
Satu Minggu sebelum pernikahan Rini dan Kevin di gelar, ternyata Tania dan Paman Usman sudah melangsungkan pernikahan dengan sangat sederhana. Hanya keluarga terdekat saja yang menghadiri pernikahan itu.
Kevin dan Rini sudah memberikan restunya pada Tania dan Paman Usman untuk menikah terlebih dahulu, karena mengingat keduanya sudah merasa siap lahir dan batin.
"Terima kasih sayang sudah memberikan Mama kebahagian." Tania memeluk Rini dangan begitu erat.
"Sama-sama, Mama. Aku juga senang kalau Mama senang." Balas Rini dalam pelukan Tania.
Kevin ikut bergabung untuk memeluk kedua wanita yang sangat dicintainya.
"Semoga Mama selalu bahagia bersama Papa Usman, aku selalu berdoa untuk kalian." Tanpa ragu Kevin sudah memanggil Paman Usman dengan sebutan Papa.
__ADS_1
"Terima kasih sayang." Tania mengecup pipi Kevin dengan sayang.
Karena begitu larut dalam kebahagian untuk Tania dan Paman Usman, mereka sampai lupa untuk mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan.
"Ayo lah Tania, kami sudah sangat lapar." Dad Andreas langsung memegang perut lalu mencari tempat duduk yang lebih dekat dengan makanan.
"Oh, ya ampun. Saking senangnya aku sampai lupa untuk mempersilakan kalian makan." Tania merasa tidak enak hati pada mereka.
Selesai makan, Dad Andreas, Paman Usman, Tania dan Mama Mona terlibat obrolan ringan dan santai namun tetap bermakna.
"Kalau bukan karena Tuan Andreas yang meminta saya untuk maju lebih dulu, mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi." Ucap Paman Usman malu-malu.
__ADS_1
"Benar, kamu benar. Kalau bukan karena Andreas yang terus-terusan memojokkan aku, aku juga tidak akan tahu kalau aku memiliki pengagum rahasia seperti mu." Balas Tania menimpali.
"Jadi, kami sangat berterima kasih pada Tuan Andreas yang sudah membuat pernikahan ini terlaksana dengan baik. Dan untuk kalian semua juga yang sudah mendukung kami, kami ucapkan terima kasih." Ucap Paman Usman penuh haru.
Semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing. Menyisakan pengantin yang sangat berbahagia tentunya. Hanya merasakan saling tertarik dan saling membutuhkan satu sama lain, akhirnya mereka bisa menikah dengan cara yang sederhana dan direstui oleh banyak orang. Bahkan mereka tidak pernah terlibat obrolan apa pun. Tapi sore ini, keduanya bisa saling mengungkapkan ketertarikan mereka satu sama lain selama ini.
"Aku sudah lama tidak pernah dekat lagi dengan wanita, namun setelah aku melihat mu bersama Mona, hati ku kembali bergetar merasakan cinta kembali." Ungkapan hati yang jujur dari Paman Usman pada Tania.
"Aku wanita yang tidak gampang untuk jatuh cinta, maka dari setelah Papa nya Kevin meninggal aku tidak menikah lagi atau hanya sekedar menjalin hubungan dengan seorang pria. Tapi saat aku melihat kegigihannya mu dalam bekerja, tanggung jawab mu pada Mona dan Diandra membuat ku menginginkan sosok diri mu dalam hidup ku. Maka dari itu aku bisa dengan mudah menerima mu." Balas Tania, mengungkapkan isi hatinya yang hanya mampu dia simpan. Karena takut akan menyakiti hati Kevin dan takut dirinya akan kecewa karena di tolak oleh Paman Usman.
Tapi kini semua ketakutan itu berujung sangat manis dengan adanya ikatan pernikahan.
__ADS_1
Tania dan Paman Usman tidak ingin pergi berbulan madu, mengingat pernikahan Rini dan Kevin yang hanya tinggal satu Minggu lagi. Terlebih mereka lebih ingin menghargai kebaikan Kevin dan Rini yang merestui mereka menikah terlebih dulu.