
Kevin mengikuti saran dari Rini untuk mengistirahatkan tubuhnya di Villa Anggara.
"Sudah, kau tenang saja. Kevin pasti akan baik-baik. Mungkin dia hanya kelelahan saja." Ucap Diandra menghibur Rini, sebab Rini begitu cemas melihat keadaan Kevin. Sampai Anggara meminta dokter pribadi untuk datang ke villa guna memeriksa Kevin.
"Dokter sedang dalam perjalanan ke sini. Sebaiknya kau makan dulu, biar aku dan Anggara yang menjaga Kevin." Rini menggeleng lemah. Dia tidak mau beranjak dari sana, dia ingin menemani Kevin yang terbaring lemas.
Diandra dan Anggara keluar membiarkan Rini untuk di kamar berdua dengan Kevin. Tapi Diandra berinisiatif untuk membawa makanan ke dalam kamar.
"Bagaimana keadaan Kevin?." Tanya Dad Andreas yang ikut bergabung di meja makan.
"Masih lemas, Dad."
"Tapi Kevin tidak memiliki riwayat penyakit yang berat 'kan?."
"Kata Rini tidak ada, Dad."
"Iya semoga saja Kevin cepat pulih. Karena pernikahannya juga hanya tinggal dua hari lagi."
"Aamiin, Dad." Ucap Anggara dan Diandra bersamaan.
__ADS_1
Diandra membawa masuk nampan yang berisi makanan untuk Rini. Lalu meletakkannya di dekat nakas yang ada di depan Rini.
"Kau harus tetap makan, jangan sampai kau ikutan sakit seperti Kevin." Diandra menyentuh pundak Rini dengan lembut.
Rini memeluk tubuh Diandra dengan begitu erat, dia melepaskan air matanya di sana untuk beberapa saat.
"Aku tidak pernah merasa takut sebelumnya, Di. Tapi kali ini aku begitu sangat takut, aku takut kalau Kevin akan pergi dari aku untuk selamanya."
"Hey, Rin. Kau bicara apa?. Kevin pasti akan baik-baik saja. Kau harus kuat untuk Kevin."
"Aku sangat takut, Diandra. Aku tidak bisa kehilangan Kevin."
Isak tangis Rini semakin menjadi dalam pelukan Diandra kala dia tidak melihat adanya pergerakan dari Kevin.
Bersamaan dengan dokter yang baru datang dan langsung mengecek keadaan Kevin.
Setelah beberapa menit dilakukan pengecekan, Dokter mengatakan kalau Kevin hanya kelelahan dan membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan keadaanya.
"Kau dengar apa yang dikatakan oleh Dokter tadi 'kan?. Kevin hanya kelelahan dan dia akan baik-baik saja." Rini hanya mengangguk dan kembali memeluk Diandra.
__ADS_1
Sementara itu di lain tempat, Morgan sedang duduk di sofa yang ada di kamarnya. Dia mengingat kembali setiap momen ketika bermain bersama Rini, Jayden dan Katherine. Canda tawa ketiganya begitu terekam jelas dalam ingatannya. Rasa hangat perlahan masuk ke dalam relung hatinya dengan canda tawa ketiga orang tersebut.
Rini, wanita yang tidak pernah masuk ke dalam kriterianya, kini membawa kehangatan dan secercah kebagiaan bersama kedua anak dari wanita yang sangat dicintainya namun tidak pernah merespon dirinya sedikit pun.
Morgan mengusap wajahnya berulang kali sampai terdengar m suara ketukan di pintu kamarnya.
"Ada apa, Tante Tania?."
"Bisa tolong Tante, kamu ikut Tante dan Paman Usman ke Bogor. Kevin sakit dan belum sadarkan diri."
Tanpa pikir panjang Morgan mengangguk ketika mendengar kata Bogor.
Ketiganya langsung meluncur ke kota Bogor dengan menggunakan dua kendaraan.
Cukup lama perjalanan kali ini mereka lewati karena disebabkan oleh macet, meningkatnya volume pengguna jalan. Hingga sampai di sana sekitar pukul sebelas malam.
"Bagiamana keadaan putra ku?." Tanya Tania pada Mona yang menyambutnya di depan rumah.
"Kau tenang dulu, Kevin sudah sadar. sekarang lagi makan di temani Rini."
__ADS_1
Morgan tersenyum mendengar Kevin baik-baik saja dan Rini sedang menemaninya.