Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
AXELLA MEMBUANG MAYAT


__ADS_3

Karena panik dan ketakutan, Axella tidak memiliki pilihan lain selain menghubungi Reed.


Secepat mungkin Axella harus membuang jasadnya.


"Ayo angkat.... Ayo angkat..."


Axella duduk di sudut ruangan dan tubuhnya gemetaran, hampir seperti menggigil.


"Ha... Halo... Reed, a... Aku butuh kamu untuk membantuku..."


Axella meminta Reed untuk datang ke mansion dan membantunya. Awalnya pria itu menganggap Axella hanya membuat lelucon atau semacamnya, namun suara Axella kemudian bergetar dan tidak sabar membuat Reed pun penasaran apa yang telah terjadi.


Hampir satu jam berlalu, Axella masih meringkuk di sudut ruangan, dengan menangis dan gemeteran. Tubuhnya sedingin es.


Tok Tok Tok!


"Nyonya, ada tamu untuk anda."


"Siapa?" Tanya Axella.


"Dia bilang bernama Reed." Kata sang pelayan.


Dengan buru-buru Axella membuka sedikit pintunya.


Pelayan itu ternyata adalah Jenny, pelayan pribadi Axella yang datang bersama Gloria, mereka adalah pelayan pribadi pemberian William.


"Suruh orangnya kesini." Kata Axella dari balik pintu dan hanya membuka sedikit.


Sang pelayan sedikit khawatir dan penasaran, kenapa Nyonya bersikap begitu aneh, bahkan saat membuka pintu hanya sebelah matanya yang terlihat.


"Baik Nyonya."


Kemudian Jenny memanggil Reed dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam kamar Axella.


"Benarkah, dia menyuruhku masuk?" Tanya Reed.


"Benar Tuan."


Kala itu, Reed yang sampai di mansion dan tidak ada pengawal, hanya ada 2 petugas berjaga di pintu gerbang, Reed hanya bertanya-tanya, setelah William masuk ke dalam penjara, mansion mewah itu menjadi seperti mansion berhantu.


Sepi dan dingin, membuat semua bulu kuduk Reed berdiri.


"Kurasa sebelum pergi, Alaris mengutuk mansion ini, menjadi sedingin es dan mencekam." Kata Reed.


Reed kemudian mengetuk pintu kamar Axella.


"Siapa?" Teriak Axella.


Reed mendengar samar-samar.


"Aku." Kata Reed.


Kemudian Axella membuka pintunya sedikit memastikan jika itu benar Reed. Di belakangnya adalah Jenny.


"Kamu pergi." Kata Axella melihat pada Jenny.


"Baik Nyonya."


Reed tersenyum sembrono.

__ADS_1


"Kamu merindukan sentuhanku?" Tanya Reed.


Dengan cepat Axella menarik Reed masuk ke dalam dan kakinya tersandung seseorang, ia masih belum menyadari.


Reed kemudian melonjak kaget, dengan Axella yang agresif


"Sabar sayang, apa kamu sudah tidak sabar, dan haus di sentuh karena William mendekam di penjara?"


Ketika mata Reed melihat ke bawah, ia terkejut melihat seorang pelayan terbaring di lantai penuh dengan darah.


"Axella... Apa yang sudah kamu perbuat." Mata Reed membulat.


"Untuk itu lah kamu ke sini, bereskan dia." Kata Axella.


Reed menggaruk dahinya.


"Menyembunyikan mayat, biayanya mahal, belum lagi jika ada yang tahu, lalu keluarganya pasti juga akan mencarimu."


"Kamu urus semuanya." Axella membuka almari dan mengambil kotak perhiasannya.


Semua kotak itu ia berikan pada Reed.


Dengan tawa rendah dan menghina Reed menggelengkan kepala.


"Kamu memang tidak bisa di pandang remeh, hidup suamimu sudah bangkrut dan kamu masih membuat masalah, tapi jika aku harus membereskan kekacauanmu, dengan terpaksa akan ku lakukan, asalkan kamu memberikanku tambahan bayaran."


"Berapapun yang kamu minta, cepat bereskan aku sudah mual. Kamu bawa dulu seadanya." Kata Axella.


"Aku akan ingat itu dan akan ku tagih!" Kata Reed.


Kemudian Reed menghubungi seseorang melalui ponselnya.


"Kemari bawa beberapa teman mu yang trampil untuk mengangkut mayat, lokasi nya Mansion The Kingham, tenang saja, penjagaan sangat lemah bahkan tidak ada pengawal sama sekali." Kata Reed sembari mengakhiri panggilannya.


Setelah itu ada ketukan dari jendela.


"Mereka datang." Kata Reed.


Axella mendelik, alisnya mengerut.


"Jangan bilang mereka datang melalui jendela, siapa mereka sebenarnya." Kata Axella.


"Diam dan lihatlah tidak perlu banyak bicara."


Kemudian Reed membuka jendela dan terlihat beberapa orang masuk melalui jendela menggunakan tali.


3 orang pria berotot, dan mungkin yang lainnya ada di atas atap.


Axella lemas, bagaimana mereka bisa datang dari jendela, sedangkan kamarnya berada di atas.


Para pria itu berbaju serba hitam dan tidak terlihat wajahnya, mereka kemudian mengeluarkan sebuah kantung hitam dan memasukkan tubuh Gloria.


Dengan cekatan dan trampil tanpa meninggalkan noda para pria itu membawanya keluar melalui jendela.


"Beres." Kata Reed kemudian menutup jendelanya lagi.


Axella kemudian hendak melihat ke jendela namun di cegah oleh Reed.


"Mereka tidak akan suka jika kamu meragukan pekerjaan mereka" Kata Reed menahan lengan Axella.

__ADS_1


"Bagaimana dengan darahnya yang ada di lantai?" Tanya Axella.


"Itu pekerjaanmu, aku sudah melaksanakan perintahmu untuk mengurus mayatnya." Kata Reed menaikkan bahu dan mencibir.


"Karena tugasku sidah selesai aku akan pergi." Reed kemudian mengambil kotak bundar yang cukup besar berwarna keemasan.


Lotak bundar itu berisi kan perhiasan.


"Kamuu... !!! Kamu tidal boleh bekerja setengah-setengah!!!"


"Bayar aku lagi jika kamu menginginkan aku membersihkan darahnya yang ada di lantai." Kata Reed sembari mengulurkan telapak tangannya.


"Persetan denganmu dasar tukang peras!!!"


"Hey!!! Ingat, kamu lah yang menghubungiku, jika sudah tidak ada lagi yang bisa ku bantu, aku akan pergi." Kata Reed tersenyum sinis.


Kemudian Reed pergi sedangkan Axella mengambil baju dari almari dan masuk ke dalam kamar mandi.


Axella kemudian mengepel lantai yang penuh darah menggunalan bajunya yang sudah ia basahi menggunakan air.


Namun di luar dugaan, ketika Reed keluar dengan menenteng kotak perhiasan di pinggangnya, Jason pulang, mereka berpapasan.


Reed hanya mengangguk pelan dan tersenyum sinis sedangkan Jason melihat pada Reed, pria itu menenteng kotak perhiasana.


Jason buru-buru ke kamar Axella dan mengetuk pintu.


Tok Tok Tok!


Jantung Axella serasa ingin jatuh, ia belum selesai membersihkan noda darahnya, ia sangat bodoh, semakin ia ingin bersihkan noda darah yang banyak itu justru semakin rata di atas lantai.


"Si... Siapa!!!" Tanya Axella terkejut dan gemeter.


"Saya Nyonya, Jason, apakah anda baik-baik saja?"


"Oh... Kamu sudah pulang, ya aku baik-baik saja." Teriak Axella.


"Apakah saya perlu masuk untuk memeriksa kondisi anda?"


"Tidak... Tidak... Aku baru mau tidur, aku lelah." Teriak Axella.


Jason hanya diam sesaat, kenapa Axella tidak mengatakan apapun tentang kedatangan Reed.


"Baik Nyonya. Selamat istirahat." Kata Jason dan pergi.


Kemudian Jason pergi ke ruangan cctv, karena pengawal di kurangi dan mereka sedang melakukan misi, mansion pun tidak ada yang menjaga.


Jason melihat cctv, ia memeriksa apakah ada yang janggal dan memang benar, telinga Jason bergerak.


"Mereka pembunuh bayaran, untuk apa mereka mengendap-endap melalui atap mansion." Kata Jason.


Kemudian Jason melihat cctv lain bagaimana Reed masuk ke kamar Axella dan keluar memvawa kotak perhiasan.


"Para pembunuh bayaran itu membawa kantung, mereka membawa mayat siapa. Apa yabg mereka rencanakan, siapa yang sudah mereka bunuh. Lalu apa motif mereka."


Jason kemudian keluar dan memeriksa seluruh mansion, Jason mengumpulkan seluruh pelayan yang ada.


"Apakah semua pelayana sudah berkumpul, berapa totalnya?"


"Total nya sekarang hanya tinggal 10 orang Tuan. Tapi saya kesusahan mencari Gloria, tadi dia masih bersama saya untuk melayani Nyonya Axella namun sampai sekarang saya tidak bisa menemukannya."

__ADS_1


"Gloria?" Tanya Jason.


bersambung~


__ADS_2