
Dad Andreas tidak bisa berbuat banyak untuk menolak kedatangan Morgan ke perusahaan Anggara. Terlebih karena Morgan datangnya dengan sangat tiba-tiba. Kini mau tidak mau Dad Andreas dan Anggara membiarkan Morgan berbicara bisnis dengan Diandra di dalam ruang kerjanya. Tapi masih bisa di pantau dan itu masih berjalan aman.
"Semua design-design mu meledak di pasaran, Di. Aku dan Papa mau meminta mu untuk membuatkan kami rancangan pakaian dewasa. Karena kami tidak hanya ingin fokus pada pakaian anak-anak saja." Morgan masih betah berlama-lama di kantor Anggara karena kekuasaan yang dimilikinya sekarang.
"Aku tidak bisa Morgan, aku akan mengerjakan apa saja yang menjadi kesepakatan awal antara aku, Miss Monica dan perusahaan Pak Willy." Tolak Diandra.
"Sekarang aku yang memegang semua kendali, Diandra. Dan untuk design pakaian orang dewasa yang kamu buat, aku akan membayarnya sangat mahal. Sebab begitu banyak antusias mereka dengan design-design mu."
"Iya, tapi aku tidak mau. Aku hanya ingin mendesign pakaian anak-anak." Diandra tetap menolak permintaan Morgan.
"Baik kalau kamu masih menolaknya, tapi aku bisa pastikan kalau kamu akan menerima tawaran ku yang satu itu." Morgan akhirnya menyerah, karena semakin dia memaksa Diandra maka itu tidak akan baik untuk hubungan dirinya dan Diandra.
"Oh iya, Diandra. Aku juga ingin menawarkan pada ketiga anak mu untuk menjadi model pakaian anak-anak."
Dengan cepat Diandra menggeleng. "Tidak, Morgan. Terima kasih banyak. Tapi aku tidak pernah berniat untuk mempekerjakan anak-anak ku. Mereka sudah memiliki dunianya sendiri, yaitu aku dan Anggara serta keluarga yang lain."
__ADS_1
"Ok, tidak masalah kalau kamu menolaknya juga." Morgan kembali tidak ingin memaksakan kehendak pada Diandra.
"Karena sudah tidak ada yang kita bicara kan lagi, aku pamit." Morgan bangkit dan mendekati Diandra lalu mengulurkan tangan dan Diandra menerimanya dengan baik.
"Oh iya, mungkin kita akan sering bertemu karena aku akan bekerja di perusahaan Kevin. Dan yang aku tahu, Kevin dan Rini akan menikah jadi dia membutuhkan seseorang yang memantau perusahaannya selama mereka nanti berbulan madu."
Diandra tidak ingin menanggapi perkataan terakhir dari Morgan. Bukan urusannya jika Morgan akan tinggal atau bekerja dimana pun. Karena itu tidak akan berpengaruh apa-apa bagi kehidupannya.
Morgan keluar dan segera pergi dari perusahaan Anggara karena tujuannya memang untuk menemui Diandra. Morgan memang tidak berambisi untuk memiliki Diandra secara paksa. Namun dia tetap akan berusaha menggunakan kekuasaan dan kekayaannya untuk mendekati Diandra. Kalau pun nantinya dia harus kembali kalah, dia akan menerimanya dan menjauh pergi dari semuanya.
Anggara menyerahkan map berwarna merah dan meminta Diandra untuk segera membukanya.
"Apa ini?." Tanya Diandra menatap Anggara dan Dad Andreas.
"Buka lah sayang!." Pinta Anggara sambil mengusap rambut kepala Diandra.
__ADS_1
Diandra perlahan membuka map tersebut lalu membaca beberapa lembar kertas yang terdapat didalamnya.
"Pasti Mama akan sangat senang dengan semua ini. Terima kasih, sayang." Diandra memeluk Anggara dengan begitu erat. "Terima kasih."
"Berterimakasihlah pada Daddy. Karena Daddy yang sudah mengembalikan perusahaan Mama Mona dari sisa harta yang dimilikinya, tapi maaf tidak bisa semuanya. Yang bisa dikembalikan hanya dua perusahaan saja." Ucap Anggara setelah Diandra melepaskan pelukannya. Kini Diandra menatap Dad Andreas yang berdiri di samping meja kerja.
"Dad..." Diandra menghambur ke dalam pelukan Dad Andreas. Dia memeluknya dengan sangat erat.
Terasa seperti memeluknya papanya dulu.
"Terima kasih, Dad. Terima kasih banyak. Pasti Daddy dan Mommy sangat berusaha keras untuk mengembalikan perusahan Mama Mona dan pastinya Mama Mona akan senang sekali karena itu perjuangannya selama membesarkan aku, Dad. Terima kasih banyak." Tidak ada hentinya Dindra berterimakasih pada Dad Andreas dan Mommy Isabel karena sudah mengusahakan yang terbaik.
"Kami yang harus berterimakasih pada mu, Diandra. Kamu sudah kuat berdiri di kaki mu sendiri untuk Anggara, ketiga cucu ku dan kami semua. Kamu wanita kuat dan hebat. Daddy bangga sekaligus bahagia bisa memiliki anak dan menantu yang luar biasa baik seperti kamu."
Diandra menangis haru di dalam pelukan Dad Andreas, Dad Andreas begitu sayang dengan Diandra yang manis namun tetap tangguh untuk keluarga besarnya.
__ADS_1
Anggara yang ikut terharu dengan momen ini pun, menitikan air mata tanpa sepengetahuan keduanya. Air mata kebahagiaan atas hubungan baik yang terjalin diantara dua keluarga.