
Alaris belum sempat menyentuh sarapan, dan ia bergegas menemui Jason.
Saat itu pengawal sudah mempersilahkan Jason masuk ke dalam Kastil Emperor.
Jason menunggu dengan berdiri di ruangan tamu yang besar dan mewah, bangunan itu bak istana megah.
Tak berapa lama Alaris muncul dan menyuruh para pembantu pribadinya untuk menunggu di luar.
"Selamat pagi Nyonya Alaris." Sapa Jason dengan hati-hati.
"Pasti ada sesuatu yang penting, sampai kamu datang ke sini."
"Nyonya, saya membawa pesan dari Tuan William." Kemudian Jason mengulurkan sebuah kertas kecil.
Alaris ragu untuk menerimanya.
"Tuan William berada di penjara, dan berharap anda mau menerima pesan ini. Tuan William sudah menulisnya beberapa minggu lalu, saya belum sempat memberikannya pada anda karena masalah terus saja datang, Gloria adik sepupu saya tiba-tiba juga menghilang, lalu Tuan William sudah beberapa minggu tidak ingin di kunjungi." Kata Jason.
Dengan berat hati Alaris menerima nya, ia hanya tidak ingin membuka luka lama ataupun membuat luka baru untuk dirinya, ataupun Harry tapi dia bahagia dengan kehidupan sekarang tidak perlu ada hal yang di takuti lagi.
Alaris melihat surat yang sudah berada di jemari lentiknya, dan membukanya, itu adalah tulisan tangan William, tulisan khas tangan William yang sangat Alaris kenal.
"Alaris, aku merindukanmu, tolong berikan kesempatan padaku untuk bisa bertemu denganmu meski untuk terakhir kalinya. Datanglah, aku akan memberitahu sesuatu, negara Slyvedonia tidak aman untukmu."
Setelah selesai membacanya, Alaris melipatnya dan menyerahkan kembali pada Jason.
"Maaf Jason, aku tidak bisa." Kata Alaris dingin.
"Saya mohon Nyonya sekali saja. Setidaknya berikan belas kasihanmu pada Tuan William, saya tidak tahu keadaannya sekarang bagaimana, kalaupun anda tidak mau bertemu secara langsung anda bisa melakukan pertemuan tersekat." Kata Jason.
Pertemuan tersekat ialah pertemuan yang ada di dalam 1 ruangan, namun tersekat, meski begitu para pengunjung tetap dapat berkomunikasi dengan sang tahanan.
"Aku dan William sudah berakhir, dan itu adalah balasan atas segala apa yang telah ia lakukan di masa lalu." Kata Alaris.
Kemudian Alaris hendak pergi, namun tiba-tiba Jason berlutut.
"Tolong saya Nyonya Alaris, jika anda tidak mau pergi karena permintaan Tuan William, tolong anggap saja saya yang memintanya pada anda." Kata Alaris.
"Jason apa yang kamu lakukan cepat berdiri!"
__ADS_1
"Tidak, sebelum anda setuju dengan permintaan saya Nyonya, maaf saya melakukan ini, saya tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk Tuan William, kami tidak bisa bergerak sedikitpun, apalagi semua akun bank milik Tuan William di bekukan. Belum lagi Tuan Harry selalu mengintimidasi. Baru saja saya mendapatkan kabar jika akun bank saya juga akan di bekukan dalam waktu singkat, Tuan Harry juga menekan dan mendesak sekuruh bisnis Tuan William di luar asset Liam Grup." Kata Jason.
"Intimidasi?" Tanya Alaris.
"Tuan Harry terus menerus memberikan tekanan pada bisnis Tuan William yang lain, bisnis itu di luar asset Liam Grup, meski begitu Tuan Harry juga tidak melepaskannya, sudah ada 3 tanah dan 2 pulau yang di ambil oleh Tuan Harry, lalu bisnis bidang hiburan milik Tuan William sendiri juga di tekan membuat perusahaan itu juga koleps." Kata Jason.
'Aku tidak tahu, bahwa Harry masih terus dengan gencar melakukan serangannya, Sepertinya Harry tidak memiliki niat untuk melepaskannya begitu saja meski William sudah tidak dapat membalas ataupun bersembunyi.'
Alaris melihat Jason yang tidak dapat menutupi lagi kekhawatirannya, wajahnya terlihat kurang segar, mungkin dia tidak pernah cukup tidur.
"Kamu bisa pulang lebih dulu aku akan menyusul, siapkan jalur belakang aku tidak mau ada wartawan yang melihatku." Kata Alaris.
Jason mendongak dan melihat ada secercah kebaikan Alaris, membuat siraman dingin dan kelegaan di dada Jason.
"Terimakasih banyak Nyonya."
"Berdiri, aku tidak suka kamu bersikap seperti itu, aku sangat menghormatimu, karena kinerja mu yang bagus. Tapi untuk masalah kejahatan, aku tidak akan pernah mendukungmu, ini hanya karena rasa perikemanusiaanku."
"Apapun alasan anda, akan saya terima Nyonya. Terimakasih banyak."
Kemudian Jason berdiri, ia pergi lebih dulu dan meninggalkan Kastil Emperor.
"Nyonya anda tidak perlu pergi." Kata Samantha.
"Nyonya bagaimana jika Tuan Harry tahu?" Kata Emily.
"Nyonya bagaimana jika kami pergi bersama anda." Kata Samantha.
"Nyonya bagaimana kami akan menjawab pada Tuan Harry, kemana anda pergi." Kata Emily.
Samantha dan Lily saling bergantian bertanya dan khawatir, mereka sangat cemas.
"Nyonya bagaimana dengan keselamatan anda? Axella adalah wanita yang sangat berbahaya." Kata Samantha lagi.
"Jason tidak akan membiarkan ku terluka."
"Bagaimana jika ini hanya jebakan Nyonya." Tanya Emily.
"William berada di dalam penjara." Kata Alaris.
__ADS_1
"Bawa pengawal yang banyak mungkin akan lebih baik dan kami akan merasa tenang Nyonya." Kata Samantha.
"Katakan pada Harry, jika aku pergi menengoknya di penjara, kebetulan Brida sedang mengurus perusahaan di Negara Vernecia, jadi aku akan pergi sendiri." Kata Alaris.
Setelah selesai Alaris membawa tas nya dan pergi dengan setelan kemeja serta celana panjang, ia terlihat sangat bugar dan langsing, tubuhnya tinggi dan ia masih memakai high heels. Membuatnya tampak jauh lebih percaya diri, apalagi postur tubuhnya yang semampai membuatnya sangat memikat orang lain.
Setelah kurang dari satu jam, Alaris sampai di bandara pribadi, Ia menaiki pesawat jet pribadi mewah dan terbang menuju Negara Vernecia. Negara kelahiran Alaris.
Saat berada di udara, ia memikirkan Negara Vernecia, ada rasa rindu namun juga ada rasa sakit tentang semua yang telah terjadi di sana.
Perjalanan di tempuh kurang lebih 5 jam. Kemudian pesawat mendarat di landasan pribadi. Setelah terparkir sempura, Alaris turun dari pesawat, ia menuruni tangga yang tidak terlalu tinggi, kemudian rambutnya berkibar tertiup angin. Saat itu Alaris memakai kacamata hitam.
Kemudian mobil milik William sudah menjemput Alaris namun Alaris tegas menolaknya.
"Jason, aku tidak akan naik mobil jemputan dari William, ini alasan pribadi." Kata Alaris.
"Maafkan saya Nyonya yang tidak faham."
"Tidak apa-apa, aku sudah menghubungi seseorang dia akan menjemputku." Kata Alaris.
Kemudian sebuah mobil mewah melaju dan berhenti tepat di depan Jason serta Alaris, itu adalah Brida.
"Maaf Nyonya sudah menunggu." Sapa Brida.
Alaris mengangguk dan kemudian masuk ke dalam mobil. Namun sebelum itu Alaris menurunkan kacanya.
"Kamu memimpin, kami akan mengikuti dengan harak, lalu pastikan jalanan sepi dan melelalui pintu belakang." Kata Alaris.
Jason mengerti.
Mobil melaju dengan jarak yang tidak mencurigakan, setelah melalui perjalanan yang cukup panjang mereka sampai di lapas melalui pintu belakang.
Alaris keluar dari mobil dan melihat bangunan lapas dengan memutari nya menggunakan matanya, rambutnya berkibas tertiup angim yang cukup kencang.
Alaris di buat terkejut kenapa William di tempatkan di lapas umum dekat pantai, lapas untuk orang buangan kelas rendah, bangunan yang kumuh, apalagi yang Alaris tahu lapas terlihat lebih gelap dan tidak terawat dibanding sel para Pejabat Negara yang melakukan korupsi. Bahkan yang Alaris tahu Sel lapas umum itu kamar mandinya hanya dibatasi sehelai kain sebagai gorden.
'Kenapa bukan di lapas kelas VIP, bukankah William setiap tahun memberikan sumbangan yang sangat besar kepada Negara Vernecia, William memiliki andil pengaruh besar untuk ikut memajukan dan mensejahterakan Negara Vernecia dengan segudang Sumbangan Uang dan lahan yang cukup banyak *untuk pembangunan Negara Vernecia.'
bersambung*~
__ADS_1