Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 44 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

"Kau sudah melupakan wanita itu?." Regina menyambut kedatangan Morgan bersama seorang wanita cantik.


"Harus." Jawab Morgan singkat sambil memeluk sang kakak.


Morgan memperkenalkan wanita cantik yang ternyata bekerja di perusahan Dad Andreas sebagai sekretaris Morgan.


"Eliana" Eli memperkenalkan dirinya pada Regina dan Regina menyambut hangat wanita cantik itu.


"Kau bisa panggil aku Regina saja."


Morgan dan Eliana duduk di sofa dengan posisi yang cukup dekat. Regina sendiri duduk di depan mereka.


"Mommy..."Teriak Katherine sambil berlari kearah Regina dengan membawa boneka kesayangannya.


Deg


Jantung Morgan berdetak lebih cepat, ketika melihat Katherine untuk pertama kalinya setelah satu tahun tidak bertemu. Ternyata Katherine sangat mirip dengan Diandra, meski cukup di dominasi oleh gen Anggara.


Wajah cantik yang belum sepenuhnya dia lupakan.

__ADS_1


Dengan manja Katherine duduk atas pangkuan Regina sambil bergelayut manja memegangi wajahnya.


"Perpaduan yang sangat sempurna 'kan?." Regina mengecup pipi Katherine dengan sayang.


"Iya, Kak. Katherine sangat cantik." Puji Morgan menghampiri Katherine lalu mengulurkan tangan pada Katherine.


Katherine mendongak, menatap wajah Morgan yang baru dilihatnya.


"Uncle Morgan, sayang." Regina meminta Katherine untuk menerima uluran tangan Morgan, lalu Katherine melakukan perintah dari Regina.


Morgan masih menatap Katherine dengan seksama, memperhatikan wajah cantik yang tidak pernah bosan untuk dilihat.


"Mereka nakal." Tunjuk Katherine kearah pintu kamar.


Regina paham pasti Hayden dan Jayden mengerjai Kathrine seperti yang sudah-sudah. Dan Regina lah tempat mengadu Kathrine selama Anggara berada di kantor.


Regina menggendong Kathrine dan membawanya ke dalam kamar, meninggalkan Morgan dan Eliana mengobrol di ruang tengah.


Secara bersamaan, pandangan Morgan dan Eliana tertuju pada sosok pria tampan, sedikit kurus, rambut gondrong yang diikat rapi, brewok yang menutupi sebagian wajah tampannya.

__ADS_1


Tatapan Anggara begitu tajam, tidak bersahabat pada keduanya. Anggara berjalan dengan wajah terangkat tanpa ingin menyapa tamu yang duduk di ruang tengah itu.


"Kak Anggara..." Ucapan Morgan bagaikan angin lalu bagi Anggara. Sehingga dia terus saja berjalan tidak menghiraukan Morgan yang sudah berdiri sambil memanggil namanya.


Anggara menuju kamar ketiga anaknya yang belum juga mau untuk tidur siang. Dia pulang karena Jayden memintanya pulang. Padahal Anggara tengah memimpin rapat penting yang bernilai ratusan juta dolar.


"Sekarang Daddy sudah pulang, jadi tidur lah!. Daddy akan menemani kalian." Ucap Anggara pada ketiga anaknya, mengabaikan Regina yang duduk di atas tempat tidur Kathrine.


Anggara melepas jas lalu menggantungnya di dekat lemari Jayden. Dia ikut merebahkan tubuhnya di dekat kedua anaknya yang memilih tidur dalam satu tempat tidur.


"Selamat tidur, Mom." Ucap Hayden pada Regina.


"Iya, sayang. Selamat tidur." Balas Regina sambil tersenyum lalu menciumnya dari jarak jauh. Karena tidak mungkin mendekati Jayden atau pun Hayden saat ada Anggara, pasti Anggara tidak akan menyukainya.


Ketiga anak itu pun menurut pada perintah Anggara. Mereka segera memejamkan matanya, karena memang sebenarnya mereka sudah sangat mengantuk.


Dengkuran halus sudah tersebar dari ketiganya, tapi Anggara tidak berniat untuk beranjak dari sana. Dia akan selalu menemani mereka terbangun dan mendapati dirinya ada bersama mereka.


Regina bangkit lalu merapikan dress-nya, menarik nafas berulang kali dan menghembuskan perlahan. Hingga keberanian penuh dia dapatkan. Kemudian dia mendekat dan berdiri di dekat Anggara.

__ADS_1


"Apa kau membutuhkan sesuatu?." Tanya Regina, karena dia tahu, Anggara belum lah tidur. Tapi seperti yang sudah-sudah, Anggara tidak pernah merespon apa pun yang dikatakan oleh Regina. Telinga dan hatinya sudah tertutup.


__ADS_2