
"Mau di taruh dimana muka Daddy, Adam?. Kau mengkhianati Anggraini demi wanita tua itu!." Daddy Danu begitu emosi dengan pernyataan Adam.
Dirinya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada hubungan persahabatan dan bisnis kedua keluarga itu setelah mengetahui perselingkuhan Adam?.
Sebenarnya Mommy Poppy juga sangat marah pada Adam, tapi dia hanya bisa menatap Adam saja. Karena sudah ada Daddy Danu yang sedang memarahi putranya tersebut.
"Aku minta kau segera akhiri hubungan gila kau dengan wanita itu!. Dan untuk kalian, berikan dia kompensasi yang banyak untuk tetap melahirkan anak itu dan memberikannya pada kita!".
"Tidak Dad!. Itu tidak akan terjadi. Hal itu tidak akan aku lakukan. Aku mencintai wanita itu dan bayi kami."
Prang
Prang
Dari arah ruang tamu terdengar beberapa barang yang pecah, ternyata Gucci mahal kesayangan Mommy Poppy yang menjadi sasaran dari amukan Daddy Indra Jaya, Daddy nya Anggraini.
"Indra Jaya!." Mommy Poppy dan Daddy Danu menatap pada pria yang menatap Adam begitu tajam atas pengakuan Adam yang telah sangat melukai harga dirinya.
"Kau berubah baik dengan menerima keinginan putri ku untuk menunda memiliki momongan. Lalu sekarang dengan lantang kau katakan, kalau kau mencintai wanita itu dan bayi kalian."
Plak
__ADS_1
Satu tamparan keras melayang mengenai wajah tampan Adam. Saking kencangnya, sampai-sampai Adam tersungkur di kaki Daddy Danu.
"Maaf kan aku Dad." Adam merangkak mendekati kaki Daddy Indra Jaya lalu mengatupkan kedua lengan di dada.
"Tidak ada kata maaf untuk seorang pengkhianat ulung seperti kau, Adam!." Daddy Indra Jaya mendorong lengan itu dengan kuat menggunakan kaki Daddy Indra Jaya. Hingga Adam kembali tersungkur ke atas lantai.
Mommy Poppy dan Daddy Daddy ikut meringis karena sudut bibir Adam mengeluarkan darah.
"Aku tidak mau tahu, kau harus segera mengakhiri hubungan dengan wanita itu!. Aku tidak ingin tahu tentang anak kau bersama wanita itu, kau harus secepatnya membuat Anggraini hamil anak kalian!."
Daddy Indra Jaya langsung pergi dari sana, melupakan tujuan utamanya mendatangi rumah besannya karena ada pekerjaan besar yang akan segera mereka dapatkan. Namun dia sungguh sangat kecewa dengan kenyataan pahit sang putri diduakan bahkan sampai memiliki seorang anak.
"Kau pulang lah, urusan kekacauan yang kau buat ini. Daddy setuju dengan usulan Indra Jaya."
Dengan luka lebam pada wajah tampannya, Adam segera meluncur ke kantor. Dia tidak mungkin pula pulang ke rumah Mama Mona dalam keadaan luka seperti ini.
Sampainya di kantor, Yuda segera meminta sekretarisnya untuk mengambil air dingin untuk mengompres luka lebam pada wajah Adam.
"Kau kenapa?."
"Daddy mertua ku yang melakukannya. Mereka sudah tahu kalau aku sudah menikah dan akan memiliki seorang anak."
__ADS_1
"Lalu?."
"Kau bisa tebak sendiri kalau wajah ku jadi seperti ini."
Adam segera mengompres lukanya setelah air dingin beserta handuk kecil dibawakan oleh sekretarisnya.
"Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan?."
"Sebelum itu, ada yang ingin aku tanyakan pada kau."
"Apa?".
"Sejak kapan kau menyukai Anggraini?."
Deg
"Kau ini bicara apa?."
"Bicara lah jujur, aku tidak ingin mengulangi pertanyaan ku, Yuda."
Yuda menatap lekat wajah Adam yang sesekali meringis kesakitan.
__ADS_1
"Sebelum kalian menikah, aku sudah menyukainya."
"Bagus lah."