Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 42 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Semua media sudah berada di tempat konferensi pers yang diadakan oleh keluarga Anggara dan Regina.


Kedua orang tua dari pihak Anggara dan Regina sudah hadir menempati kursi yang sudah disediakan oleh pihak perusahan Dad Andreas.


Konferensi ini di siarkan langsung oleh semua media, baik media cetak mau pun media elektronik.


Regina dan Anggara duduk di tengah-tengah yang di apit oleh kedua orang tua masing-masing.


Berulang kali Anggara menarik nafas sebelum waktu di hitung mundur untuk memulai siaran langsungnya.


"Tiga...dua...satu..."


Semua lampu kamera terfokus menyorot pada Anggara.


"Selamat siang, Aku Anggara Lawson Hadiningrat. Dengan ini, kami....Aku dan Regina, istri ku. Ingin mengumumkan kelahiran ketiga anak kami, dari hasil pernikahan kami. Yang pertama Hayden Lawson Hadiningrat, kedua Katherine Lawson Hadiningrat dan yang ketiga Jayden Lawson Hadiningrat. Terima kasih."


Seketika lampu kamera mati dan Anggara segera meninggalkan tempat konferensi tanpa berpamitan pada yang lain.


Senyum bahagia terpancar dari seorang gadis muda yang sedang berusaha bangkit, menata kembali hidup yang sudah hancur berkeping untuk membahagiakan dan membanggakan Mamanya.

__ADS_1


Hanya dengan mendengar suaranya saja, kerja jantungnya sudah tidak bekerja dengan normal, apalagi jika dia melihat sosok pria itu.


"Semoga kalian hidup bahagia." Batin Diandra.


Senyum itu kembali mengembang kala sang Mama memberi pelukan hangat sambil mengecup pucuk kepalanya.


"Kita bisa berangkat sekarang?."


"Iya Mama, ayo kita pergi." Diandra bangkit lalu bergelayut manja pada lengan Mama Mona.


Beberapa tahun kemudian...


Sudah banyak perusahan yang ingin menggandeng Diandra di berbagai lini bisnis mereka. Semua design apa pun yang dihasilkan oleh tangan dingin Diandra selalu menjadi uang. Dan semua itu dia persembahkan untuk sang Mama tercinta.


Ucapan mengalir dares dari para teman satu kampus, semua dosen dan tentunya dari sahabat baiknya selama ini.


Siapa lagi kalau bukan Rini dan Kevin. Dimana Kevin dan Rini kini sudah menjalin hubungan serius dan mereka sudah berencana untuk menikah tahun depan berbarengan dengan kelulusan Rini.


Sedari awal pun Kevin sudah memilki ketertarikan pada Rini, sehingga dia memberanikan diri untuk berbicara pada Mamanya, Tania. Dan untungnya baik Tania atau pun Mama Mona tidak keberatan dengan hubungan keduanya. Sehingga bisa berlanjut sampai sekarang.

__ADS_1


"Selamat, Di." Rini menghambur memeluk Diandra erat sambil berkali-kali mengecup kedua pipinya.


"Terima kasih, Rin." Diandra membalas pelukan Rini dengan begitu hangat.


"Perusahan mana yang akan kau ambil?." Tanya Kevin dari balik tubuh Rini.


"Aku masih mempertimbangkannya." Balas Diandra sambil melepas pelukannya lalu mereka mencari tempat duduk yang enak untuk mereka ngobrol.


Sampai lah mereka di sebuah cafe yang cukup sepi karena itu yang mereka butuhkan sekarang. Kevin segera memesan makanan untuk mereka bertiga.


"Atau kau akan membuka butik dengan hasil design kau sendiri?." Rini menyambung pertanyaan Kevin.


Diandra menggeleng, "Kalau menurut Mama, kalau pun aku harus membuka butik atau usaha yang lain, harus dengan menggunakan uang sendiri. Supaya tidak terjadi lagi kasus seperti Mama ku."


"Kau benar."


"Jadi mungkin aku akan mengambil beberapa perusahan yang tidak terlalu mengikat. Jadi aku masih bisa mengeksplor diri lagi."


"Kurasa itu lebih baik." Sambar Rini sambil menerima makanan yang baru saja diantarkan oleh pelayan.

__ADS_1


__ADS_2