
Anggara menggenggam erat tangan Diandra berbarengan dengan ketiga anak mereka yang berjalan di depan.
Diandra menahan kuat lengan Anggara, namun dia tidak bisa menahan langkah dari Anggara.
Semua pasang mata tertuju pada Anggara dan Diandra yang baru saja bergabung dengan mereka di rumah besar itu.
Seketika Morgan dan Regina berdiri, melihat pemandangan yang ditunjukkan oleh Anggara. Hayden, Jayden dan Katherine menghampiri Regina lalu mereka memasuki kamar anak-anak.
Ternyata benar, sudah ada Rini, Kevin, Tania dan Mama Mona juga.
"Mama..." Panggil Diandra hendak menghampiri Mama Mona, tapi Anggara menahannya dan meminta Diandra tetap berdiri disampingnya.
"Kau sudah dekat rupanya dengan calon istri Morgan." Ucap Dad Andreas dengan wajah datar.
"Diandra bukan calon istri Morgan, Dad!. Diandra istri kedua ku, ibu dari anak-anak ku dan Regina!." Ucap Anggara dengan suara lantang dan begitu tegas. Mampu menampar wajah Dad Andreas dengan begitu keras dengan kenyataan yang baru diketahuinya.
"Lelucon macam apa ini, Anggara?." Tanya Dad Willy mencengkram kerah Anggara dengan begitu kuat. Anggara hanya diam tanpa ingin membalas atau melawan Dad Willy.
__ADS_1
"Tapi kamu sudah menalak ku!." Ucap Diandra sekuat tenaga ingin melepas tangan Anggara. Tapi Anggara masih bergeming ditempatnya dengan pegangan yang semakin erat pada tangan Diandra.
Ha... ha... ha...
Prok... prok... prok...
Dad Andreas tertawa kencang sambil bertepuk tangan mendengar lelucon putranya. Namun seketika Dad Andreas terdiam dengan kilatan amarah yang terlihat jelas diwajahnya. Ketika Mommy Isabel buka suara mengenai kenyataan Anggara dan Diandra.
"Benar adanya Dad, yang dikatakan oleh putra mu. Diandra adalah ibu dari ketiga cucu kita dan merupakan masih menjadi istri sah dari Anggara."
"Iya benar. Bahkan bukan hanya itu saja, Dad. ASI yang selama ini aku bawa untuk ketiga cucu kita itu ASI dari Diandra. Aku tahu Diandra istri dari Anggara, di saat Diandra akan melahirkan cucu untuk kita." Tutur Mommy Isabel menjelaskan.
"Tapi Anggara sudah menalak ku!." Diandra buka suara mengenai status hubungan mereka yang berakhir karena sebuah kata talak yang dikirimkan Anggara.
Mommy Isabel menggeleng sambil mendekat dan berdiri di depan Diandra. "Tidak, Di!. Regina yang sudah mengirimkan pesan dan video itu pada mu menggunakan ponsel Anggara. Jadi sampai sekarang kamu masih menjadi istri dari putra ku."
"Hari ini pun aku yang sudah meminta Anggara untuk pulang karena dia harus mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya."
__ADS_1
"Lalu Regina bagaimana, Isabel?." Mommy Lidya ikut buka suara terkait masa depan rumah tangga putrinya.
"Regina tetap akan menjadi istri Anggara."
"Ah...kau jangan gila, Isabel!." Dad Andreas kembali meneriaki Mommy Isabel.
Anggara tetap memegang kuat tangan Diandra dan sesekali dia menatap Morgan yang hanya menonton pertunjukan mereka.
"Kalau Dad mau, aku bisa menceraikan Regina!."
Plak...Bugh
Tamparan dan Pukulan yang dilayangkan oleh Dad Andreas dan Dad Willy secara bersamaan tepat pada sasaran. Baru lah pegangan Diandra dan Anggara terlepas setelah Anggara terhuyung beberapa langkah ke belakang.
"Kau harus menceraikan Diandra!." Bentak Dad Willy menunjuk wajah Anggara yang mengeluarkan darah dari salah satu sudut bibirnya.
Dengan cepat Anggara menggeleng. "Tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Diandra." Tolak Anggara tegas.
__ADS_1