Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 70 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Keputusan besar sudah diambil untuk hidup Kevin dan Rini, dalam waktu satu bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


Kebahagiaan jelas terlihat di wajah keduanya. Karena mereka akan berubah status menjadi suami dan istri.


Selesai menetapkan tanggal, kedua orang tua Rini pamit. Namun tidak dengan Rini. Karena Rini harus kembali ke Villa Diandra. Membantu Diandra mengurus ketiga anak Diandra dan Anggara, itu pun atas kemauannya sendiri yang di dukung oleh Kevin.


Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju Villa Diandra. Jalanan ini cukup lancar, hingga tidak berselang lama mereka sudah sampai.


Kedatangan Rini dan Kevin sudah dikerubungi oleh Hayden, Jayden dan Katherine. Sebagai anak perempuan Katherine yang duduk di atas pangkuan Kevin dengan begitu manja.


Kevin juga memberitahukan rencana pernikahannya bersama Rini yang dipercepat.


"Bagus, kalian punya pemikiran seperti itu. Untuk apa menunggu jika restu dan semuanya sudah kalian dapatkan." Ucap Dad Andreas saat ikut nimbrung dengan mereka di ruang keluarga.


"Iya, Om. Itu yang menjadi pertimbangan aku juga." Sahut Kevin.


"Bagaimana tanggapan kau, kalau Tania menikah lagi?."


Kevin tersenyum tipis sambil menatap Rini.


"Paman Usman ya?."

__ADS_1


"Hem, aku rasa mereka memiliki ketertarikan satu sama lain."


"Aku juga melihatnya seperti itu, Om. Tapi kalau aku sendiri tidak masalah kalau Mama mau menikah lagi. Biar Mama ada yang menemani. Sekarang semuanya tergantung sama Mama, maunya bagaimana?."


"Jadi Paman Usman dan Tania saling suka?." Kenapa tidak bareng saja kalian melangsungkan pernikahannya?." Sambar Anggara yang baru ikut bergabung dengan mereka setelah membuat Diandra kelelahan.


Kevin dan Dad Anggara yang mengangguk membenarkan.


"Aku terserah Mama saja." Balas Kevin. Kevin merapikan rambut Katherine yang mengenai mulutnya.


"Mana Diandra?." Tanya Mommy Isbale sinis menatap putranya.


"Diandra tidur, Mom."


Mereka menyambut dengan gelak tawa percakapan terakhir antara Anggara dan Mommy Isbale.


Selesai berbincang, Kevin pamit pulang. Dia segera melajukan mobilnya meninggalkan Villa. Dia memikirkan apa yang dikatakan oleh Dad Andreas dan Anggara mengenai Mamanya dengan Paman Usman. Tidak sedikit pun Kevin mempermasalahkan hubungan Mamanya dengan pria mana pun. Tapi kalau pun pilihan Mamanya harus pada Paman Usman, Kevin setuju-setuju saja.


Rini bermain dengan ketiga anak Diandra di dalam kamarnya, dia mendongengkan beberapa cerita legenda dan mereka yang mendengarkan begitu senang dan bersemangat. Meminta Rini jangan sampai berhenti bercerita.


Sedangkan Anggara sendiri masuk kembali ke kamar melihat sang istri yang masih tidur nyenyak. Dia menatap kedua kakinya sambil menarik nafas dalam.

__ADS_1


Anggara meraih ponsel dan menghubungi seseorang untuk membantunya memasangkan kaki palsu pada kedua kakinya. Supaya dia leluasa untuk bermain dengan ketiga anaknya. Meski pun sejauh ini tidak ada kendala yang begitu berarti.


Anggara segera meletakkan ponsel setelah berbicara panjang lebar dengan orang tersebut. Bersamaan dengan Diandra yang sudah membuka mata.


"Kamu sudah bangun, sayang." Anggara mengecup sayang bibir Diandra yang sedikit terbuka.


"Emmm...anak-anak mana?." Diandra mengeratkan tangannya pada pinggang Anggara.


"Anak-anak bersama suster Rini." Jawab Anggara sambil tersenyum lebar.


"Rini jadi mau menikah bulan besok dengan Kevin?."


"Kok kamu tahu?. Padahal kamu tadi tidak ada bersama kami di ruang keluarga."


"Iya, Dad. Rini dan Kevin sudah memberitahu ku sebelumnya. Karena yang aku dengar Morgan mau datang ke sini dan akan bekerja di kantor Kevin yang yang ternyata ada di bawah pimpinan perusahaan Morgan."


"Morgan mau ke sini?."


"Hem..."


"Apa mungkin dia ke sini mau mengambil kamu dari sisi ku?."

__ADS_1


"Daddy!."


__ADS_2