Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 90 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Daddy Willy hanya mampu menyesali perbuatanya yang terlalu mengikuti hawa nafsu dan termakan godaan Eliana. Wanita yang pernah tidur dengan putranya juga.


Morgan meninggalkan rumah Dad Willy setelah memberitahukannya kalau Dad Willy bisa kembali bekerja bersama Monica karena ada saham 20% dari Dad Andreas yang dikembalikan pada Dad Willy. Sementara Mommy Lydia akan ikut bersama dirinya ke Indonesia.


Setelah semua urusan selesai di Miami selesai dengan tuntas, Besok paginya mereka bertiga sudah di bandara. Morgan melihat sekilas pada Mommy Lydia yang menghentikan langkahnya.


"Kalau Mommy ingin menemui Daddy, masih belum terlambat Mom. Kita masih ada waktu."


Mommy Lydia segera menggeleng dan sedikit mempercepat langkahnya.


"Mereka hanya perlu untuk menenangkan diri saja, nanti juga pasti akan kembali baik." Dad Andreas menepuk bahu Morgan yang menatap sendu pada Mommy nya.


"Iya, Dad. Tapi jauh di lubuk hati ku, aku ingin mereka tetap bersama."


"Kita doa kan saja, Morgan."

__ADS_1


"Iya Dad, pastinya."


.


.


.


Cukup panjang dan sangat memakan waktu perjalanan mereka kali ini. Karena harus mengalami keterlambatan kedatangan pesawat hingga beberapa jam. Namun tidak sampai terbengkalai di bandara.


Namun sekarang, akhirnya mereka sampai juga di Villa Anggara. Saat di bandara hanya Rusli yang menjemput mereka bertiga dan sekarang Rusli sudah kembali ke kantor.


Morgan dan Dad Andreas sudah masuk terlebih dulu dan membiarkan Mommy Lydia untuk menentukan sikapnya. Karena semua orang yang tinggal di Villa sudah memaafkan Dad Willy dan Mommy Lydia.


"Lydia..." Sapa Mommy Isabel begitu hangat. Mommy Isbale memberikan pelukan penuh kasih sayang. Mereka dua orang yang dipersatukan kedua anak mereka saling mencintai dan memutuskan untuk membina rumah tangga. Meksi rumah tangganya itu tidak berjalan mulus hingga Regina harus meninggal dunia. Namun bersyukurnya masih dalam posisi sebagai istri Anggara.

__ADS_1


"Maaf kan aku, Isabel..." Ucap Mommy Lydia tertunduk malu di hadapan Mommy Isabel setelah pelukan mereka terlepas.


"Semuanya sudah aku maaf kan, yang lain juga sudah memaafkan kau, Lidya. Kau sudah aku anggap sebagai keluarga ku sendiri. Aku senang kau bisa kembali pada kami lagi." Balas Mommy Isabel penuh kerendahan.


"Aku malu pada kalian semua, aku sudah jahat..."


"Aku sudah tidak ingin mendengar apa pun lagi tentang masalah itu. Karena semuanya sudah kembali pada Andreas. Jadi kau lupakan saja semuanya. Kita mulai kembali hubungan persaudaraan kita."


"Terima kasih Isbale, kalian sungguh baik pada ku. Terima kasih sudah mau memaafkan ku dan menerima ku kembali sebagai saudara."


"Iya, kau tidak perlu mengkhawatirkan apa pun lagi. Kalau kau mau kau bisa bekerja bersama Monica, karena aku sudah memberikan saham 20% pada kau dan Willy. Itu pun kalau kau mau bekerja, kalau tidak ya juga ya tidak apa-apa." Sahut Dad Andreas ikut buka suara.


Mommy Lydia terdiam, tidak mungkin dirinya kembali bekerja di sana. Karena pastinya ada Dad Willy.


"Terima kasih banyak Andreas, tapi untuk sekarang aku tidak ingin bekerja. Aku hanya ingin menenangkan diri dulu."

__ADS_1


"Baik lah Lydia, terserah kau saja."


Mommy Lydia hanya mengangguk kemudian di bawa Mommy Isbale untuk beristirahat di kamar yang sudah disediakan.


__ADS_2