
Mama Mona sudah mulai merintis perusahaannya lagi. Dia menghubungi beberapa orang yang sekiranya masih bisa bekerja padanya. Dan didapatlah sepuluh orang karyawan yang masih bisa bekerja padanya. Mommy Isabel dan Tania juga bersedia ikut dengannya ke perusahaan. Dan hari ini peresmiannya, Mama Mona hanya mengadakan syukuran secara sederhana. Yang lain juga bisa ikut merasakan kebahagian Mama Mona.
Selesai acara syukuran, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Makanan yang sudah dipesan dari restauran yang tidak jauh dari perusahaan Mama Mona.
"Terima kasih banyak kami sampaikan pada Ibu Mona karena sudah mengajak kami untuk bekerja dengan Ibu Mona kembali." Ucap salah satu perwakilan dari karyawan saat setelah selesai makan siang namun mereka masih betah duduk-duduk santai di sana.
"Sama-sama, aku juga sangat berterima kasih pada kalian semua. Kalian sudah mau kembali membantu ku membangun perusahaan ini. Dan semoga saja kita bisa membuat perusahaan ini besar untuk kita semua." Suara riuh tepuk tangan menggema di sana. Menyambut harapan Mama Mona pada perusahaan yang baru kembali lagi padanya.
Anggara dan Diandra yang duduk agak jauh dari sana karena Anggara harus menggendong Hayden yang tidur pulas. Bocah laki-laki itu tidak mau lepas dari pangkuan Anggara.
"Diantara ketiga anak kita, Hayden yang paling tidak bisa jauh dari kita."
"Hem...kamu benar, sayang. Dia yang selalu menempel pada kita. Tapi aku sangat senang meski kadang sangat kewalahan dalam menghadapi kemauannya."
__ADS_1
Diandra dan Anggara sama-sama terkekeh geli menatap Hayden yang masih nyenyak dalam gendongan Anggra.
"Kurang lebihnya sama seperti kamu saat minta bercinta." Anggara mengulum senyum. "Kamu selalu berapi-api setiap kali kita melakukan penyatuan." Diandra menutup wajahnya malu kala harus mengingat kejadian itu.
"Tapi kamu tenang saja, aku selalu menyukai mu yang penuh ekspresi saat berada di bawah dan di atas ku." Bisik Anggara sambil mengecup pipi Diandra yang bersemu merah.
Keduanya kembali tertawa pelan karena Hayden bergerak-gerak namun dengan mata yang masih terpejam.
Rini yang berada di salah satu ruangan yang tidak jauh dari tempat mereka makan, karena Rini diajak bermain oleh Katherine dan Jayden. Ketiganya tertawa bersama ketika Rini menirukan gerakan kelinci melompat dan suara ayam berkokok.
Entah apa yang membuat Morgan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Rini..." Panggil Morgan menatap Rini dan kedua anak Diandra.
__ADS_1
"Morgan!." Rini cukup terkejut dengan kehadiran Morgan di tengah-tengah mereka.
"Kau sangat menyayangi mereka." Ucap Morgan menatap Katherine dan Jayden bergantian.
Kedua anak Diandra melanjutkan permainan mereka dengan boneka dan robot dinosaurus yang dibawanya dari rumah. Sehingga tidak menganggu Morgan dan Rini berbicara.
"Iya, aku sangat menyayangi mereka semua. Mereka menggemaskan." Jawab Rini mengecup pipi Katherine dan Jayden bergantian.
"Sepertinya kau sudah siap untuk menjadi seorang ibu. Kau dan Kevin pasti akan sangat bahagia."
"Iya, Morgan. Terima kasih. Aku harap kau juga akan bahagia dengan wanita yang tepat. Tapi yang jelas bukan Diandra. Karena kau sendiri yang bukan, kalau Diandra dan Anggara saling mencintai."
"Iya, aku tahu itu. Aku juga sangat berharap bisa bahagia seperti kau dan Kevin, Anggara dan Diandra."
__ADS_1
"Iya, semoga saja."
"Apa boleh aku ikut bermain dengan kalian?."