Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 95 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

"Oh ini Pak Adam, mereka ini adalah cucu saya." Jawab Mama Mona sambil memegangi tangan Katherine yang segera minta pulang.


"Oh gitu, maaf Ibu Mona. Saya pikir mereka adalah anak-anak dari Ibu Mona." Ucap Adam cukup malu sudah berpikir kalau Mama Mona masih memiliki anak yang kecil-kecil. Tapi rupanya dia sangat keliru.


"Tidak apa-apa, Pak Adam. Mungkin yang lain pun akan berpikiran sama seperti Pak Adam. Jadi dapat dimaklumi." Sahut Mama Mona.


Percakapan mereka harus segera berakhir dengan ketiga cucu Mama Mona yang sudah merengek meminta pulang. Tapi entah kenapa, entah keberanian dari mana yang didapatkan Adam. Pria itu menawarkan diri untuk mengantarkan Mama Mona dan ketiga cucunya. Mama Mona tersenyum mendengar niat baik pria tersebut namun tidak sampai menerimanya. Karena dirinya membawa mobil sendiri.


.


.


.


Sampai di rumah, ketiga cucunya itu langsung berburu mencari Mommy mereka. Ternyata Diandra sedang bersantai di depan kolam renang. Sedangkan Mama Mona berjalan di belakang mereka, memastikan mereka menemukan Diandra.


"Mommy..." Panggil ketiga anaknya dengan kompak. Diandra menoleh kearah mereka yang berebut berlarian menuju dirinya.


"Sayang...hati-hati!. Kalian tidak perlu berlari, berjalan saja!." Seru Diandra cukup khawatir jika salah satu dari mereka ada yang terjatuh. Tapi syukurnya tidak terjadi. Mereka duduk di sebelah Diandra.


"Mommy sudah lebih baik?." Tanya Katherine penuh perhatian.

__ADS_1


"Sudah sayang, Mommy sudah lebih baik. Terima kasih." Diandra mengecup pipi sambil memeluk tubuh kecil Katherine. Kedua pria yang merasa cemburu itu segera meminta Diandra untuk memeluk dan mengecup kedua pipi mereka secara bergantian. Hingga Anggara dibuat menggelengkan kepala.


Mama Mona tersenyum lebar melihat interaksi mereka semua.


"Ada yang lucu?." Tanya Tania dari arah belakang.


"Melihat Diandra dengan ketiga anaknya." Jawab Mama Mona.


"Bagiamana meeting mu?."


"Lancar."


"Kau akan tinggal di sini atau hanya sesekali saja datang ke sini?." Tanya Tania menyambung obrolan tadi.


"Mungkin aku akan tinggal di sini dulu sampai Rini datang dan menemani Diandra."


"Kapan Rini dan Morgan bisa ke sini?."


"Mungkin dalam bulan-bulan ini."


"Kau tinggal saja juga di sini?."

__ADS_1


"Suami ku kasihan, aku tinggal terus." Tania tersenyum malu-malu.


"Makanya kau juga kalau menemukan pria yang baik dan cocok, tidak ada salahnya kau menikah lagi. Aku yakin Diandra tidak akan keberatan, pasti dia akan setuju."


"Entah lah, aku sudah tidak memikirkan itu. Lagian umur ku juga sudah segini."


"Kau masih muda Mona, kau masih bisa untuk memiliki anak juga."


Mama Mona hanya tersenyum menanggapi perkataan Tania.


"Ngomong-ngomong, kau sendiri masih ingin memiliki anak atau tidak dari Usman?."


"Terakhir kami ke dokter, kami masih sama-sama subur. Kalau masih diberikan kesempatan itu, aku sangat ingin memilikinya. Setidaknya sebagai pengganti Kevin." Ucap Tania sendu, Mama Mona segera memeluknya, memberikan dukungan dan hiburan pada sahabat terbaiknya itu.


"Iya Tania, semoga saja segera hadir momongan di dalam sini." Ucap Mama Mona menunjuk perut Tania.


"Iya Mona terima kasih. Aku sangat berharap sekali." Mama Mona mengangguk mengerti apa yang sangat diinginkan oleh sahabatnya.


"Jadi nanti kau pulang di jemput Usman atau pulang sendiri?."


"Usman akan ke sini, ada berkas yang harus segera ditandatangani oleh Anggara." Mama Mona mengangguk lagi.

__ADS_1


__ADS_2