Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 110 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Mama Mona sudah sampai di kamar hotel. Dia langsung masuk ke kamar mandi dan langsung membersihkan tubuh.


Tidak butuh waktu lama, hanya lima belas menit. Mama Mona sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang ada di kamar mandi.


Mama Mona duduk di tepi tempat tidur sambil memegangi ponsel. Membalas beberapa pesan dan email yang masuk. Lalu membuka air mineral dan meneguknya sampai habis.


Mama Mona menarik koper dan membukanya untuk mengambil pakaian ganti. Belum juga sempat Mama Mona menemukan pakaiannya, dari arah belakang sudah ada tangan kekar yang melingkar membelit sampai perutnya.


Deg


"Siapa kau?." Reflek Mana Mona menengok ke belakang dan sungguh sangat mengejutkan kalau yang sedang memeluknya adalah pria yang sangat dikenalinya.


"Adam?. Kau?. Bagaimana kau bisa masuk?. Lepaskan!." Mama Mona berontak untuk bisa melepaskan diri dari pelukan Adam. Namun Mama Mona lupa kalau saat ini dia hanya mengunakan handuk pendek sepaha.


Seringai jahat dari wajah Adam begitu menakutkan bagi Mama Mona kala handuk itu sudah tidak menutupi tubuh Mama Mona lagi. Tubuh yang sering muncul di dalam pikiran kotornya kala dia bercinta dengan sang istri, Anggraini. Fantasi yang sangat luar biasa bersama wanita matang itu.

__ADS_1


"Aroma tubuh mu begitu wangi." Adam mendaratkan kecupan pada pundak Mama Mona yang putih mulus.


"Ah..." Desah Mama Mona meraskan sensasi yang sungguh luar biasa yang seketika menyerang tubuhnya.


"Apa yang terjadi dengan tubuh ku?." Gumam Mama Mona lirih sambil memegangi tubuhnya sendiri. Baru lah Adam melepas tubuh polos Mama Mona.


Menatapnya dengan penuh damba, dia begitu ingin segera masuk pada tubuh yang tanpa cacat itu. Namun sebisa mungkin Adam menahannya demi waktu yang tepat.


"Panas!. Panas!." Mama Mona segera berlari ke mandi tanpa mengenakan apa pun.


Langsung saja mengguyur tubuh yang terasa panas itu dengan air shower.


Adam yang sudah melepaskan seluruh pakaiannya langsung menyusul Mama Mona ke kamar mandi.


Mama Mona tidak menyadari keberadaan Adam, karena dia begitu fokus pada tubuhnya yang belum juga merasa dingin. Justru malah semakin terasa lebih panas lagi.

__ADS_1


"Mau aku bantu?." Dengan lancang Adam kembali memeluk Mama Mona dari belakang dengan kedua tangan yang meremas kedua dada Mama Mona.


"Ah.." Desah Mama Mona lolos dari bibirnya.


Mama Mona begitu menikmati sentuhan bibir Adam pada panggungnya dan tangan Adam yang meremas dua gunung kembarnya.


Sensasi yang sudah lama tidak dirasakannya, sentuhan dan belaian seperti ini, baru di dapatnya dari pria yang lebih muda. Namun pria itu begitu pro.


Adam segera membalik tubuh Mama Mona lalu menyerang bibir yang menganga karena sentuhan Adam yang sudah tidak terkontrol.


"Eugh..." Kini ******* berganti dengan lenguhan yang cukup panjang, ketiak bibir Adam semakin turun ke bawah setelah singgah pada gunung kembarnya.


Lidah Adam semakin turun ke bawah, sudah melewati perut dan kini sudah berhenti pada milik Mona.


"Adam!, tolong hentikan!." Mama Mona berusaha mundur, ketiak ada sisa-sisa kesadarannya.

__ADS_1


"Kita sudah tidak bisa berhenti Mona!." Adam menekan bokong Mama Mona sehingga milik Mama Mona dan bibir Adam bertemu. "Ah..."


"Adam!. Ah..." Tubuh Mama Mona begitu menginginkan sentuhan seperti ini dari Adam yang sedang menyentuh inti tubuhnya.


__ADS_2