Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
MEMADAMKAN API, DAN MENENANGKAN YANG ADA DI BAWAH SANA.


__ADS_3

Harry membuat Alaris tidak bisa menolak, ia juga tidak lagi bisa menyembunyikan jika dirinya sangat menginginkan Harry.


Tubuh Harry seolah magnet dan dia adalah besinya. Jika di dekat Harry, Alaris selalu ingin menempel dan menempel, selalu ingin di sentuh dan di manja.


Belum lagi Harry memiliki aroma wangi maskulin yang kuat, membuat Alaris semakin tergila-gila.


Keringat sudah membanjir di seluruh kening dan tubuh Harry, bahkan Alaris merasa tubuhnya sudah begitu licin, padahal baru saja ia selesai mandi.


Alaris sedikit cemberut, karena Harry membohonginya.


"Kamu bilang hanya satu kali..." Kata Alaris, sedikit terengah dan mendesahhh.


"Maafkan aku istriku... Aku tidak bisa menahan lagi, anggap saja ini hukuman mu karena pergi tanpa seijinku sayang..." Harry mencium bibir Alaris dan di balas oleh Alaris.


Harry masih bergerak liar maju dan mundur, lebih cepat dan makin cepat matanya mulai memejam, keringatnya menetes dan Harry berteriak menggeram.


"Aaarg!!!" Suara itu mirip dengan auman seperti singa.


Bersamaan dengan Harry, Alaris juga merasakan suatu getaran nikmat yang menjalar di setiap sel tubuh dan ubun-ubunnya.


Mereka saling berpelukan, tubuh mereka seperti saling menyetrum satu sama lain, hingga beberapa waktu mereka menunggu tenang dan tubuh mereka saling melemah.


"Seperti biasa tolong mandikan aku." Kata Alaris.


Harry tertawa kecil, dan memeluk tubuh istrinya yang lelah.


"Istriku sudah pintar memerintah." Kata Harry tertawa dan mengecup bibir Alaris.


Kecupan itu berubah menjadi lumatann, dan Harry hendak memulai lagi namun Alaris menahan.


"Harry ini sudah malam, aku belum makan, kamu sudah melakukannya 2 kali."


"Baiklah maafkan aku sayangku."


Harry kemudian menggendong Alaris untuk memandikannya, ia menaruh Alaris di bathup.


******


Malam itu Alaris duduk di depan meja makan marmer dan melihat Harry sedang sibuk memasak.


Alaris memakai kemeja hitam milik Harry, ia mengikat rambutnya naik dan terlihat leher jenjangnya yang putih, paha putih bening milik Alaris yang mulus terekspose karena hanya memakai ****** *****, membuat mata Harry selalu ingin melihatnya.


Bagian tubuh Alaris yang paling di sukai Harry adalah paha ramping mulus milik Alaris.


"Kamu membuatku tidak konsentrasi sayang..." Kata Harry.


"Kenapa?"


"Setelah makan aku akan memberitahumu." Kata Harry menaruh seluruh makanan yang sudah ia masak ke atas meja.


"Cicipilah Istriku..." Kata Harry tersenyum dan menyuapi Alaris.


Kemudian Alaris membuka mulutnya, mengunyah dan merasakan.


"Apa kamu mengurangi bumbunya?" Tanya Alaris.


"Apakah kurang bumbu?" Tanya Harry.


Alaris mengangguk.

__ADS_1


"Ku pikir justru terlalu banyak bumbu sayang..." Harry kemudian memakan sedikit.


Alaris kemudian memakan makanan Harry, meski tiba-tiba ia tidak selera namun ia harus makan, untuk mengisi tenaga, lagi pula Harry sudah memasaknya dengan susah payah, Harry memasak begitu banyak hidangan dan Alaris sudah menghabiskan begitu banyak tenaga.


"Makan yang banyak." Kata Harry tersenyum dan membelai kepala Alaris.


Ketika Alaris sedang makan, pintu pun berbunyi.


TING TONG!


Harry kemudian berdiri dan melihat siapa, itu adalah Zoland.


Harry membukannya dan Zoland masuk dengan membawa beberapa parcel di bantu oleh Brida.


"Para pejabat Negara Vernecia mengirim parcel untuk Nyonya Alaris." Kata Zoland.


Harry kemudian memeriksa nama-nama siapa saja yang mengirimkan Alaris parcel, kemudian sebuah pot cantik terbuat dari keramik mahal berbentuk seperti tas keranjang berisi bunga mawar hitam juga baru saja di taruh oleh Brida.


Harry melihat kartu nya, setelah membaca nama pengirimnya, alis mata Harry berkedut, telinganya bergerak.


"Zoland, kembalikan yang ini. Katakan aku menolaknya." Kata Harry dingin.


Kemudian Zoland melihat kartu pengirimnya, adalah Guillermo Presiden Negara Slyvedonia.


"Bagaimana bisa Tuan..."


"Kurasa dia sedang ada di Negara Vernecia, periksa semua Cctv, mungkin dia mengikuti Alaris."


"Jika presiden Slyvedonia menginginkan Nyonya, dia bisa saja menculik Nyonya sejak mengunjungi William di penjara, karena saat itu Nyonya Alaris tanpa pengawalan."


"Atau dia baru saja tiba dan tahu Alaris di Negara Vernecia, dia tahu aku juga ada di sini. Ini peringatan darinya. Perketat keamanan, dia pasti akan melakukan sesuatu. Di pastikan dia menginginkan Yumna kembali. Hubungi juga pihak Kastil Emperor."


Saat Zoland membawa pergi mawar itu, Alaris melihatnya.


"Kenapa ada mawar hitam?" Tanya Alaris.


"Mawar ini salah alamat Nyonya, saya akan mengembalikannya." Kata Zoland.


"Tunggu dulu apa itu asli?" Tanya Alaris.


"Jangan sentuh mawarnya istriku..." Harry memeluk Alaris dan mendorong tubuh Alaris perlahan menuju ruang makan lagi.


"Kenapa?"


"Kita tidak pernah tahu tanaman hidup di pelihara dengan baik atau tidak, benarkan?"


"Benar juga, bisa saja itu beracun." Kata Alaris.


Harry tersenyum melihat istrinya pandai dan peka dengan kalimatnya.


Zoland kemudian membawa mawar itu ke taman dan memakai sarung tangan, kemudian memetik kuntumnya sedikit, Zoland melemparnya ke dalam kolam ikan dan tak berapa lama ikan yang ada di dalam kolam pun mati semua.


"Panggil Brida kemari." Kata Zoland pada pengawalnya.


"Baik Tuan."


Sedangkan di dalam apartmen, Alaris sudah kenyang dan tidak mau menyantap lagi. Tapi Harry masih saja ingin menyuapi Alaris.


"Sudah cukup Harry." Kata Alaris dengan wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


Harry tersenyum dan mengangguk.


"Harry, kamu mengatakan padaku, jika aku harus memberikan alasan yang tepat agar kamu bisa meringankan hukuman William?"


Harry masih menyangga kepalanya dengan satu telapak dengan, senyumannya berubah menjadi sedikit pahit.


"Ya istriku." Jawab Harry, kini senyuman itu mulai memudar sepenuhnya.


"Aku... Tidak ingin kamu terbelenggu dalam dendam terus menerus, biarkan Negara Vernecia yang mengurus dan mengadilinya tanpa campur tangan kita." Kata Alaris.


Harry masih diam.


"Aku tidak ingin hatimu terus merasakan sakit hati dan tersiksa, lepaskanlah, Negara Vernecia terkenal dengan sistem hukum yang adil." Kata Alaris lagi.


"Lalu untuk Roberto, masukkan saja ke dalam penjara." Kata Alaris.


Harry membelai rambut Alaris.


"Kamu berubah menjadi lebih hangat sayangku..." Kata Harry mengelus pipi Alaris menggunakan ibu jarinya.


"Apa kamu setuju?"


"Aku akan memikirkannya." Kata Harry tersenyum.


"Kamu janji akan memikirkannya dengan serius setiap kalimatku?"


"Aku janji padamu." Kata Harry dengan lembut dan mengecup bibir Alaris.


"Lalu aku berniat untuk mencari Gloria, adik sepupu Jason, dia menghilang, Jason mengatakan ada pembunuh bayaran yang membawa kantung seperti jenazah dari kamar Axella."


Harry menarik tangannya dari pipi Alaris.


Kemudian Alaris menarik tangan Harry menggenggamnya.


"Harry dengarkan aku, setelah menikah denganmu, aku merasakan kebahagiaan yang sempurna dan aku tidak ingin hidup kita dan pernikahan kita di penuhi oleh dendam. Aku ingin kehidupan yang bahagia dan baik-baik saja."


Harry memikirkannya sejenak.


"Aku yang akan mengambil alih, kamu tidak perlu terjun dalam masalah seperti itu." Kata Harry.


"Kamu berniat membantu menemukan Gloria?" Tanya Alaris.


Harry mengangguk.


"Ini semua karena permintaan dari istriku." Kata Harry.


"Terimakasih Harry, kamu malaikat pelindungku."


"Pastinya akan ku turuti semua permintaanmu istriku. Jadi bagaimana jika sekarang kamu menuruti permintaan suamimu?" Tanya Harry.


"Apa?"


"Memadamkan api, menenangkan yang dibawah sana." Kata Harry berbisik di telinga Alaris.


Kemudian Harry mengangkat tubuh Alaris untuk duduk di atas pahanya.


Harry menyukai posisi ini karena ia bisa leluasa membelai kedua paha Alaris. Itu bagian yang ia sukai.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2