
Sebenarnya sore itu Adam sudah menunggu Mama Mona di area parkir, tapi sepertinya Adam harus mengurungkan niatnya tersebut. Karena ketiga anak Diandra begitu menempel pada wanita yang sudah dinikahinya.
"Begitu lah kalau punya istri keibuan." Gumam Adam sambil tersenyum begitu lebar. Dirinya tidak menyangka bisa memiliki ketertarikan bahkan sampai jatuh cinta pada wanita matang itu.
Wanita yang mungkin memiliki usia di atas usia kedua orang tuanya. Senyum Adam semakin lebar, merasa lucu dengan perasaannya sendiri.
Sampai di rumah, Adam di sambut oleh Anggraini di meja makan.
"Kamu tidak lembur?."
"Tidak, tapi aku ada meeting bareng Yuda dan klien di luar." Adam segera masuk ke kamar lalu langsung ke kamar mandi dan menguncinya.
Anggraini menatap pintu kamar mandi sambil membuang nafasnya kasar. "Aku ingin percaya pada mu dan Yuda. Kalau kamu tidak ada apa-apa. Tapi melihat ini rasanya sangat tidak mungkin." Karena biasanya Adam yang lebih dominan mengajak Anggraini untuk bercinta di kamar mandi.
Hanya kurang dari 30 menit Adam sudah kembali berpenampilan rapi dan wangi. Dia segera keluar menemui Anggraini dan ikut makan di sana, sebab ada menu makanan kesukaannya.
Usai menghabiskan makanannya, Adam langsung berpamitan pada Anggraini lalu mendaratkan kecupan sayang pada pucuk kepala Anggraini.
"Aku pergi."
__ADS_1
"Hem."
Adam langsung berjalan keluar menuju mobil.
Tidak percaya begitu saja pada Adam, akhirnya Anggraini mengikuti Adam dengan mengendarai kendaraannya.
Setelah beberapa lama mengikuti Adam, Anggraini melihat Adam dan Yuda menemui beberapa klian di tempat makan yang cukup terbuka.
Anggriani memutuskan untuk pergi dari sana setelah hampir satu jam diam di dalam mobil.
Tidak berselang lama, Adam dan Yuda keluar dari tempat makan tersebut dan langsung berpisah. Adam membawa kendaraannya menuju rumah Mama Mona.
"Sayang!." Seru Adam sambil meraih pinggang Mama Mona dan memeluknya erat. Membenamkan wajahnya pada ceruk leher mana Mona.
Mama Mona yang sudah merasa lelah tidak protes dengan apa yang dilakukan oleh Adam.
Keduanya masuk bersamaan dan menutup pintunya.
"Aku mau mandi." Ucap Mana Mona.
__ADS_1
"Iya sayang, nanti kita mandi bersama setelah kita bercinta." Adam langsung mendorong tubuh Mama Mona sampai mereka terjatuh di atas sofa.
Langsung saja Adam menciumi seluruh permukaan wajah Mama Mona lalu pada bibirnya. Dan Mama Mona meresponnya dengan sangat agresif.
"Aku sangat merindukan mu."
"Tapi aku tidak."
"Tapi tubuh mu sangat merindukan sentuhan ku."
"Iya, tubuh ku mengkhianati ku."
Adam dan Mama Mona melanjutkan yang seharusnya dilanjutkan. Keduanya menaiki tangga kenikmatan bersama-sama hingga menuju puncak nirwana.
Karena lelah setelah sesi percintaan mereka, Adam langsung memutuskan untuk tidur di rumah Mama Mona. Dan saat ini Adam benar-benar sudah tertidur pulas.
Mama Mona mengelus rahang tegas Adam yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Wajah Adam memang lah sangat tampan, sentuhan dan permainannya pun sangat luar biasa. Adam juga tidak egois saat mereka bercinta.
"Kamu sudah memiliki istri yang sangat cantik, kehidupan yang sempurna. Kenapa memilih jalan yang begitu sulit dan rumit ini?." Gumam Mama Mona mengusap lembut rambut kepala Adam.
__ADS_1
"Hanya karena keinginan konyol mu itu, kamu rela menghancurkan kehidupan rumah tangga mu yang pastinya sangat harmonis."