Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
ALARIS MENGHILANG


__ADS_3

Saat Hector sampai di pulau tempat helikopter Alaris terjatuh, Harry sudah berada di sana, Leon dan Zoland masih mengurus Brida dan sang ayah.


Hector datang menghampiri.


"Untunglah kalian tidak apa-apa." Kata Hector saat melihat kakak iparnya dan juga Zoland serta Leon.


Meski Harry memiliki beberapa luka namun itu tidak serius.


Namun, ada wajah-wajah muram di sana.


"Apa kamu sudah memindahkan kakakku?" Tanya Hector.


Leon dan Zoland hanya saling pandang.


"Aku pergi dulu." Kata Leon memandang lesu pada Harry sembari menepuk bahu Harry.


"Ya, jaga istrimu dulu." Kata Harry.


Kemudian Leon juga menepuk bahu Hector.


"Aku yakin kakakkmu masih hidup." Kata Leon.


"Apa? Apa yang terjadi!" Kata Hector panik.


"Kakakmu, dia tidak di temukan dimanapun, sepertinya ada seseorang yang lebih dulu membawanya." Kata Harry.


"Lalu siapa!!!" Teriak Hector.


"Bagaimana keadaannya, bagaimana kandungannya, Kakakku masih hidup atau...." Hector mulai meracau.


"Hector!!!" Harry mencengkram kedua lengan Hector.


Kaki Hector terasa sangat lemah.


"Istriku pasti masih hidup, aku sudah mengerahkan seluruh pengawal." Kata Harry.


"Zoland kita kirim pengawal rahasia untuk menyerang istana presiden." Kata Harry.


Zoland memikirkannya sejenak sebelum menjawab.


"Hmm.... Bolehkah saya jujur Tuan?"


Harry memandang Zoland.


"Meskipun akan menyenangkan untuk membalas dendam dan menyerang balik Guillermo lalu menghancurkan istana presiden, bukankah dibutuhkan banyak waktu dan upaya untuk menstabilkan kembali kekuatan kastil yang sudah di bobol, meski mereka tidak dapat menyusup dengan sempurna dan kastil tidak terlalu banyak mengalami kerusakan namun nyatanya, para pengawal terlatih milik Fabrigo berhasil membawa pergi Yumna. Apalagi, kita sedang berusaha keras untuk mencari dimana keberadaan Nyonya Alaris."


Harry diam.


"Iya, aku pikir lebih baik kita mencari kakakku dulu." Kata Hector.


Sambil menghela nafas, Zoland memandang Harry dan menyuarakan pendapatnya sebagai seorang sepupu. Harry dan Zoland memang memiliki hubungan kerabat yang cukup erat.


"Aku akan fokus mencari istriku." Kata Harry


Zoland kembali menyelesaikan kalimatnya dengan suara yang cepat.

__ADS_1


"Saya tidak ingin Tuan Harry hidup dalam penyesalan. Saya lebih suka anda bahagia. Saya yakin Kastil berhasil di bobol karena mereka semua mendengar jika helikooter yang membawa Nyonya Alaris terjatuh, lalu mereka menjadi terfokus ke sana." Kata Zoland.


Sepertinya dia malu untuk mengatakan ini perlahan, meskipun mereka seperti saudara.


Atas pendapat Zoland yang sungguh-sungguh dan jujur, Harry menjadi tenggelam dalam pikirannya.


"Apa mungkin Guillermo yang menculik istriku?"


"Saya rasa bukan Tuan, mereka tidak akan sempat, karena untuk mengambil alih perhatian kita saja mereka membutuhkan rudal yang begitu banyak, meskipun mereka berhasil membawa pergi Yumna, namun sisa dari keseluruhan pengawal terlatih Fabrigo sangat sedikit." Kata Zoland.


"Apa mungkin itu adalah Roberto?" Tanya Hector.


"Tidak juga Tuan Hector. Roberto masih di bawah kendali, dia masih berada di Negara Vernecia dan mendekam di wilayah kumuh, Tuan Leon telah menyuruh seseorang untuk selalu menyiksanya." Kata Zoland.


"Lalu siapa yang telah membawa kakakku pergi?" Tanya Hector.


Tak berapa lama seorang pengawal datang dan memberika petunjuk.


"Tuan, ada petunjuk baru."


Harry bergegas mengikuti sang pengawal, lalu Zoland, dan Hector, mereka berlari dengan cepat.


"Memang benar ini jejak kapal." Kata Harry.


"Periksa cctv satelit!!" Kata Harry.


Kemudian Zoland memeriksa semua cctv satelit.


Beberapa menit.


"Kamu harus pergi ke rumah sakit." Kata Hector.


"Tidak perlu."


"Tapi, dengan luka ini, akan infeksi, lagipula jika sudah di obati, kamu akan bergerak leluasa mencari kakakku."


Hector ada benarnya, Harry tidak boleh sakit, ia harus mencari istrinya sampai ketemu.


Kemudian mereka menuju kastil, dalam perjalanan Zoland masih terus memeriksa cctv.


"Apakah sudah ketemu." Kata Harry.


"Belum Tuan, maaf." Kata Zoland.


"Kita memiliki ratusan satelit, dan saya harus memeriksanya satu persatu." Kata Zoland lagi.


Setelah kurang lebih satu jam lebih perjalanan, mereka sampai di kastil.


Harry melihat beberapa bangunannya rusak namun tidak parah, ia tersenyum sengit.


"Mereka tidak tahu aku membangun kastil dengan sangat kokoh, bom skala menengah saja tidak akan mampu menghancurkan dindingnya. Apalagi hanya menggunakan senapan." Kata Harry.


Sesampainya di kastil, Arthur sudah menunggu dan menyiapkan alat-alat yang akan mengobati Harry dan juga Zoland.


"Aku sudah mengirim kan anak buahku untuk merawat Brida dan Zoland, tapi ayahnya tidak dapat terselamatkan." Kata Arthur mulai bergegas membersihkan luka-luka di tubuh Harry.

__ADS_1


Harry yang sudah duduk dan melepaskan kemejanya meringis ketika cairan dingin menyentuh kulitnya, itu perih, namun ia kembali teringat istrinya yang tengah mengandung.


"Lakukan dengan cepat, aku harus mencari istriku." Kata Harry.


"Ya tuan." Kata Arthur.


Sedangkan Zoland juga sedang di obati luka-luka yang ada di tubuhnya, namun pandangan dan tangannya masih melihat pada layar monitor.


Harry juga tahu, sekali Zoland mendapatkan perintah ia akan bekerja tanpa tanggung-tanggung bahkan mengesampingkan nyawanya sendiri.


Meski Harry selalu memberikan pekerjaan ekstra, namun ia tahu hanya Zoland lah yang mampu.


Hector mondar mandir, kemudian ia duduk dengan perasaan was-was memikirkan bagaimana kondisi sang kakak, apakah dia baik-baik saja, apakah mereka memperlakukan kakaknya dengan baik.


"Tuan Harry, sepertinya ada hacker yang menyabotase cctv." Kata Zoland.


"Apa?" Harry terkejut.


"Semua sistem yang kita miliki sangat mampu mencegah masuknya Hacker, apa ada yang salah?"


"Ketika kastil di serang dan ketika kita diserang, sepertinya, para pengawal fokus pada kita dan kastil, jadi mereka tidak menjaga keamanan sistem, belum lagi mendapat kabar jika helikopter Nyonya terjatuh, semua langsung terfokus kesana."


"Pada menit ketika helikopter Nyonya Alaris jatuh ke pulau semua cctv merekamnya, namun itu seperti terpotong beberapa menit, lalu cctv kembali merekam lagi, dan sudah di bagian ketika kita sampai di sana." Kata Zoland menyodorkan tabletnya.


"Apa bisa melacak Ip nya." Kata Harry.


"Ya Tuan bisa tapi itu sulit jika dia tidak kembali mencoba menyabotase sistem kita lagi, sepertinya kita harus memancingnya lebih dulu, ini terjadi karena semua fokus saat penyerangan dan kabar Jatuhnya Nyonya Alaris, mungkin kita bisa memperbaiki, kedepannya kita bagi pengawal menjadi beberapa bagian lagi."


"Apa berarti ini adalah ulah Guillermo?" Tanya Harry.


Zoland menghela nafasnya.


"Belum bisa di pastikan, namun jika melihat jumlah tentara mereka yang kembali hanya sedikit, dan membutuhkan begitu banyak rudal untuk mengalihkan perhatian kita, sepertinya itu tidak mungkin mereka bisa. Tapi, tidak ada salahnya jika kita datang ke sana untuk silaturahmi."


"Lalu, bingkisan apa yang cocok di bawa ketika kita silaturahmi." Kata Harry meremas tablet itu.


"Mungkin sebuah rudal supersonik modifikasi terbaru." Kata Zoland.


"Kalau begitu laksanakan." Kata Harry.


"Bagaimana jika kita ubah titik lokasinya, saya mendengar Yumna di tempatkan di pulau terpencil, tapi saya tahu titik koordinatnya."


"Satu rudal supersonik, mampu meluluh lantakkan satu pulau, kedengarannya itu menyenangkan. Tambah satu rudal skybolt, untuk membidik istana presiden." Kata Harry.


"Baik tuan."


Hector yang mendengar pembicaraan kakak iparnya, yang mengatakan dengan sangat enteng dan tanpa beban tentang rudal-rudal itu membuatnya sangat merinding, namun ia tidak akan pernah memaafkan siapapun yang telah menyakiti kakakknya.


"Jika memang benar itu adalah perbuatan presiden bagaimana?" Tanya Hector.


"Tentu menghancurkan istana presiden, dan menguliti Guillermo, sayangnya Fabrigo tewas bersama hujan rudal itu, jika ia masih hidup, hari ini dia sudah mandi darahnya sendiri karena kami sudah mengkulitinya." Kata Zoland.


Hector adalah pria tempramental, ketika ia masih berdiri paling depan untuk melindungi kakakknya semasa remaja, ia merasa menjadi manusia yang berubah menjadi kejam dan tidak berperasaan, namun setelah ia mengenal Harry dan bawahannya, ternyata kini ia menyadari bahwa ada yang lebih kejam bahkan melebihi sang iblis, setidaknya sekarang ia sadar, jika dirinya masih memiliki rasa perikemanusiaan.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2