Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 123 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Adam diam mematung di dekat tempat tidur, ketika Anggraini memberinya kabar bahagia bagi Anggraini sendiri tentunya. Karena bagi Adam ini suatu yang bisa membahayakan posisi dan keamanan Mama Mona. Dimana Anggraini mengatakan kalau dirinya menjadi guru les ketiga anak Diandra dan Anggara. Dan itu akan mulai efektif pertanggal satu bulan depan, yang artinya itu hanya tinggal dua hari lagi.


Ekspresi wajah Adam yang seperti kurang senang tertangkap oleh kedua mata Anggraini sehingga dia langsung mengajukan pertanyaan pada Adam.


"Kamu tidak senang aku menjadi guru les ketiga anak Diandra dan Anggara atau karena aku mengambil pekerjaan itu?."


Dengan cepat Adam menggeleng. "Tidak, bukan keduanya. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kamu yang ingin menduduki jabatan kepala sekolah 'kan?."


Sekarang giliran Anggraini yang menggeleng. "Memang tidak ada, tapi ini pengecualian bagi si kembar. Toh aku juga masih tetap fokus pada tujuan awal ku."


"Apa kamu sekarang mulai menyukai anak-anak?."


Anggriani diam sejenak sambil menatap Adam. Lalu meriah kedua tangan Adam dan membawanya duduk di tepi tempat tidur.


"Aku menginginkan seorang anak, tapi nanti setelah apa yang aku inginkan terwujud. Mungkin hanya tinggal satu langkah lagi, setelahnya kita bisa merencanakan kehamilan."

__ADS_1


Adam segera bangkit saat menyadari Anggraini yang hendak menyerangnya.


"Baik kalau begitu, aku akan menyentuh mu kalau kau sudah siap untuk memiliki anak."


Anggraini berkacak pinggang sambil menatap tidak percaya pada suaminya.


"Sudah berapa lama ini juga kamu tidak pernah menggauli ku, kamu hanya membantu ku untuk menuntaskan hasrat ku dengan cara lain. Apa karena ini juga?."


Adam mendekati Anggraini lalu memeluknya. "Iya, supaya kamu bisa lebih fokus pada tujuan mu. Dan kita harus bersabar untuk menunggu waktu itu."


Anggraini menganggukkan kepala, meski dia merasa kurang puas dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Adam.


Seorang pria paruh baya mendatangi kantor Mona tanpa sepengatahuan siapa pun. Bahkan Mama Mona sendiri tidak tahu siapa sosok pria yang berkunjung ke kantornya. Sebab Ada sesuatu yang harus dipastikan oleh pria paruh baya tersebut.


Pria itu dan Mama Mona sudah duduk saling berhadapan di dalam ruang kerja Mama Mona.

__ADS_1


"Kau pasti tidak tahu siapa aku, itu terlihat jelas dari wajah cantik yang sudah membuat cucu ku berpaling dari istrinya." Tutur pria itu langsung pada Mama Mona.


Mama sampai menautkan kedua alisnya, siapa yang dimaksud oleh pria ini?, siapa yang sudah berkhianat karena dirinya?.


"Adam, kau sudah tahu sekarang siapa yang aku bicarakan?." Lanjut pria itu tidak ingin membuat Mama Mona berpikir terlalu keras.


"Adam." Gumam Mama Mona.


"Iya, anak itu sudah bermain api dengan wanita yang lebih pantas menjadi Mommy nya."


Deg


Mama Mona segera memegangi perutnya, apa yang akan terjadi kalau pria yang ada didepannya tahu kalau dirinya sedang mengandung anaknya Adam?.


"Apa yang anda ingin dari saya?. Apa saya harus pergi dari hidup cucu anda atau apa?." Tanya Mama Mona cukup gugup menghadapi pria itu.

__ADS_1


Kakek Jerry hanya tersenyum samar sambil menatap Mama Mona. "Ini semua bukan salah kau sepenuhnya. Tapi seharusnya kau tahu siapa yang sedang kau hadapi, jadi kau tidak mungkin mau untuk berhubungan dengan pria yang sudah memiliki istri?."


__ADS_2