Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
AXELLA DICAMPAKKAN OLEH LEON


__ADS_3

Harry mengikuti Zoland ke ruangan kerja dengan malas dan tidak semangat.


Di sana sudah ada Leon yang menunggu.


Harry duduk di sofa dengan menghempaskan dirinya.


Leon serta Zoland saling menatap, apa yang sebenarnya terjadi pada Harry.


"Ada apa dengan anda?" Tanya Zoland.


"Sepertinya Alaris sedang menyesal karena menikah denganku." Kata Harry.


Leon mengangkat alisnya.


"Bagaimana jika yang di katakan William itu benar, Alaris akan meninggalkanku ketika dia tahu aku seorang sampah dan berwajah iblis."


Zoland menahan tawanya, namun Leon justru tertawa tidak tahan melihat Harry putus asa dan memikirkan omong kosong yang telah William katakan.


Harry kemudian menonjok Leon di perutnya, mereka bergulat namun Leon masih tertawa terbahak-bahak.


"Okey, okey maafkan aku Harry, tapi wajahmu sangat lucu, di bandingkan dengan wajah iblismu saat berhadapan dengan William kali ini kamu justru seperti kelinci yang tersesat." Leon menahan tawanya dan menghapus air mata karena terlalu banyak tertawa.


Zoland dengan sekuat tenaga juga menahan tawanya agar hidupnya tidak berakhir mengenaskan dengan perkejaan overtime.


"Aku takut, jika Alaris mengetahui aku adalah manusia sampah, dan dia kecewa, lalu meninggalkanku, apalagi jika dia tahu tanganku sudah terlalu banyak berlumuran darah para bandit." kata Harry.


"Tuan bukankah sebaiknya anda bertanya dengan jujur pada Nyonya Alaris daripada anda bertanya pada kami, yang jelas-jelas kami tidak memiliki jawabannya." Kata Zoland


"Apakah Alaris akan membuang manusia sampah ini." Kata Harry linglung dan berbaring di sofa.


Sebagai bawahan yang setia, banyak kata-kata penghiburan muncul di benak Zoland.


"Anda menjadi manusia sampah dan menjadi iblis membuat tangan anda berlumuran darah para bandit karena ingin menjaga keluarga Mac Linford Tuan Harry." Kata Zoland.


Namun kalimat penghibur itu tidak menyentuh hati Harry.


"Tenang saja Tuan Harry, sampah juga bisa di daur ulang." Sambung Zoland lagi.


Harry melotot pada Zoland, dan dengan cepat Zoland menyerahkan berkas di atas meja pada Harry, kemudian dia melarikan diri pergi dari ruangan kerja sebelum Harry benar-benar menambah jam kerjanya.


Tentu saja Leon tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kucing dan tikus di hadapannya.


Harry menghela nafas lalu mengambil berkasnya.


Wajah Leon berubah menjadi serius.


"Kamu sudah mengaturnya?" Tanya Harry.


"Ya, kita bisa melakukan serangan sekarang, dan Liam Grup serta aset Aldawn dan Imperald Diamond bisa kembali pada Alaris." Kata Zoland.


"Laksanakan malam ini." Kata William.

__ADS_1


"Tapi sepertinya aset Liam Grup tidak bisa di ambil seluruhnya, karena beberapa sudah mulai di pindah oleh William, entah Roberto tahu atau tidak namun jika dia tahu, William pasti akan mati ditangan pria tua itu."


Harry tidak peduli dan tidak menanggapi tentang apakah William akan mati di tangan Roberto atau tidak.


"Stempel Marga Liam?" Tanya Harry.


"Masih ada, dan dia tidak bisa berbuat apa-apa." Kata Zoland.


"Hm, lanjutkan, kalau ini berhasil kamu boleh mengambil liburan bersama Brida." Kata Harry


"Ya... Aku memang membutuhkan liburan, sepertinya berlibur bersama Brida tidak buruk." Kata Zoland.


"Aaa... Aku lupa, tetap jaga Greisy dan jangan biarkan dia keluar sebelum waktunya." Kata Harry.


Leon mengangguk tanda mengerti.


******


"Apa kamu akan kembali ke Negara Vernecia hari ini?" Tanya Yumna.


"Sayangnya iya, kamu boleh berkunjung ke Mansion The Kingham." Kata Axella.


"Jadi aku harus melaksanakan rencanaku sendirian?" Tanya Yumna.


"Tenang saja, dia lemah dan tidak pernah menyerang lebih dulu, ataupun membalas meski berulang kali di ganggu." Kata Axella.


"Ya, ku pikir wanita yang bernama Alaris itu terlalu dingin dan pasti dia tidak benar-benar mencintai Harry, dia hanya mau harta milik keluarga Mac Linford." Kata Yumna.


"Jika kamu ke sini aku akan menyambutmu, berkunjunglah ke Negara Slyvedonia lagi." Kata Yumna.


Axella hanya tersenyum pahit, Negara Slyvedonia adalah negara yang sangat paling ia benci namun tidak sampai membencinya hingga sekarat, karena di Negara Slyvedonia pula ia bertemu dengan William.


Kemudian Axella pergi, di lorong lobby yang panjang sepanjang kastil, tidak sengaja Axella bertemu Leon, mereka saling berdiri berhadapan.


Tentu saja Axella terkejut melihat Leon yang terlihat semakin tampan, setelah berminggu-minggu ia mencari Leon, dan merindukannya sekarang mereka bertemu tanpa sengaja, namun tidak dengan Leon, pria itu sendiri berasa ingin mual.


Axella hendak mendekat pada Leon, namun tiba-tiba Brida datang menyela di tengah mereka.


Dengan angkuh Brida menyedekapkan tangan.


"Ada apa?" Tanya Brida.


"Bukan urusanmu, dan kamu seharusnya lebih menghormatiku karena aku sekarang adalah istri William Linevero, Nyonya dari Negara Vernecia."


"Oiyaa? Tapi aku melihatmu masih tetap sama, wanita rendahan yang menjadi orang ketiga, kamu wanita selingkuhan Tuan William, cap itu sudah sangat jelas tertulis di dahimu." Ejek Brida.


"Kamu memang tidak tahu aturan, beraninya kamu berbicara seperti itu!" Kata Axella.


"Ada apa Axella?" Tiba-tiba Yumna berdiri di belakang Axella.


"Yumna, lihatlah bagaimana seorang skretaris rendahan itu sudah menghinaku." Kata Axella menangis.

__ADS_1


"Oh kamu sekretaris wanita dingin itu, wanita yang seperti boneka, tak punya jiwa. Pantas saja, sekertarisnya saja begini tidak punya aturan apalagi majikannya pasti lebih rendahan."


PLAK!


Sebuah tamparan melasat ke wajah Yumna.


"Kamu! Beraninya kamu menamparku, kamu tidak tahu aku siapa!" Teriak Yumna dengan mata melotot.


Brida masih diam.


"Aku akan memberitahu ayahku dan membuatmu di deportasi lalu di tolak di Negara Slyvedonia! Ayahku adalah presiden Negara Slyvedonia!" Teriak Yumna.


"Apa? Kamu anak presiden." Kata Brida terkejut dan melotot.


"Kamu tahu takut juga." Ejek Yumna dengan wajah menghina.


"Selain artis yang aji mumpung, terkenal melalui skandal bohong menggunakan nama Harry Mac Linford, ternyata kamu juga seorang wanita yang penakut, sedikit-sedikit mengadu pada ayahmu, sedikit-sedikit bersembunyi di balik punggung ayahmu, apa kamu tidak bisa melakukan apapun sendiri." Kata Leon.


"Apa? Leon bagaimana kamu bisa membela wanita murahan ini! Kamu adalah orang kepercayaan Harry, dan tentu saja seharusnya Harry menikah denganku! Ayahku sudah mengatur semuanya!" Teriak Yumna.


"Bermimpilah! Kamu dalam bahaya jika menganggu iblis!" Kata Leon kemudian pergi dengan membawa Brida bersamanya.


Namun baru beberapa langkah Leon berhenti dan berbalik melihat Axella.


"Tidak semua pria bodoh dan bisa jatuh dalam wajah kecantikan seorang wanita, Axella. Apalagi jika wanita itu kotor, meski cantik dia tetap lah kotor." Kata Leon.


"Ap... Apa...." Air mata Axella mengalir deras.


Axella benar-benar terluka oleh perkataan Leon, bagaimana ia bisa berbicara seperti itu.


Bagaimana Leon bisa terlihat sinis dan mata itu seolah jijik. Pikiran Axella di penuhi dengan kejutan-kejutan yang menyakitkan.


Axella di campakkan oleh Leon.


"Leon, apa kamu benar-benar pernah mencintaiku, setelah semua yang aku lakukan untukmu, setelah semua kebersamaan kita?" Tanya Axella.


"Aku tidak pernah menyukai wanita kotor." Kata Leon.


"Lalu bagaimana dengan ciuman itu?" Tanya Axella, namun tangannya seketika menutup mulutnya.


Mata Axella membulat penuh, ia kelepasan dan menutup mulutnya, wajahnya sudah panik melirik kanan dan kiri, wajah yang basah dengan air mata.


Axella benar-benar di butakan mata dan fikirannya oleh Leon.


Yumna sendiri terkejut, namun demi melancarkan rencananya, dan ia tidak mau Axella membuka mulut, Yumna tetap berada di pihak Axella.


"Tenang saja tidak ada yang mendengarmu, tidak ada siapapun, ayo kita kembali, Tuan William pasti sudah menunggumu."


Dengan menyentuh perut dan melindungi bayinya Yang masih di dalam perut Axell pergi bersama Yumna.


Meski perutnya sedikit mulas karena serangan terkejut dan panik, Axella harus bertahan, sekarang penyelamatnya hanyalah bayi yang ia kandung, anak dari William.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2