Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
MENGGUNAKAN OBAT RAHASIA


__ADS_3

Aku mohon Harry.... Jangan bunuh anak-anak ini... Lindungilah mereka."


Harry menangis di samping kepala istrinya.


"Anak kita telah matang... Mereka telah tumbuh dengan baik... Mereka telah siap untuk melihat dunia."


"Aku tidak perlu anak jika harus kehilanganmu, aku hanya menginginkanmu Istriku." Kata Harry.


Kalimat itu benar-benar menyakiti hati Alaris. Menghunus jantungnya.


"Ini permintaan terakhirku Harry... Bisakah? Tolong kabulkan."


Harry menangis semakin tidak bisa terbendung. Kepalanya menggeleng terus menerus.


"Aku mohon... Dan maafkan aku... Harry berjanjilah dulu padaku... Selamatkan anak-anak ini... Jika aku mati... lupakanlah aku... Kamu harus terus hidup dan menyayangi anak-anak ini... Kamu harus terus bahagia... Agar aku tidak merasa sedih..." Kata Alaris.


Harry masih diam dan menangis di samping pipi Alaris. Meletakkan kepalanya di samping kepala istrinya.


"Bagaimana aku bisa melupakanmu..." Kata Harry.


"Harry berjanjilah padaku... Kamu akan memilih anak ini, berjanjilah padaku kamu akan menjaga dan melindungi mereka... Berjanjilah padaku...!" Karena tidak mendengar jawaban apapun dari Harry, Alaris sedikit memekik, meski itu masih sangat lemah. Namun, terlihat bahwa Alaris menggertakkan giginya.


Para dokter buru-buru mendekat.


"Tuan, kami mohon anda jangan merangsang dan memancing emosi Nyonya, itu akan membuat efek obat semakin cepat dan menyebar." Kata salah satu dokter


"Waktu hampir habis, buat keputusan dengan cepat Tuan." Dokter lain menimpali.


'Alaris, istriku yang paling ku cintai bahkan melebihi nyawaku sendiri, bagaimana kamu bisa mengatakan kata-kata seperti itu dengan begitu kejam?'


'Bagaimana kamu bisa meminta perceraian sedangkan aku saja tidak pernah terpikirkan tentang hal keji itu?'


'Bagaimana kamu bisa berfikir, jika akau harus bahagia, bagaimana aku bisa bahagia jika tanpa kamu? bagaimana?'


'Apakah kamu pikir hati ku bisa dengan mudah mencintai dan melupakan?'


'Apakah kamu benar-benar ... memilih untuk menyerah istriku?'


'Apa kamu benar-benar tega meninggalkanku sendiri dan menghabiskan sisa hidupku dan tersiksa dengan semua kenangan kita yang hanya bisa ku nikmati dalam memori Istriku?'


'Tidak tidak! Aku tidak harus melupakan mu dan bercerai denganmu, kamu tidak perlu merasa bersalah karena telah salah mengira orang lain adalah suamimu, kamu melemparkan semua kesalahan padamu sendiri, dan aku tidak ingin kamu merasa bersalah akan hal itu.'

__ADS_1


'Istriku, aku tidak mengizinkannya, aku tidak akan pernah mengizinkannya! Kamu tidak harus menyalahkan dirimu dan tenggelam dalam lubang hatimu.'


'Aku memerintahkanmu untuk tinggal bersamaku selamanya!'


Harry berbicara dalam hati, ia merasa sangat kesal dan tertekan.


Saat Harry keluar, semua menunggu apa yang akan Harry lakukan setelah dari ruangan Alaris.


"Ya Tuhan, siapapun yang bisa menolong istriku, jika kamu menginginkan hidupku ambillah! Jika kamu menginginkan uangku, ambillah! Jika kamu menginginkan kekayaanku, ambillah! Selama Istri dan anak-anak ku selamat dan aman!"


"Selama keselamatan mereka dapat dipastikan dalam keadaan aman, aku dapat membelinya dengan harga berapa pun!" Kata Harry lagi putus asa.


Kemudian semua orang menjadi sedih, Harry begitu tampak sangat lemah dan tak berdaya.


Tak berapa lama, Arthur datang dan mengajak Harry untuk berbicara berdua.


"Tuan Harry, mari kita bicara empat mata." Kata Arthur.


Dengan wajah serius Arthur meyakinkan Harry dan akhirnya mereka peegi bersama.


Setelah mereka berada di suatu ruangan tertutup, Arthur mempersilahkan Harry untuk duduk.


"Peralatan dan pengobatan di bidang medis keluarga Harold sudah tidak diragukan lagi, kami memiliki reputasi terbaik di seluruh dunia, teknologi rumah sakit kami juga telah di akui oleh seluruh dunia, karena sangat canggih di dunia, tetapi dalam hal farmasi atau dalam obat-obatan kami masih belum dapat menemukan segala obat yang bisa membantu Nyonya Alaris. Saya hanya ingin mengatakan, dan memberikan anda pilihan setelah semua pilihan sangat sulit di putuskan, apa kah anda akan setuju atau tidak itu mutlak keputusan anda."


"Saya sedang mengembangkan obat rahasia." Kata Arthur.


"Obat rahasia?" Tanya Harry.


"Jika anda mau, saya akan mencobanya pada Nyonya Alaris saat operasi berlangsung."


"Lakukan jika itu bisa membuat istri dan anak-anakku selamat."


"Tapi Tuan Harry, setiap obat pasti memiliki efek sampingnya, jika kita menggunakan obat ini mungkin Nyonya Alaris bisa bertahan beberapa bulan setelah operasi, selesai.


Harry mengangguk pelan.


"Aku bersedia mencoba obat itu pada istriku." Kata Harry.


Pikirannya susah buntu dan yang paling ia inginkan hanyalah istrinya.


Apapun yang terjadi istrinya harus selamat.

__ADS_1


Kemudian Arthur mengerti jika Harry yakin untuk menggunakan obat rahasia miliknya, sedangkan semua orang bahkan Arthur sendiri juga tidak tahu apa yang akan terjadi pada efek obat yang sedang ia kembangkan.


Harry dan juga Arthur keluar, saat itu Harry melihat Hector sudah tiba, pria itu sedang menangis dan meninju dinding tepat di dekat kamar kakaknya.


Sedangkan dari balik kaca kecil juga terlihat para dokter dan perawat masih melakukan tindakan penyelamatan, mereka bolak-balik dan bekerja keras, sedangkan beberapa perawat menyeka dengan handuk pada tubuh Alaris yang sudah memerah semuanya.


Harry benar-benar tidak sabar menunggu, dan jika ia bisa melawan ia ingin bertarung atau pun berduel dengan penyakit yang menyerang Alaris.


Melihat Harry keluar dari ruangan bersama Arthur, Hector langsung menubruk Harry, dan mencengkram krah baju Harry.


"Kamu berjanji akan melindungi kakakku! Kamu berjanji padaku jika kakakku akan aman di sana bersama pria itu! Kamu meninggalkan kakakku dan hidup bersama pria itu, seharusnya kamu membawanya pulang!!" Teriak Hector dan menangis.


Harry hanya diam, ia rela dan ikhlas jika Hector mencacinya, bahkan ia berharap mendapatkan pukulan yang keras dan berulang dari Hector, ia ingin seseorang memukulinya.


"Jangan bilang kamu akan merawat Alaris dengan baik, kamu tidak bisa menjaganya dengan baik! Aku tidak percaya padamu!"


Hector melampiaskan semua kekesalannya pada Harry, ia masih pria tempramental meski itu sudah berkurang, mungkin jika itu bukan Harry, Hector sudah memukuli nya habis-habisan.


"Maafkan aku, aku telah gagal." Kata Harry.


"Operasi akan segera di lakukan, saya akan masuk dan saya harap semua orang tenang dan jangan membuat keributan lalu bantu kami untuk ikut mendoakan kesehatan pasien." Kata Arthur.


Setelah Arthur masuk, Hector pun melihat pada Austin yang tak berdaya duduk di lantai, pria itu pasrah dan juga menunduk lesu di sudut, menyendiri.


Hector kemudian menghampiri Austin dan dengan kecepatan yang tak bisa di prediksi, Hector mencengkram krah kemeja Austin, kemudian membuat Austin berdiri melotot, karena keterkejutannya.


"BUGH!!"


"BUGH!!"


"BUGH!!"


Berulang lali Hector memukuli Austin, ia sudah cukup lama diam dan tidak berbuat apapun, ia menahan amarahnya sekian lama, ketika ia tahu Austin berpura-pura menjadi suami Alaris.


"Andai kamu tidak sok-sok an menjadi pahlawan, andai aku lebih dulu menemukan kakakku, dan bukannya kamu!!! Dasar perusak!!! Dasar idiot tidak tahu diri!! Pria murahan!!!" Teriak Hector.


Kemudian Zoland dan Leon melerai, membuat Hector agar lebih tenang.


"Jangan membuat keributan Tuan Hector." Kata Zoland.


"Hector, kita sedang di rumah sakit." Kata Leon memeluk leher Hector dari belakang dan menahannya dengan satu lengannya agar Hector tidak lagi memukul Austin, karena itu akan menyebabkan keributan dan menganggu penyelamatan pasien.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2