
Hampir lima jam lamanya, Dad Andreas dan Morgan berusaha untuk tetap membujuk Mommy Lydia agar mau ikut bersama Morgan dan Dad Andreas pulang ke indonesia, akhirnya berhasil juga meski penuh dengan drama.
Walau pun Dad Andreas dan Morgan harus melewatkan makan siang mereka, tapi mereka cukup puas bisa membujuk Mommy Lydia untuk ikut bersama mereka.
Morgan dan Dad Andreas tidak sedikit pun ada menyinggung atau pun membahas mengenai Dad Willy. Kedua pria itu menunggu Mommy Lydia yang lebih dulu buka suara.
Dan hal itu terjadi ketika mereka sudah berada di dalam hotel. Mommy Lydia dan Morgan menempati kamar yang sama, Morgan selalu ingin memastikan keadaan Mommy Lydia tetap baik-baik.
"Apa kau keberatan jika aku mau berpisah dari Dad Willy?." Tanyanya Mommy Lydia begitu serius pada Morgan, Dad Andreas merasa tidak enak jika harus berada diantara mereka. Maka Dad Andreas pamit dari hadapan Morgan dan Mommy Lydia. Dad Andreas menuju kamarnya sendiri.
Morgan menghembuskan nafas secara perlahan. Berusaha mengerti keputusan yang ambil Mommy Lydia tentang masa depan pernikahan mereka yang sudah lama terbina.
"Kalau untuk keberatan, aku enggak Mom. Tapi apa enggak sebaiknya kalau kalian bicara lagi dengan kepala dingin." Ucap Morgan berusaha menengahi. Sebenarnya dia merasa sayang kalau kedua orang tuanya harus berpisah. Tapi kalau Mommy Lydia tetep kekeuh memintanya, dirinya bisa apa. Sebab Mommy Lydia yang lebih tahu keadaan rumah tangga mereka.
"Mommy sudah memantapkan hati untuk tetap berpisah. Mommy akan menghabiskan waktu Mommy di Jerman saja. Karena kehidupan Mommy ada di sana. Mommy ingin hidup tenang tanpa mengingat apa pun tentang apa yang sudah dilakukan oleh Dad Willy." Balas Mommy Lydia tidak ingin mendengar apa pun tentang keburukan Dad Willy, biar lah kenangan manis saja yang menemaninya sampai nanti.
__ADS_1
"Kalau sepeti itu mau Mommy, aku ikut saja yang terbaiknya. Tapi apa tidak sebaiknya kita menemui Daddy dulu sebelum kita terbang ke Indonesia?." Mommy Lydia menggeleng lemah, dia sudah tidak ingin bertemu atau memiliki urusan dengan Dad Willy.
"Kau saja yang pergi jika ingin menemuinya, Mommy tidak akan melarang. Mommy sudah lelah, Morgan. Mommy mau istirahat."
"Iya, Mommy."
Morgan membantu Mommy Lydia sampai tempat tidur lalu menyelimutinya dengan selimut tebal.
.
.
.
Morgan segara menuju alamat Dad Willy yang didapatnya dari Anggara.
__ADS_1
Sampai alamat yang dituju, Morgan menatap pria tua yang sedang duduk di teras rumah berukuran kecil. Dia berjalan dengan perlahan, tidak ingin mengejutkannya.
"Morgan..." Dad Willy menyadari kedatangan Morgan lalu memeluknya dengan sangat erat.
"Dad..." Morgan juga tak kalah erat memeluk Daddy Willy.
"Maaf kan Daddy, Morgan. Daddy sudah mengecewakan kau dan Mommy. Tapi Daddy mohon beri Daddy kesempatan untuk memperbaikinya." Ucap Dad Willy dengan begitu tulus.
Dad Willy menangis dalam pelukan Morgan.
"Daddy sungguh sangat menyesal." Dad Willy menghapus air matanya.
Morgan hanya diam lalu menarik nafas sebelum berbicara pada Daddy nya.
"Mungkin Daddy sekarang ini, Daddy harus bersabar dulu. Mommy masih tetap berpegang teguh pada keinginannya untuk tetap berpisah dari Daddy."
__ADS_1
"Apa Daddy sudah tidak memiliki harapan lagi untuk kembali bersama Mommy?."