Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 115 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Anggraini menyambut kepulangan Adam pagi itu dengan wajah kesal dan beberapa pertanyaan yang diajukannya. Dimana semua pertanyaannya sangat menyudutkan Adam. Namun bukan Adam namanya, kalau semua pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh Adam dengan penuh keyakinan. Sehingga Anggraini tidak mencurigai Adam sedikit pun.


"Aku hanya takut jika kamu pada akhirnya akan menyerah dengan keinginan ku untuk tidak memiliki seorang anak sampai aku bisa menjabat kepala sekolah dengan cara ku."


Adam mengangguk paham, sebab dari awal mereka menikah pun, Anggraini sudah memprioritaskan cita-citanya ketimbang dirinya sebagai suami dan cintanya. Sampai Adam merasakan cinta lagi pada wanita lain di saat semuanya tidak ada masalah yang berarti dalam rumah tangga mereka.


"Tidak akan, semuanya masih sama. Masih tentang diri mu seorang." Adam mengecup pucuk kepala Anggraini dengan penuh kasih sayang.


Adam sangat menyadari dengan betul, kalau cinta itu kini mulai pudar. Dengan hadirnya sosok wanita cantik, berusia matang dan sangat mandiri, yang sudah menyita semua perhatiannya menjadi kegilaan yang baru dirasakannya.


Anggraini wanita normal yang memiliki banyak cinta untuk Adam, suaminya.


Malam ini dirinya ingin bercumbu dengan suaminya. Karena selama beberapa hari ini Adam sangat sibuk, harus mengurus bisnis dan menyelesaikan masalah pekerja yang ada di Semarang.


Usai makan malam, Anggraini dengan begitu agresif menggoda Adam di kamar mereka dengan tubuh indah dan seksinya. Bergoyang dan menari, meliuk-liukkan tubuhnya di depan sang suami seperti biasa yang dirinya lakukan sebelum mereka bercumbu.

__ADS_1


Bohong kalau Adam tidak tertarik dengan tubuh molek istrinya. Tapi entah kenapa dia tidak ingin menyentuh tubuh Anggraini lagi, tidak ingin menyakiti Anggraini terlalu dalam dengan masih menginginkan tubuh istrinya setelah semua yang terjadi dan cintanya pada Mama Mona.


"Kenapa?."


Untuk pertama kalinya Anggraini menatap sendu pada Adam. Pria itu menolaknya dengan begitu halus, karena rasa lelah dan tentunya banyak pikiran jadi Adam tidak memiliki stamina untuk menggempur Anggraini dengan maksimal dan mungkin cenderung akan mengecewakannya.


Tidak ingin terlalu jauh mengecewakan istrinya, mereka tetap bercumbu tanpa melakukan hubungan intim namun Adam mampu membawa Anggraini pada puncak kenikmatannya.


Lagi-lagi Adam mengecup pucuk kepala Anggraini yang terkulai lemas di atas tempat tidur.


"Kalau aku bisa, aku akan mengantarkan mu pada sosok pria yang mencintai mu dengan sangat tulus. Bukan pria brengsek seperti diri ku." Batin Adam lagi sambil terus mengecup pucuk kepala Anggraini dengan sayang.


Sejurus kemudian pikirannya melayang jauh pada Mama Mona. Dimana wanita itu sekarang?, Masih di rumah Anggara atau sudah pulang ke rumahnya?.


Mama Mona yang tidak bisa tidur malam ini pun segera menghubungi sahabat baiknya, Tiara.

__ADS_1


"Kenapa, tidak bisa tidur?."


"Hem...banyak yang aku pikirkan."


"Pekerjaan atau pria muda itu?."


"Bukan keduanya."


"Lalu?."


Mama Mona tampak berpikir sebelum dia mengatakan apa pun yang dapat menimbulkan kecurigaan sahabatnya.


"Lupakan, tidak ada. Hanya saja aku ingin ngobrol bersama mu, karena sudah lama kita tidak melakukannya."


"Hem, baiklah."

__ADS_1


Malam itu keduanya banyak membicarakan banyak hal, namun bukan pekerjaan atau pria itu. Sebab Mama Mona tidak ingin mengingatnya. Meski Tiara sangat ingin tahu ada kelanjutan hubungan apa antara pria itu dan Mama Mona.


__ADS_2