
Rini dan Morgan segera menuju rumah Diandra setelah dari kantor. Karena Katherine sudah dua hari demam tinggi dan selalu mengigau menyebut nama Rini. Sepulangnya dari dokter, Katherine memohon pada Diandra dan Anggara untuk mendatangkan Rini ke rumah mereka.
Katherine langsung meronta dari gendongan Anggara ingin segera memeluk Rini.
"Tante Rini, mau peluk!." Rengek Katherine begitu manja pada Rini.
"Iya sayang." Rini segera menghampiri Katherine setelah melepaskan pelukannya pada Diandra.
"Tante Rini bobo lagi sama aku, tante Rini harus menginap di sini. Om Morgan juga boleh. Aku mau bobo sama Tante Rini." Ucap Katherine sambil mempererat pelukannya pada Rini.
"Iya sayang, tante Rini bobo sama Katherine." Morgan mengelus sayang pucuk kepala Katherine.
"Demamnya sudah turun." Lanjut Morgan kembali mengelus rambut kepala Katherine.
"Iya kemarin juga begitu, jam-jam segini turun demamnya. Nanti malam demam tinggi lagi. Tapi semoga saja dengan adanya Rini enggak demam lagi ya Katherine." Anggara mengelus punggung Katherine dan meminta Rini untuk duduk. Karena sekarang Katherine cukup berat.
Rini dan Diandra melanjutkan obrolan mereka di meja makan sambil menyuapi Katherine, karena sudah harus minum obat. Dan untungnya saja Katherine tidak susah untuk makan bubur, buah dan minum obat.
__ADS_1
Hari semakin sore dan Morgan pamit pada semuanya, dia belum bisa untuk tinggal satu atap bersama Diandra dan Anggara. Tapi kali ini, Rini mencoba bicara pada Morgan untuk menginap di rumah itu bersamanya. Karena kondisi Morgan sendiri masih belum pulih.
"Malam ini saja, please...kamu tidur di sini bersama ku. Biar aku gampang mengecek mu kalau ada apa-apa."
"Tidak apa-apa, Rin. Kamu menginap di sini saja, aku tetap pulang. Di rumah ada Mama Tania dan Papa Usman jadi kamu tidak perlu khawatir." Morgan tetap bersikeras untuk tetap pulang. Padahal rasa tidak enak pada tubuhnya mulai menyerang.
Rini sampai berdecak kesal. "Kalau kamu pulang, aku juga ikut pulang!." Tegas Rini,
Morgan menatap Rini begitu haru, Rini mulai peduli padanya.
"Diandra, kita ke meja lagi yuk!. Aku mau menyuapi Katherine dan Morgan, supaya mau minum obat."
"Tidak perlu, Di. Aku akan menginap di sini." Akhirnya Morgan mau mengalah dan memutuskan menginap di rumah itu.
.
.
__ADS_1
.
Diandra dan Anggara menemani Katherine di ruang tengah, yang sedang menunggu Rini menyuapi Morgan lalu kemudian minum obat.
"Kamu juga, sudah tahu demam. Masih saja ke kantor, demam lagi kan?." Rini mengomel pada Morgan yang hanya diam saja menatap Rini yang sangat perhatian padanya.
"Iya, maaf." Ucap Morgan begitu lirih, sehingga Rini menghentikan ocehan. Menatap Morgan yang duduk manis di kuris yang ada di dalam kamar.
"Morgan, bukan begitu maksud ku." Rini merasa tidak enak hati pada Morgan. Karena dari tadi hanya mengomel saja.
"Tidak, Rini." Morgan menarik tangan Rini dan mendudukkan di atas pangkuannya.
Dengan perasaan was-was Rini menjatuhkan bokong tepat di kedua paha Morgan.
"Aku senang kamu begitu perhatian, kamu begitu peduli pada ku, kamu baik pada ku. Aku senang Rin, menerima perlakuan itu semua dari mu."
Rini langsung memegangi wajahnya yang terasa memerah karena menahan malu. Menundukkan kepalanya, namun Morgan menarik dagu Rini untuk menatapnya.
__ADS_1
"Aku mencintai mu, Rin."