
"Apa wanita itu mengadu, sehingga kau langsung datang menemui ku di sini?." Tanya kakek Jerry menatap sinis pada cucu kesayangannya.
Ya, Adam segera menuju rumah sang kakek, ketika Adam mendapatkan kabar kalau kakek Jerry menemui Mama Mona di kantor. Tapi bukan seperti apa yang dituduhkan oleh sang kakek.
"Untuk apa kakek menemuinya?." Adam duduk di depan kakeknya.
"Seharusnya kakek yang bertanya, untuk apa kau menyukai wanita yang seharusnya menjadi ibu mu?."
"Itu bukan urusan kakek. Tapi yang jelas, kalau sampai kakek melukainya, kakek akan menyesal seumur hidup."
"Kau mengancam kakek mu demi wanita tua itu?."
"Wanita tua itu sudah menjadi istri ku dan sekarang sedang mengandung anak ku, anak ku!." Bisik Adam pada kakek Jerry sebelum pergi dari sana.
Kakek Jerry hanya tersenyum samar setelah mendengar pengakuan jujur Adam. Tapi sayang Adam tidak mengetahuinya, karena Adam sudah berlalu pergi dari rumah kakek Jerry dan tujuannya adalah rumah Mama Mona.
Mama Mona yang merasa kurang nyaman setelah kedatangan kakek Jerry. Lebih memilih untuk pulang ke rumah Diandra dan menenangkan diri dengan bermain bersama ketiga cucunya.
Pikiran dan hati Mama Mona setelah bermain dengan ketiga cucunya kembali lebih tenang dan bisa berpikir untuk hidup kedepannya.
Katherine, Hayden dan Jayden sedang bermanja dengan Mama Mona di atas tempat tidur. Mama Mona begitu senang ketika berada di tengah-tengah mereka semua.
__ADS_1
"Nenek bobo di sini ya?." Pinta Katherine sambil mengecup pipi Mama Mona. Jayden dan Hayden begitu lengket dengan Mama Mona sampai mereka tiduran di perut Mama Mona. Sehingga Mama Mona sendiri tidak menyadari kalau di dalam perutnya pun ada kehidupan di sana.
Mama Mona mengangguk sambil mengecup pipi mereka bergantian.
Diandra dan Anggara yang melihat hal itu sangat terharu dengan kedekatan Mama Mona bersama ketiga anaknya. Tapi Diandra cukup peka dengan apa yang sedang dialami Mama Mona meski tidak tahu persisnya seperti apa.
Kemudian mereka kembali masuk ke dalam kamar mereka.
"Sepertinya Mama ku lagi ada masalah. Apa ada masalah kantor yang tidak aku ketahui?." Tanya Diandra pada Anggara.
"Setahu ku di kantor tidak ada apa-apa, pekerjaan pun sepertinya tidak ada masalah. Tapi aku kurang tahu juga." Jawab Anggara lebih memilih mengatakan tidak tahu.
"Aku merasa aneh saja dengan sikap Mama akhir-akhir ini. Seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang besar."
Diandra menggeleng lemah. "Mungkin besok aku akan menanyakannya."
.
.
.
__ADS_1
Adam mendapati kosong rumah Mama Mona. Berarti Mama Mona pulang ke rumah Diandra. Tanpa pikir panjang lagi, Adam segera menghubungi Anggara untuk memastikannya.
Setelah panggilan yang keempat kalinya baru lah Anggara menjawab panggilan teleponnya.
"Istri ku ada di rumah mu?."
"Ada, sekarang dia sedang tidur dengan anak-anak ku. Apa yang kau lakukan pada nya sampai seperti itu?."
"Kakek ku datang ke kantornya, mungkin itu yang sedang menganggu pikirannya. Aku ingin menemuinya."
"Tidak bisa, karena saat ini mereka tidur dalam satu kamar. Besok pagi saja kau datang ke rumah."
"Ok."
Panggilan pun berakhir dan Adam cukup tenang dengan keberadaan Mama Mona.
Adam kembali ke kantor untuk tidur di sana.
Sesampainya di kantor, Adam melihat Yuda yang masih betah duduk di ruangan kerjanya sambil menatap sesuatu yang ada didepannya dengan begitu intens.
"Kau belum pulang?." Kedatangan dan pertanyaan Adam sanggup membuat Yuda gelagapan sampai apa yang ada didepannya bisa terlihat oleh Adam.
__ADS_1
"Anggraini." Batin Adam.