Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 112 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Sarapan pagi ini sudah dibawakan oleh Adam dan tersaji di samping Mama Mona yang masih tertidur.


"Selamat pagi, sayang." Sapa Adam yang sudah mandi dan menutup tubuhnya pakai handuk pendek.


Mama Mona yang baru saja bangun langsung memalingkan wajah kearah lain. Sebab Adam duduk persis di depan wajahnya.


Adam tersenyum lebar sambil mengelus punggung Mama Mona yang masih polos.


"Mau aku bantu mandi tidak?." Tanya Adam serius pada Mama Mona.


Karena Adam cukup susah menerobos masuk inti tubuh Mama Mona karena baru kali ini di tembus lagi oleh dirinya. Dan bukan hanya itu saja, sampai berkali-kali Adam melakukanya pada Mama Mona.


Mama Mona diam tidak menjawab pertanyaan Adam. Dirinya begitu marah karena keadaan yang sudah terjadi seperti ini. Apa yang akan terjadi selanjutnya?, bagaimana dengan Diandra, Anggara, besan dan para kliennya?.


Mama Mona segera turun dari ranjang dari arah lain dan segera berlari ke kamar mandi.


Hidupnya yang dulu tenang, damai, tentram, tidak ada masalah untuk yang namanya laki-laki. Hanya pekerjaan dan keluarga Diandra yang menjadi fokusnya saat ini. Kini menjadi sangat komplek dengan masalah Adam yang berstatus suami dari wanita lain dan merupakan salah satu kliennya juga.


Kemungkinan buruk yang bisa terjadi dalam hidupnya, kalau dari apa yang mereka lakukan, hadirnya seorang makhluk kecil yang hidup di dalam rahimnya. Meski sangat kecil kemungkinan itu terjadi, namun Mama Mona begitu sangat ketakutan.


Adam yang sedari tadi menunggu Mama Mona di depan pintu kamar mandi merasa sangat cemas, karena Mama Mona belum juga keluar dari kamar mandi. Padahal sudah hampir dua jam lamanya. Apa yang dilakukan wanita matang itu di dalam sana?.


Tok...Tok...

__ADS_1


"Sayang!." Panggil Adam sambil mengetuk pintu kamar mandi cukup kencang.


Masih belum mendapatkan respon dari Mama Mona yang berada di dalam sana. Adam kembali mengetuk pintu kamar mandi, namun kali ini sedikit menggedor.


"Mona buka pintunya!, jangan sampai aku mendobraknya!." Ucap Adam memperingati.


"Mona, cepat buka pintunya!. Dalam hitungan ketiga..."


Adam tidak lagi melanjutkan perkataannya karena pintu kamar mandi sudah terbuka dan Mama keluar dengan handuk pendek yang menutupi tubuhnya.


Rasanya begitu susah menelan saliva nya sendiri ketika melihat penampilan Mama Mona yang berhasil membangkitkan adik kecilnya.


Mama Mona sudah mengenakan pakaian rapi dan duduk di depan Adam yang masih berdiri ditempatnya.


"Iya." Jawab Adam sambil mengangguk, mengakui perbuatanya karena Adam sudah menyabotase kamar hotel ini. Dengan bantuan orang dalam yang mendapatkan imbalan sangat besar untuk melakukan pekerjaan itu.


"Apa tujuan mu selain meniduri ku?."


"Anak, seorang anak. Aku menginginkan hadirnya seorang anak tapi dari rahim mu, karena aku tidak bisa mendapatkannya dari istri ku.


"Aku tidak ingin menghalangi Anggraini untuk bisa mencapai tujuannya di dunia pendidikan dengan kehadiran seorang anak. Yang menurut Anggraini akan menghambat karirnya.


"Jadi sudah aku putuskan dari mu saja aku memiliki seorang anak, karena aku juga sudah jatuh hati pada mu."

__ADS_1


Adam menghampiri Mama Mona yang bersikap tenang, tanpa amarah atau apa pun yang di lihat oleh Adam. Namun rupanya ada salah, dalam diam dan sikap tenang Mama Mona. Ada sebuah tenaga yang sangat besar, yang sanggup membuat Adam mundir dan membentur dinding kamar hotel. Ketika Mama Mona mendorong tubuh Adam yang hampir mencapai dirinya.


Bugh


"Lalu dengan seenak jidat mu saja, kamu datang dalam hidup ku dan berhak untuk menghancurkan semua apa yang aku miliki saat ini!." Ucap Mama Mona penuh penekan di setiap kalimatnya.


"Seharusnya kamu mencari wanita lain yang bisa kamu jadikan seperti yang kamu mau. Bukan melakukannya pada ku, Adam!." Mama Mona melayangkan pukulan pada dada bidang Adam yang baru bangkit karena tadi sempat terhuyung membentur dinding.


Adam tidak memberikan perlawanan, dia membiarkan Mama Mona untuk melampiaskan kemarahan padanya. Sampai Mama Mona merasa capek sendiri dan tenaganya cukup terkuras untuk memberikan banyak pukulan pada Adam.


Mama Mona mundur beberapa langkah dari Adam dan kembali duduk di sofa.


Mama Mona segera menghapus air matanya yang tiba-tiba saja jatuh.


"Pekerjaan ini pun, kamu yang sudah mengaturnya?."


"Iya, aku mengaturnya sedemikan rupa untuk mendapatkan mu. Aku benar-benar jatuh hati pada mu, anggap saja aku pria paling brengsek. Tapi aku sangat menyukai mu, Mona."


Mama Mona segera menepis tangan Adam yang hendak membelai wajahnya.


"Jangan sentuh aku lagi!." Pinta Mama Mona seraya bangkit dan mendekati kopernya. Lebih baik dia pulang hari ini juga ke Jakarta.


Baru juga beberapa langkah, tangan kekar Adam sudah meraih pinggang Mama Mona. Memeluknya dengan begitu erat ketika Mama Mona memberikan perlawanan dengan seluruh tenaganya.

__ADS_1


"Dasar pria egois!, brengsek!, kurang ajar!." Terus saja Mama Mona mengumpat dan memukuli Adam, kadang sesekali menggigit bahu Adam. Tapi rupanya Adam begitu kuat untuk menahan serangan Mama Mona, sehingga Mama Mona sendiri yang merasa kelelahan.


__ADS_2