
Adam tidak sedetik pun membiarkan Mama Mona jauh darinya. Entah sudah berapa kali Adam menyalurkan kerinduan pada Mama Mona dan calon bayi mereka. Tapi Mama Mona menerimanya dengan senang hati, karena dirinya pun sangat merindukan Adam.
"Pulang lah, temui Diandra dan keempat cucu mu." Ucap Adam masih dalam posisi membiarkan Mama Mona berada di atas tubuh kekarnya.
Mama Mona turun dari tubuh Adam lalu berbaring di sebelah Adam. "Cucu ku sudah lahir, pasti karena aku." Ucap Mama Mona sendu.
"Bukan karena mu, tapi karena aku." Balas Adam menimpali. Tangan kekarnya merapikan anak rambut yang mengenai wajah cantik Mama Mona.
"Diandra dan yang lainnya sudah sangat merindukan kepulangan mu." Lanjut Adam lagi sambil mengecup kening Mama Mona.
"Apa mereka akan menerima ku?. Kalau pun mereka tidak menerima ku, setidaknya jangan melukai calon anak ku, aku sangat menyayanginya." Tanya Mama Mona menatap wajah Adam yang semakin tampan.
"Tidak akan ada yang berani menyakiti mu atau calon bayi kita lagi. Kakek ku sudah mengurus semuanya. Ditambah lagi ada Anggara dan Andreas yang akan selalu melindungi mu." Adam memberitahukan semuanya pada Mama Mona tentang siapa dalang penculikan dirinya beberapa waktu lalu.
Mama Mona hanya diam, dirinya sedang mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh Adam. Tidak mungkin juga selamanya dirinya bersembunyi dari anak,cucu dan menantunya serta besannya. Terlebih kini Mama Mona memiliki mertua juga yaitu kedua orang tua Adam dan Kakek Jerry.
Setelah berjam-jam memikirkannya, akhirnya Mama Mona bersedia pulang dan menemui Diandra. Tapi sebelum itu Adam ingin menikmati momen indah di pulau itu bersama istri tercinta.
__ADS_1
.
.
.
Dua hari setelah bersenang-senang di pantai, Mama Mona dan Adam sudah sampai di rumah Diandra. Keadaan di dalam rumah itu sangat hening. Tidak ada yang berbicara satu orang pun. Padahal di rumah itu ada kedua orang tua Anggara, Kakek Jerry, Tania dan Paman Usman, Morgan dan Rini, Anggara dan Diandra serta keempat anak mereka.
Mereka di sana bukan untuk menghakimi Mama Mona atau berbuat yang buruk terhadap Mama Mona. Justru mereka senang dengan kepulangan Mama Mona.
"Aku mau memeluk Mama." Tangis Diandra memecah kesunyian rumahnya. Dia berdiam diri bukan karena apa-apa, Diandra masih tidak percaya Mama kesayangannya telah berkumpul bersama mereka lagi. Terlepas dengan statusnya bersama Adam dan sedang berbadan dua. Baginya Mama Mona, Mama terbaik yang ada di muka bumi.
Diandra menggelengkan kepalanya di dalam pelukan sang Mama. "Mama tidak ada salah apa pun. Aku sangat menyayangi Mama, kami semua sangat menyayangi Mama."
Semua yang melihat ikut terharu dengan momen ibu dan anak itu.
Kini giliran Mommy Isabel yang berpelukan dengan Mama Mona yang di lanjutkan dengan Tiara, Rini dan keempat cucunya.
__ADS_1
Rumah Diandra yang semula hening sekarang sangat ramai dengan suara keempat anak Diandra yang saling sahut-sahutan. Suara tangis bayi perempuan Diandra dianggap candaan oleh ketiga kakaknya.
Waktu berputar dengan sangat cepat, hingga tidak terasa rumah itu kembali sepi. Ternyata Kakek Jerry meminta Adam dan Mama Mona tinggal di bersamanya di rumah besar itu.
"Mommy kenapa harus bersedih lagi?. Kan nenek sudah kembali bersama kita." Tanya Katherine.
"Mommy tidak sedih sayang. Tapi Mommy masih rindu sama nenek." Jawab Diandra.
"Besok kan kita bisa datang ke rumah nenek, itu yang tadi dikatakan Opa."
"Siapa Opa?." Tanya Diandra dan Anggara bersamaan."
"Kakeknya kakek Adam."
"What?. Kakek Adam?." Diandra memekik kaget ketika ketiga anaknya menyebut Adam dengan sebutan kakek. Sementara Anggara hanya mengelus senyum.
Kekagetan Diandra berubah menjadi canda tawa yang memenuhi kamar pribadinya bersama Anggara. Kebahagiaan itu dirasakannya begitu lengkap tanpa ada kekurangan suatu apa pun.
__ADS_1
..........TAMAT..........
Terima kasih man teman yang sudah mengikuti cerita ini. Dukungannya berupa like, komen, gift dan vote. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan.