
Bagai disambar petir siang bolong, ketika rachel melihat suaminya berciuman mesra dengan permpuan lain. Rachel yang melihat hal itu langsung membalikan badannya dan tidak aadsr menabrak sosok pria yang selama ini sangat dirindukannya namun harus ditahannya dan bahkan harus dilupakannya.
"Jhosepine, pin ini benaran kamu kan?" tanya orang itu.
" Kamu...kamu ngapain ada di sini?" tanya rachel kepada orang itu. Jika ditanya apa yang di rasakannya saat ini, maka tidak ada yang bisa mendeskripsikannya. Karena saat ini, rachel di hadapan dengan 3 masalah besar.
" Kok kamu malah nanya kaya gitu, buknnya kamu udah ketemu noni? aku kesini yang jelas mau jemput noni pin. tapi katanya mereka lagi kegiatan dadakan makanya aku di suruh nungguin dia" jawab rival.
Pria yang tadi tidak sengaja di tabrak rachel adalah rival, sosok sahabat sekaligus orang yang ia cintai sewaktu SMA dulu.
" He cupu, ngapain sih loe berdiri matung disitu. Udah ganggu privasi orang masih aja bengong di situ" Teriak ana dari dalam lab, sedangkan valdo terlihat biasa saja.
"Maaf aku ganggu,permisi yah" jawab rachel.
Setelah berkata demikian, rachel menarik tangan rival dan berjalan menuju kantin. Rival yang awalnya kaget karena di tarik rachel hanya diam sambil mengikuti langkah rachel.
Sesampainya di kantin, rachel dan rival langsung bergabung dengan teman-teman rachel.
"Chel, nemu cowok ganteng di mana ni chel, kenalin ke kita donk chel" kata dhea.
"Woe maimunah, sadar diri donk, loe tu udah tunangan. jadi tolong jangan keganjenan de lo" sambar niko.
"Bener kata niko tu. Stop lirik cowok lain, entar gue aduin ke ka rian" sambung amelia.
"Udah selesai ngomong kan semua, ini kenalin rival sahabat aku waktu SMA, val kenalin ini teman-teman aku" kata rachel sambil memperkenalkan sahabatnya itu. Rival mulai menyalami mereka bertiga mulai dari niko, amelia dan dhea.
__ADS_1
"Teman-teman, gue duluan yah, soalnya udah di telfon sama ade gue ni." Pamit rival setelah menerima telfon dari sang adik yang sudah menunggunya di parkiran.
"Chel, nanti aku hubungi kamu yah, soalanya masih banyak yang ingin aku ceritain ke kamu" sambungnya sambil memandang sang sahabat, setelah itu ia melangkah hendak meninggalkan yang lain, namun sebelumnya ia terlwbih dahulu mengacak rambut sahabtnya itu lalu segera berlalu meninggallkan mereka.
" So sweet chel, tu cowok yah udah keren, ramah, perhatian lagi. Loe beruntung banget de bisa dekat ama dia" kata amelia.
" Loe bukannya lose kontak yah sama semua kenalan loe sewaktu loe masih SMA, kok bisa ketemu sama dia sih chel?" tanya dhea.
"Kalian nggak ingat sama MABA yang aku kenalin ke kalian?" tanya rachel.
"Gue ingat, cewek cantik yang namanya noni itu kan chel?" tanya niko, setelah ia mengingat kembali MABA cantik yang di perkenalkan rachel.
"Benar ko, rival tu kakanya noni. Rival ke sini mau jemput noni" jawab rachel.
" Ko, ia coba loe berdua buka grup deh, nama loe berdua di sebut tu, katanya belum nyerahin laporan kegiatan sabtu kemarin. Loe berdua mau cari masalah ya sama sih riky?" kata dhea panik setelah melihat percakapan di WA grup angkatan.
" Chel, loe nggak apa-apa kan?" tanya dhea yang sangat memahami apa yang di rasakan rachel saat ini.
" Ia dhe, " jawab rachel singkat.
" Tapi muka loe nggak keliatan baik-baik aja chel, apa lagi di tambah dengan kemunculan sahabat loe yang selama ini pingin lu lupain kenangan loe berdua. Gue tau pasti loe nggak baik-baik aja chel sekarang" kata dhea yang sangat memahami apa yang di rasakan rachel.
Rachel tidak memberi respon apa-apa, ia hanya diam sambil membayangkan semua kejadian yang menimpah dirinya hari ini. Mulai dari kejadian randy yang mempermalukannya, kemudian ia yang harus menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri sang suami yang sedang bercumbu dengan wanita lain serta yang terakhir pertemuannya dengan sang sahabat lamanya yang berhasil membuka kembali luka lamanya.
" Chel, loe kenapa bengong gitu? loe jangan mendam sendiri chel, cerita ke gue. Gue bakalan bantu loe semampu gue chel" suara dhea membuyarkan lamunan rachel.
__ADS_1
" Kamu hanya perlu menghibur aku dengan cara, temanin aku sebentar ke tokoh buku langganan aku, soalnya episode terbaru komik kesayangan aku bakalan masuk hari ini" jawab rachel
"Okd, gue bakalan temanin loe kesana, dan gue bakalan bantu baca mantra buat tu saingan loe, supaya dia belakangan sampai ke sana" kata dhea sambil menaikan alisnya.
" Oh yah chel, loe udah pernah ketemu belum sama itu si saingan loe? kata loe kan dia sering ninggalin pesan buat loe kan?" tanya dhea
" Aku belum pernah ketemu ama dia dhe, benar sih dia sering tulis pesan buat aku, tapi dia nggak pernah sertain namanya, cuma inisialnya doang" jawab rachel.
"Ya udah dhe, yuk jalan sekarang, sore nanti aku ada urusan soalnya" ajak rachel.
" Oke bestie, yuk jalan" jawab dhea sambil bangun dari duduknya, kemudian menggandeng tangan rachel dan kemudian berjalan melewati pitu keluar. Tanpa sengaja rachel menabrak seseorang yang kebetulan berjalan memasuki kantin tersebut.
" He cupu, punya mata nggak sih loe" bentak ana.
Yah, orang yang ditabrak rachel adalah ana.
" Maaf na, bukannya kamu yang nabrak aku? Kok malah aku yang disalahin na?" tanya rachel.
" Loe berani nuduh cewek gue, jelas-jelas elo yang nabrak ana tadi" bentak valdo dengan suara tinggi, hal itu mengakibatkan semua mata yang ada di ruangan itu memandang ke arah mereka.
" Tapi kak, benaran bukan yang nabrak ana kak" jawab rachel.
" Udahlah, nggak usah banyak ngeles loe, gue nggak mau dengar kata-kata yang keluar dari mulut murahan loe. Cukup sahabat gue aja yang yang tergila-gila sama loe sehingga sama sekali nggak bisa bedakan mana yang benar dan mana yang salah" kata valdo dengan nada yang begitu sinis, sehinggq menorehkan sedikit luka di hati rachel.
" Cukup yah kak, chel yuk kita pergi dari sini. Goe jadi malas lihat pasang freak kayak mereka" akhirnya dhea mengeluarkan suara. Ia kemudian menarik tangan rachel dan berjalan melewati valdo. Namun ketika tubuh dhea sejajar dengan valdo, ia kemudian sedikit mencondongkan badannya mendekati telinga valdo.
__ADS_1
" Gue lebih memilih rachel dinikahin sama ka rangga dibandingkan loe kak. Untung aja agama kita melerang bercerai, kalau nggak gue udah minta rachel langsung ceraiin loe dan nikah sama kak rangga"
Setelah berkata demikian rachel langsung menepuk punggung valdo dan berjalan melewatinya. Valdo sangat geram dengan perkataan dhea tadi, ada sedikit rasa tidak rela dalam dirinya jika ia di ceraikan oleh rachel.