Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
SALING MENAHAN DIRI


__ADS_3

Sedangkan di Negara Slyvedonia, setelah turun dari pesawat, mobil-mobil limusin serta mobil-mobil mewah mengiringi dan melaju berurutan melalui jalan-jalan besar yang sudah di bersihkan oleh Harry sebelumnya.


Saat itu Alaris tertidur pulas di bahu Harry. Entah kenapa sosok Harry membuat ketenangan bagi dirinya , apalagi beberapa hari Alaris tidak cukup tidur, pikirannya tidak tenang, tubuhnya pun sebenarnya lelah namun Alaris masih memaksa tubuhnya untuk bekerja.


Mobil sudah memasukki gerbang pertama ke dalam wilayah Kastil Emperor dan melewati jalanan yang cukup jauh, sedikit demi sedikit Kastil pun terlihat.


Beberapa menara menjulang tinggi dengan bangunan mengerucut di atasnya. Kastil itu benar-benar megah jauh lebih megah dari Mansion The Kingham.


Gerbang besar ke dua pun di buka, iring-iringan mobil melaju dan menuju bangunan yang kini bagai raksasa menjulang tinggi dan besar.


Deretan para pelayan laki-laki dan wanita berjajar, berbaris kompak menundukkan kepala dan menyambut kedatangan Harry.


Emily, Samantha serta Brida berdecak kagum. Melihat itu semua sedangkan Alaris masih tidur di bahu Harry.


Melihat Alaris tidur dengan sangat pulas, Harry tidak tega untuk membangunkannya.


Kemudian Harry memeluk Alaris dan menggendongnya. Merasa ada yang aneh Alaris membuka matanya dan saat itulah ia tahu bahwa ia sedang berada dalam gendongan Harry.


"Astaga turunkan aku Harry, ini memalukan." Alaris menutupi kedua wajahnya di dada bidang Harry."


"Wajahmu menggemaskan."


"Kenapa kamu menggendongku!"


"Kamu tidur seperti bayi, aku tidak tega membangunkanmu."


"Turunkan aku, ini memalukan." Kata Alaris.


Emily dan Samantha hanya tersenyum salah tingkah. Sedangkan Brida menutup mulutnya menyembunyikan senyumannya.


Harry pun menurunkan Alaris, hingga pada posisi Alaris siap berdiri Harry melepaskan tangannya.


"Ini sangat besar dan indah." Kata Alaris.


"Tidak buruk kan jika di banding dengan mansion The Kingham."


"Ini jauh lebih besar dan mewah." Alaris takjub melihat kastil Emperor.


"Masuklah." Kata Harry.


Alaris masuk ke dalam bersama Harry, lantai marmer yang mewah membuat Alaris berdecak.


"Tapi dimana Hector?" Tanya Alaris.


"Ada, dia sedang mengurus pekerjaannya."


"Dia bekerja?" Tanya Alaris.

__ADS_1


Harry mengangguk.


"Pekerjaan apa yang bisa dia lakukan." Kata Alaris tak percaya.


"Nanti kamu bisa tanyakan sendiri padanya, saat dia pulang." Kata Harry.


"Entah mengapa, aku menjadi gugup, apa dia akan marah dan kecewa padaku, aku bahkan tidak berani menatap matanya." Kata Alaris.


"Dia akan mengerti, dia sangat menyayangi kakakknya. Ayo ku tunjukkan kamarmu. Yang lain sudah pergi ke kamarnya masing-masing bersama para pelayan."


Alaris menunduk dan berjalan di samping Harry.


Setelah berjalan cukup jauh dan kemudian Harry membuka pintu besar itu, terlihatlah kamar mewah bak Ratu yang ada dikerajaan.


"Ini... Terlalu berlebihan untuk kamar seorang tamu." Kata Alaris.


Kemudian Harry menutup pintu kamar dan berjalan menuju pintu yang lain.


"Tidak ada kamar yang lain, dan hanya kamar ini yang tersisa, kamar ini juga terhubung langsung dengan kamarku." Kata Harry.


"Hamm... " Alaris tak bisa berkata-kata.


"Tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam kamu bisa menguncinya dari kamar mu."


Alaris meremass kedua tangannya yang gugup dan berkeringat. Entah mengapa dadanya selalu tidak bisa tenang jika berhadapan dengan Harry.


'Aku wanita kesepian yang menyedihkan.'


Harry mendekati Alaris dan menatap mata gugup Alaris.


"Aku akan membuatmu percaya padaku Alaris, jadi jangan berharap kamu bisa lepas dariku, aku sudah menunggu dengan sangat lama, sejak kecil kamu hanyalah impian yang sangat sulit ku dapatkan, sekarang kamu ada di hadapanku. Aku berjanji tidak akan membiarkanmu pergi dari ku, aku berjanji akan membuatmu tidak ingin pergi dariku dan mencintaiku." Harry ylmendekatkan dirinya pada Alaris.


Alaris menelan ludahnya.


"Kamu mengancamku, bahwa aku tidak akan bisa melarikan diri dari mu?" Kata Alaris dengan suara serak.


"Aku memaksamu untuk tetap di sini, dan memperingatkanmu untuk berhati-hati bahwa aku benar-benar mencintaimu dan tidak akan membiarkanmu pergi lagi."


Harry menarik pinggul Alaris mendekat dalam pelukannya, dan Alaris menahan tubuhnya agar wajah mereka tetap memiliki jarak menggunakan sikunya pada dada bidang Harry.


"Kamu tidak memiliki pilihan lain selain menikah denganku Alaris." Bisik Harry.


Suara dan nafas Harry begitu panas di telinga Alaris.


Dada Alaris bergemuruh melihat wajah tampan dan tangan kokoh yang berotot itu memeluknya, ia benar-benar merasa kan bahwa ia memang wanita kesepian.


'Aku benar-benar malu, hanya dengan tatapan Harry aku sudah hanyut dalam pelukannya, hanya dengan pelukannya aku sudah hanyut dalam gelora yang menumpuk dan aku tidak tahu kapan ini akan meledak jika Harry terus memperlakukanku seperti ini.'

__ADS_1


Sedikit demi sedikit Harry mendekat kan wajahnya, sedikit demi sedikit bibir mereka pun bertemu lagi, dan kali ini mereka berciuman lebih panas.


Harry mendorong tubuh Alaris hingga terbaring di atas meja, dengan kedua tangan Alaris naik ke atas dan tangan kekar berotot Harry mencengkramnya lembut.


Ciuman itu bagaikan kobaran api yang kian memanas dan kian membesar.


Harry merasakan panas tubuhnya kian tidak bisa terbendung, kepalanya berdenyut, jantungnya berlarian kencang, Harry mencium leher Alaris dan menghisapnya membuat tanda di sana.


Alaris mengalungkan jemarinya di tengkuk leher Harry, membuat Harry merasakan tekanan yang kian ingin meledak di bagian tubuhnya.


Ciuman itu lebih panas dan sedikit demi sedikit Harry menuruni leher Alaris hingga mencapai dada atas dan membuat bekas merah lagi.


Alaris melenguh dan mencengkram rambut Harry.


Jantung Alaris berderu seperti drumb yang di pukul secara bersamaan, berlarian hingga nafasnya tersengol.


Sedangkan Harry semakin liar dan menginginkan lebih, Harry mengangangkat Alaris dan membaringkannya di atas ranjang, menghujaminya dengan ciuman di bibir dan di wajah Alaris hingga telinga Alaris basah dengan ciuman yang di lakukan Harry.


"Harry... Cukup..." Alaris mencengkram punggung Harry yang semakin liar dan panas.


Nafas Harry semakin berat, dadanya bidangnya semakin naik dan turun.


Kancing kemeja Alaris sudah terbuka sedikit hingga memperlihatkan sesuatu yang indah di dalamnya.


Harry membenamkan wajahnya di dada Alaris yang sedikit terlihag lalu menyesapnya.


Lenguhan panjang keluar dari mulut Alaris.


'Aku benar-benar payah, aku menginginkannya lebih dari yang aku bayangkan, tapi ini tidak boleh terjadi '


"Harry..." Dengan memanggil nama Harry ia berharap Harry menghentikannya, karena ia pun juga tidak bisa mengontrol apa yang sedang membara di dalam tubuhnya.


Suara Alaris yang Harry dengar justru berbeda dari yang di maksud Alaris, itu bukan panggilan penolakan melainkan seolah Alaris memanggil nama Harry karena menginginkan lebih.


Suara Alaris justru semakin membuat Harry bergerak liar.


"Harry... Ini sudah cukup." Kata Alaris.


Dirinya tersadar bahwa ia masih menjadi istri dari William.


"Aku tidak ingin menjadi wanita seperti yang di bawa oleh William." Bisik Alaris dengan nafas yang seperti akan habis.


Harry menahan dirinya yang sudah terlanjur melepaskan kontrol tubuhnya.


"Baiklah, jangan bergerak, aku butuh waktu untuk mengembalikan diriku seperti semula, kamu terlalu menghipnotisku, dan membuatku lupa diri. Maafkan aku, selama ini aku benar- benar sudah sangat berusaha menahan diriku untuk tidak menyentuhmu sejak pertama kali kita bertemu. Jika saja kamu menjadi milikku lebih awal aku pasti tidak akan tersiksa." Bisik Harry.


Pria itu masih berada di atas Alaris, dan Alaris menuruti apa yang Harry minta, untuk hanya diam sejenak agar Harry kembali menenangkan gejolak yang ada dalam dirinya.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2