Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
SIAPA YANG MERACUNI ALARIS?


__ADS_3

Sebelum Leon mematikan mesin Helikopter dan Helikopter berdiri sempurna di atas atap rumah sakit megah itu, Harry telah melompat keluar lebih dulu, di susul oleh Zoland yang membawa infus di tangannya hingga di atas kepalanya dan mereka berlari, serta bergegas ke pintu ruang gawat darurat rumah sakit seperti orang gila.


Tepat ketika helikopter mereka mendarat di atap, Arthur juga sudah mendarat dan berlari menyusul Harry.


Setelah Harry meletakkan istrinya dengan pelan di ruang gawat darurat, meski saat itu para perawat sudah menjemput mereka membawa ranjang, tapi nyatanya Harry tetap menggendong Alaris sampai di ruangan.


"Aku mencintaimu." Kata Harry mengecup bibir Alaris.


Ketika Harry berbalik dan melihat Arthur ada di belakangnya beberapa dokter juga sudah mulai menangani Alaris.


Harry mencengkram kerah baju Arthur dengan sangat kuat, wajah Harry bahkan kaku dan takut, ia hanya ingin memperingatkan pada Arthur jika Alaris harus selamat. Harry bahkan kehilangan keberanian untuk bertanya dan berkata-kata lebih lanjut, mulutnya hanya diam gemetar dan terkunci.


Arthur mencoba menenangkan Harry, dengan mengangguk pelan, ia tidak terkejut dengan


cengkraman Harry di lehernya, ia tahu Harry frustasi apalagi di tambah dengan permasalahan yang lainnya, pasti Harry juga merasakan rasa bersalah yang besar pada Alaris.


"Tuan Harry, tenang... Nyonya Alaris sedang menjalani transfusi darah sekarang, jadi tidak ada bahaya yang mengancam jiwa untuk saat ini." Kata salah satu dokter lain yang ikut memberikan transfusi darah.


"Syukurlah..." Kata Harry yang mendengar bahwa Alaris sudah tidak dalam bahaya untuk saat ini, jadi dia melepaskan cengkramannya di kerah baju Arthur.


"Untuk sementara bisa kah Tuan Harrt menunggu di luar dulu, karena kami harus melakukan observasi pada pasien." Kata Arthur.


Harry kemudian keluar dari ruangan istrinya, ia melihat pada wajah pucat itu, Harry sangat prihatin dan merasa putus asa.


Setelah menunggu di luar, tak berapa lama Brida datang.


"Maaf, saya baru mendapatkan kabar dari Samantha dan Emily." Kata Brida pada Harry.


Austin sendiri berdiri di ujung dan merasakan tubuhnya lemas tak berdaya, pria itu menyandarkan kepalanya di dinding rumah sakit dan tidak berani menatap siapapun, bahkan Austin yang sangat frustasi melihat keadaan Alaris yang berbaring di dalam, betapa Austin sangat peduli, betapa Austin sangat tertekan, dia tidak bisa menunjukkan emosi apa pun.


Leon dan Zoland terlihat menahan kegusaran mereka dan bersikap untuk setenang mungkin, karena Emily dan Samantha hampir mematahkan gigi mereka, karena terus menerus menggertakkan gigi mereka.


Harry kemudian berjalan mendekati Austin.


"Mengapa? Jelaskan padaku kenapa Alaris tiba-tiba mengalami pendarahan." Kata Harry dengan tatapan dingin.


Austin masih diam dan menunduk.

__ADS_1


Arthur yang barus saja keluar, melihat Harry menekan Austin.


"Saya yang akan menjelaskan ini Tuan Harry."


Semua orang sontak menoleh pada saat yang sama, dan melihat pada Arthur.


"Sepertinya ada yang memasukkan obat pada Nyonya Alaris." Kata Arthur.


"Obat?" Harry mengerutkan keningnya.


Kemudian meraih kerah Austin ingin memukuli Austin.


Semua orang bahkan terkejut, mendengarnya, apalagi Emily dan Samantha, padahal semua makanan selalu melewati Quality Kontrol mereka.


"Aku akan menyelidikinya!" Teriak Austin, matanya berkaca-kaca hampir menangis.


"Tuan Harry, mari kita dengar dulu penjelasan dari Dokter Arthur." Kata Zoland.


"Bahan dari obat-obatan itu baru saja diuji. Obat terlarang yang menghancurkan kekebalan tubuh dan melemaskan syaraf otak dan tujuan obat itu adalah menonaktifkan seluruh organ vital pasien. Jika obat itu termakan atau tertelan, organ tubuh akan mempercepat efek yg dihasilkan oleh sejumlah zat yang terkandung dalam obat, saat berlangsungnya suatu reaksi kimia jaringan tubuh, organ manusia tidak tahan dengan ini. Kecepatan perubahan ini pada organ yang sangat besar akan menyebabkan pembuluh darah pecah dan menyebabkan pendarahan di seluruh tubuh."


Kata-kata Dokter Arthur membuat semua orang yang hadir seolah disambar petir.


Semua mata kemudian tertuju pada Samantha dan Emily, wajah mereka pucat pasi dan lekukan-lekukan kekhawatiran pun muncul.


"Bu... Bukan kami, kami setia pada Nyonya. Ta... Tapi maafkan atas kecerobohan kami Tuan!!!" Teriak Emily kemudian bersujud.


"Maafkan kami Tuan Harry, kami tidak hati-hati!" Samantha juga ikut bersujud.


Mereka menangis secara bersamaan.


Harry memijat dahinya.


"Berdirilah kalian, aku percaya itu bukan kalian." Kata Harry kemudian.


"Periksa semua yang ada di kastil dan kemudian introgasi mereka semua." Kata Harry pada Leon dan Zoland.


"Baik Tuan." Zoland pergi menjauh untuk menghubungi para pengawal rahasia untuk tugas itu.

__ADS_1


Sedangkan Brida menyuruh Samantha dan Emily untuk berdiri.


Seorang dokter tiba-toba datang, dan memberikan hasil lab nya lagi pada Dokter Arthur.


Rumah sakit konsorsium milik keluarga Arthur adalah rumah sakit yang sangat kuat dalam teknologi dan memiliki akreditasi yang tinggi.


Setelah beberapa saat, hasil tes yang Arthur pelajari membuatnya mengernyitkan dahinya cukup dalam.


Para dokter yang ada di dalam ruangan juga masih berjuang, mereka masih mencoba dan mempelajari semua yang mereka bisa, tetapi sepertinya masih tidak ada cara untuk menghentikan pendarahan Alaris, kantong darah satu demi satu habis dengan cepat.


Tanda-tanda vital Alaris juga hanya bisa dipertahankan melalui transfusi darah tanpa henti. Tapi semua itu juga memiliki batas waktu.


"Tuan Harry anda harus memilih." Kata Arthur dengan menyesal.


Semua melihat pada Harry dan kemudian Arthur. Austin pun akhirnya mengangkat wajahnya dengan rasa takut luar biasa.


"Dalam beberapa jam, jika bayi-bayi itu masih tidak di keluarkan, bayi-bayi itu akan mati, dan Nyonya Alaris juga akan ikut meninggal."


Harry meremas kepalanya, Leon mencengkram bahu Harry.


Tubuh besar Harry seolah akan roboh, ia menyandarkan punggungnya di dinding rumah sakit, sedangkan Austin merosot duduk di lantai.


Kemudian Samantha dan Emily yang baru saja berdiri, terduduk lemas di lantai saling berpelukan dan menangis. Brida mendengar itu tidak tahan dan menangis, jantungnya terasa nyeri karena Nyonya Alaris adalah salah satu yang membuatnya berjuang untuk agar tetap hidup.


Sedangkan Zoland yang baru saja selesai menelfon dan kembali, ia mendengar kalimat Dokter Arthur, dan meremas ponselnya, tangannya gemetar hebat, lalu melihat pada Harry.


Pria tampan yang selalu ceria itu saat bersama Alaris seperti kembali terjerumus dalam lubang hitam yang pekat tak berdasar. Ini kali kedua Zoland melihat wajah tanpa daya Harry yang gelap setelah kematian sang kakak.


"Saya memberikan anda waktu untuk berfikir Tuan Harry, siapa yang ingin anda selamatkan, Nyonya Alaris atau kah bayinya." Kata Arthur.


Kemudia para dokter bergegas pergi menuju ruangan untuk membahas tentang penyelamatan Alaris. Hingga satu jam berlalu para Dokter saling melemparkan otak mereka di atas meja dan memutar kepintaran mereka, mereka ingin menyelamatkan keduanya namun pada akhirnya hasil dari rencana apa pun, tidak ada yang efektif. Semua memiliki resiko kematian pada salah satunya. Obat terlarang di tubuh Alaris memang sangat berbahaya.


Sedangkan dokter-dokter lain yang berada di ruangan Alaris masih bekerja di bantu para perawat untuk mencegah obat terlarang itu masuk dan menembus mempengaruhi si bayi, para dokter segera memblokir aliran darah Alaris dan beberapa kantong plasma sudah disuntikkan ke dalam tubuh Alaris pada saat yang sama, mereka terus menerus bekerja keras, mereka terus-menerus mencuci komponen darah asli milik Alaris, mengeluarkan darah asli dan mengganti darah yang baru.


Tiga jam telah berlalu sekarang.


Darah yang masuk ke dalam tubuh Alaris telah mencapai beribu-ribu cc, dan semua darah di tubuh Alaris telah diganti satu kali.

__ADS_1


Monitor detak jantung untuk para janin, selalu memantau kesehatan bayi di perut Alaris, untungnya, serangan pada Alaris ditangani dengan cepat dan respon rumah sakit juga sangat tanggap apalagi dengan peralatan teknologi mereka yang canggih.


bersambung~


__ADS_2