Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
KESALAHAN WILLIAM


__ADS_3

Jason menemui William setelah dia menghubungi Alaris. Membawa kabar seperti apa yang di katakan Harry.


Saat melihat Tuan nya, ini lah pertama kali dalam hidupnya ia akan membohongi William.


"Tuan..." Kata Jason.


"Apa kamu sudah menjalankan perintahku." Kata William.


"Sudah Tuan, saya membuangnya di laut." Kata Jason.


"Bagaimana reaksi Axella?"


Jason membelalak, ia tidak tahu harus menjawab apa tentang ini, sebelumnya ia tidak mengantisipasinya.


"Nyonya Axella belum tahu Tuan, tapi Nyonta sudah menjalani hukuman kurungan dalam penjara selama 15 tahun, namun sepertinya sebentar lagi akan menjadi tahanan rumah, saya sudah membelikannya rumah dari hasil penjualan mansion. Tuan Harry memberikan perintah agar pemerintah Vernecia mempertimbangkan hukuman anda dan Nyonya Axella."


"Aku tidak butuh belas kasihannya." Kata William.


Jason diam.


"Kamu tahu Jason, setelah mendengar bayi itu bukan lah anakku, aku tidak ingin lagi mempertahankan sesuatu yang membuat kacau. Para bandit-bandit itu benar Axella dan anak itu lah yang membuat rencanaku kacau."


"Tapi Tuan, bayi itu tidak bersalah."


"Bersalah atau tidak, itu kemalangannya karena ada di rahim Axella."


Jason hanya diam.


"Semoga di kemudian hari, anda tidak menyesali keputusan anda ini, karena melampiaskan amarah anda pada anak dan istri anda."


"Aku tidak punya anak Jason! Maka dari itu aku menyuruhmu untuk membunuhnya sebelum dia menjadi monster seperti ibunya!" Kata William.


"Hartaku yang masih di bekukan tidak akan ku berikan pada Axella ataupun anak itu."


Jason mengangguk pelan.


"Maaf Tuan, saya... Mulai hari ini memutuskan untuk menyerah dan mundur melayani Tuan William, tugas terakhir sudah saya laksanakan, saya akan pergi seperti perintah anda, meninggalkan Negara Vernecia."


"Pergilah." William kemudian berdiri.


"Terimakasih Jason, kamu sudah seperti adik bagiku."


Jason menitikkan air matanya.


"Tuan, semoga di dalam penjara yang dingin dan sepi ini, anda akan menjadi lebih tahu makna kasih sayang yang sebenarnya, meski itu bukan lah darah daging sendiri namun dia mampu mengisi kekosongan dam kesepeian di dalam hati kita."

__ADS_1


Kemudian Jason pergi meninggalkan William.


Pria itu memang sudah depresi, pikirannya mulai tidak waras dan terbalik-balik, ia tidak lagi bisa berfikir dengan jernih, penyesalan dan kegagalan yang William rasakan ia limpahkan semuanya pada Axella dan bayi malang itu.


Menurut William karena merekalah Hidup William menjadi hancur.


Setelah Mansion The Kingham di beli oleh Leon, dengan perantara orang lain, bahkan Jason tidak tahu pembelinya, Jason pergi bersama dengan bayi itu di gendongannya.


Jason membawa uang hasil penjualan Mansion untuk menghidupi sang bayi.


"Tuan William aku janji akan mengembalikan uang penjualan mansion padamu, jika kelak akun bank millikku telah di buka kembali." Kata Jason.


Kemudian Jason melihat bayi mungil yang dia gendong.


"Anggap saja aku sekarang adalah ayahmu, aku akan memberikanmu nama Zanna, artinya Pemberian dari Tuhan. Mulai hari ini kamu bisa memanggilku ayah." Kata Jason mencium Zanna.


Jason masuk ke dalam mobil membawa Zanna ke suatu tempat, perjalanan yang di tempuh memang cukup lama dan itu membuat Jason khawatir apakah Zanna akan baik-baik saja.


Namun setelah sampai ia bersyukur jika Zanna tidak rewel sedikitpun ia menurut dan tidak membuat Jason kerepotan.


Itu adalah sebuah desa kecil di pinggiran perbatasan Negara Vernecia, Jason memilih untuk tetap tinggal di Vernecia karena kondisi Zanna yang tidak memungkinkan untuk di ajak terbang, apalagi Zanna belum memiliki surat atau identitas.


Itu adalah Desa yang masih sangat alami, desa yang begitu sejuk dan bersih, dengan bangunan-bangunan kecil sederhana, meski rumah-rumah di sana tidak terlalu mewah namun itu cukup dikatakan sebagai tempat yang sangat layak.


Jason berdiri di depan rumah minimalis bergaya eropa, ada teras depan dan halamannya di penuhi rumput yang terawat.


"Ini adalah rumah kita sekarang Zanna. Mulai sekarang kamu akan hidup di sini bersama ayah." Kata Jason luwes menyebut dirinya adalah seorang ayah.


******


Leon duduk dengan santai dan menunggu William tiba, tak berapa lama William datang dengan wajah sinis yang tidak dapat lagi di tahan.


"Kebohongan apa lagi yang akan kamu katakan padaku."


"Kebohongan?"


"Kamu mengatakan jika aku menurutimu Alaris akan memaafkanku." Kata William.


"Kamu tidak tahu? Jason tidak memberitahumu?" Tanya Leon dengan wajah cemas yang di buat-buat.


"Aku membebas tugas kan dia dan menyuruhnya untuk menata hidupnya kembali."


"Aa... Itu bagus untuknya." Senyuman Leon lebar.


"Aku memberitahumu, jika hukumanmu yang seumur hidup itu sudah di hapus dengan hukuman 20 tahun masa penjara." Kata Leon.

__ADS_1


William melihat wajah Leon dengan terkejut.


"Jangan terkejut, kamu bilang aku membohongimu? tidak sama sekali, Nyonya Alaris lah yang membujuk Harry agar dia mau mengurangi masa tahananmu ya tentunya ada sedikit ikut campur dari bawahanmu, tapi jangan senang dulu, dendam ku padamu akan terus berlanjut." Kata Leon.


"Aku tidak akan berterimakasih apapun pada kalian." Kata William.


"Benarkah begitu?" Kata Leon kemudian mengeluarkan sebuah kertas.


"Aku salah kemarin telah mempermainkanmu." Kata Leon dengan senyuman seringai.


William menatap tajam pada Leon.


"Anak itu adalah anak kandungmu." Kata Leon lagi.


Wajah William gusar dan pucat pasi, ia melihat kertas di hadapannya, dan meremasnya dengan sekuat tenaga.


"Kamu ingin membuat ku gila ya!!!" Teriak William.


"Tepat." Kata Leon tersenyum.


"Aku tidak tahu kamu memutuskan begitu cepat William, bahkan bayi itu tidak bersalah, jiwa pembunuhmu memang sangat kental." Kata Leon tersenyum sinis dan menggelengkan kepala dengan pelan.


"Aku hanya ingin mempermainkamu, benar-benar di luar dugaan, kamu akan mengambil keputusan untuk membunuh bayi malang itu, kamu benar-benar tidak memiliki peri kemanusiaan." Leon tersenyum penuh dengan keheranan.


"Kamu bohong Badjingan !!!" Teriak William.


"Terserah, percaya atau tidak kamu bisa menghubungi pengacaramu untuk membantumu melakukan Tes DNA lagi antara kamu dan putrimu. Aku masih memiliki sampel darah putrimu." Kata Leon tersenyum.


"Bedebah!!!" William memukul kaca yang tahan peluru dengan kedua tangannya yang di borgol


"Aku senang melihat mu seperti ini, karena setiap melihatmu seperti ini, aku selalu ingat kedua orang tua ku yang depresi karena ulah kalian."


"Kamu....!!! Kembalikan putriku!!!" Teriak William.


"Aku tidak tahu, kenapa kamu memintanya padaku, mintalah pada Jason." Kata Leon kemudian ia berdiri dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Ini semua bohong.... Pasti badjingan itu membohongiku lagi.... Tidak... Tidak ini semua bohong, dia bukan putriku."


William melihat data Tes DNA itu, lagi, di sana di sebutkan bahwa hubungan mereka 99,99% memiliki kecocokan dan sebagai ayah dan anak.


Warna hijau itu membuat mata William menjadi berkunang, ia meremas kertas itu dan semua nya menjadi gelap.


Dalam benak William, semuanya telah hancur karena keputusan tergesa yang ia ambil, itu semua di mulai sejak ia mengenal Alaris dan Axella, seolah mereka adalah kelemahan nya dan membuatnya tidak dapat berpikir normal lagi.


Tubuh William terkulai lemas di atas lantai yang dingin, otaknya berhenti bekerja, dan tubuhnya seolah mati rasa.

__ADS_1


Itu adalah kegilaan yang hampir saja merenggut nyawanya, kepahitan yang bertubi tubi karena keputusannya sendiri.


bersambung~


__ADS_2