Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 62 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Dad Andreas tidak tinggal diam, setelah ketiga cucunya pergi dari rumah. Dia menyebar beberapa anak buahnya untuk mencari keberadaan cucu-cucunya. Dirinya pun bersama Mommy Isabel sudah bersiap akan terbang ke Jakarta setelah menyelesaikan masalahnya bersama Dad Willy dan Mommy Lydia.


"Kalian pasti tahu apa yang dilakukan Regina?." Ucap Dad Andreas begitu sampai di rumah Dad Willy.


Dad Willy dan Mommy Lydia cukup ketar ketir dengan amarah yang diperlihatkan oleh Dad Andreas.


"Iya, kami tahu. Tapi kami tidak ikut-ikutan dengan Regina. Kami juga tahu saat Regina sudah membawa pergi cucu-cucu mu." Dad Willy tidak memiliki jalan lain, selain membela dirinya. Karena dia belum siap harus kehilangan kekayaan yang disebabkan oleh Regina.


Meski pun pada kenyataannya, atas pengaruh dari kedua orang tuanya lah Regina semakin bertekad untuk mengembalikan Jayden, Hayden dan Katherine pada Anggara. Tentunya dengan imbalan yang sangat fantastis, jika Regina mendapatkan Anggara kembali, kedua orang tuanya sudah mendapatkan 80% saham perusahaan Anggara. Meski pun targetnya adalah perusahaan Dad Andreas tapi itu tidak masalah karena sama-sama menghasilkan uang yang banyak.


"Awas saja kalau sampai aku temukan kalian ikut campur membantu Regina, maka kali ini aku tidak akan segan-segan untuk memutus kerja sama kita. Dan apa pun yang terjadi pada kalian aku tidak peduli dan tidak mau mengurusinya lagi." Ancam Dad Andreas pada Dad Willy dan Mommy Lydia.

__ADS_1


Dad Andreas dan Mommy Isabel langsung pergi dari sana tanpa berpamitan lagi. Dad Andreas harus segera tahu apa kedua orang tua Regina ikut terlibat atau tidak.


Sedangkan di tempat lain, Regina masih saja merasa sangat kesal dan marah pada Anggara. Sebab meski pun dia mendapatkan apa yang diinginkannya dari Anggara tapi semuanya atas usahanya sendiri. Anggara hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Regina atas tubuhnya.


"Kalau aku tidak membuat mu kembali pada ku, maka aku akan membawa mu pergi dari sini." Batin Regina menatap Anggara yang baru bisa tertidur pulas disampingnya.


"Orang lain tidak boleh memiliki mu, hanya aku saja yang boleh memiliki mu." Batinnya lagi.


Regina segera beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Eliana sudah seperti benda tidak bernyawa yang bisa Morgan pakai kapan saja. Tapi anehnya. Eliana tidak ingin meninggalkan Morgan sedikit pun karena rasa cinta yang dimilikinya begitu sangat besar.

__ADS_1


"Kamu tidak ke kantor?." Tanya Eliana ketika Morgan baru membuka matanya.


"Ke kantor, tapi mungkin nanti siang. Kamu berangkat saja duluan." Jawab Morgan sambil memejamkan mata lagi.


"Iya, aku berangkat sekarang."


"Hem...."


Eliana yang sudah rapi sedari tadi pun segera meninggalkan Morgan yang masih bermalas-malasan di atas tempat tidur.


Dia berangkat ke kantor membawa mobilnya sendiri.

__ADS_1


Morgan kembali membuka mata setelah pintu kamar tertutup lagi. Dia menatap langit-langit kamar Eliana ketika dia telentang. "Andai saja Diandra yang saat ini bersama ku, melayani ku dengan baik, mencintai ku dengan sangat tulus, pasti aku akan menjadi pria yang sangat beruntung."


Morgan menelan saliva nya sendiri, nama Diandra belum sepenuhnya bisa dia hilangkan dari hidupnya.


__ADS_2