebas. Apalahi dia sangat tertekan saat sekolah di sekolahan khusus bangsawan.
"Baiklah, karena ini menyangkut hidupmu aku akan membantumu!" Chia tersenyum dan mengangguk sembari menepuk bahu Zadith.
Kemudian Zadith melihat tangan Chia di bahunya dan Chia menarik tangan Zadith untuk berdiri.
"Ayo...!" Ajak Chia.
"Kemana!?"
"Tentu saja mencari pakaian wanita dan Wig nya." Kata Chia.
Zadith menurut ketika tangannya di tarik oleh Chia keluar dari sekolah dan berbelanja.
"Astaga... Nekad sekali." Zadith menutupi wajahnya ketika melihat bentuk dirinya dari pantulan kaca.
"Astaga... Apa ini benar." Kata Zadith.
Tok Tok Tok!
"Hey! Sudah belum?" Bisik Chia dari balik pintu.
"Entahlah aku tidak yakin tentang ini."
Karena Chia tidak sabar, kemudian ia langsung masuk ke dalam ruang ganti.
Matanya di kejutkan oleh tampilan Zadith.
Chia ingin tertawa tapi juga kasihan melihat Zadith.
"Tinggal pakai Wig." Kata Chia.
Kemudian Chia memakaikan Wig pada Zadith.
"Sempurna. Kamu cantik." Chia mengedipkan satu matanya.
Zadith melihat dirinya dari pantulan kaca lagi, dan melenguhkan nafasnya.
"Apa kakakmu sangat kuat? Sampai bisa membunuhku?"
__ADS_1
"Aaa.... Sejujurnya, nanti kamu akan tahu sendiri." Kata Chia bingung harus bagaimana ia menjelaskannya.
"Chia, aku harus berhasil melakukan pentas ini, agar aku bisa tetap bersekolah di sana?"
"Memangnya ada apa dengan sekolah itu dan sebenarnya siapa yang ingin membawa mu kembali?"
"Ceritanya sangat panjang, lain kali akan ku ceritakan." Kata Zadith murung.
Ini pertama kalinya Chia melihat wajah murung Zadith.
'Kamu menyimpan begitu banyak rahasia, tapi kehadirannya lama kelamaan benar-benar seperti membawa angin segar padaku, lama lama aku juga merasa agak posesif dengan dia, ketika dia di dekati wanita lain, dan sekarang hanya aku yang tahu Zadith begitu ingin bersekolah di tempatku, sampai dia harus berubah menjadi wanita agar bisa berlatih peran dengan ku di rumahku, dan semua rahasia itu hanya aku yang tahu. Meski aku belum tahu alasannya kenapa dia kekeh ingin bersekolah di tempat ku tapi aku tetap senang, karena kami sekarang memiliki satu rahasia bersama.' Kata Chia.
Setelah menempuh perjalanan menggunakan bis mereka turun dan berjalan agak jauh.
Lalu di setapak jalan yang sudah memasuki wilayah padang rumput, beberapa iring-iringan mobil datang menghampiri Chia dan Zadith.
Kemudian Chia melihat wajah Zadith yang nampak terkejut, dengan hal itu, dan tidak dapat bisa di sembunyikan lagi.
Apalagi setelah beberapa pengawal datang menghadap pada Chia lalu semuanya membungkuk.
"Kamu memiliki rahasia aku juga memiliki rahasia, aku mohon kamu harus merahasiakan sebenarnya siapa diriku, aku tidak mau bersekolah di sekolahan bangsawan karena suatu hal jadi aku harap kamu bisa menjaga rahasiaku juga." Kata Chia.
"Kamu juga harus menjaga rahasiaku, kalau aku menyamar menjadi wanita." Bisik Zadith di telinga Chia.
Bisikan itu membuat leher dan bulu kuduk Chia merinding.
"Nona Muda Chia Tuan Presiden ada di kastil." Kata sang pengawal membuka pintu mobil sembari menundukkan kepala.
"Ayahku?!! Bukankah seharusnya dia berada di Negara Slyvedonia!!" Kata Chia.
"Tuan Presiden mengambil cuti." Kata Pengawal.
Kemudian Chia dan Zadith sudah masuk ke dalam mobil.
"Nanti kamu langsung masuk ke dalam kamarku ya, aku akan menemui ayahku dulu." Kata Chia.
Zadith hanya diam, ia memikirkan sesuatu, keningnya benar-benar berkerut.
"Kamu memikirkan apa? Jangan khawatir nanti kita pergi melalui jalan melingkar, kita akan masuk lewat taman belakang dan pintu belakang." Kata Chia.
"Nona Muda, Tuan Muda Eugene juga sedang menuju ke kastil, berita terakhir Tuan Muda Eugene membawa seorang tamu penting."
"Apaa!!!" Teriak Chia.
"Kenapa semua jadi berkumpul di saat seperti ini, padahal biasanya mereka sedang sibuk di luar negeri!!" Kata Chia meremas rambutnya.
"Lalu kakakku Elouan?" Tanya Chia.
"Tuan muda Elouan sedang berlatih bela diri di ruangan taekwondo. Jika sesuai jadwal setelah berlatih Taekwondo, Tuan Elouan akan rapat di kastil bersama para staff petinggi perusahaan." Kata sang pengawal.
Tanpa di sadari pun mobil sudah sampai di taman belakang.
Chia gugup setengah mati, ini pertama kalinya ia membawa teman nya ke rumah. Bukan hanya itu, bahkan teman nya bukanlah wanita tulen, melainkan seorang pria yang menyamar menjadi wanita.
Jantung Chia benar-benar seperti genderang yang di tabuh dengan cepat.
__ADS_1
bersambung~