Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 125 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Pagi ini Anggraini sudah berdandan cantik, rapi dan wangi sepeti biasanya. Karena pagi ini meski pun sekolah sudah memasuki musim liburan tapi Anggraini tetap bersemangat untuk mengajari Katherine, Hayden dan Jayden.


Membawa semua buku paket yang dibutuhkan dan tas kesayangannya, Anggraini segera meluncur ke rumah Diandra dan Anggara. Tentunya setelah sarapan untuk mengisi tenaganya, supaya bisa fokus saat mengajar.


Tiba di rumah besar itu, Anggraini segera memarkirkan mobil. Dia melihat rumah itu begitu sempurna, rumah idaman bagi semua ibu-ibu. Rumah yang besar, mewah tapi terlihat sederhana serta memiliki halaman yang sangat luas.


Anggraini menekan bel yang ada di depan rumah. Sudah terdengar riuh-riuh dari dalam rumah, benar saja ketiga anak Diandra dan Anggara berlari berlomba-lomba kearah pintu untuk menyambut ibu guru mereka.


"Ibu guru Anggraini." Sambut ketiganya serempak.


"Selamat pagi Katherine, Hayden, Jayden." Balas Anggraini.


"Ayo ibu guru kita masuk."


Baru Anggraini memasuki rumah itu, Anggara dan Diandra baru keluar dari kamar mereka.


"Maaf ibu Anggraini, aku dan Anggara tidak ikut menyambut." Ucap Diandra tidak enak hati. Karena sudah menjadi rutinitas setiap bangun tidur harus mencharge suaminya dulu, padahal semalam pun sampai berkali-kali. Tapi tetap saja minta jatah.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Mommy si kembar."


"Ayo kita sarapan bersama." Ajak Diandra pada guru itu.


"Tidak, terima kisah. Tapi saya sudah sarapan. Silakan lanjut saja kalian sarapan." Tolak Anggraini.


"Tapi kami sudah sarapan juga tadi bersama nenek." Sahut Katherine.


"Neneknya mana?." Tanya Diandra saat tadi melihat kearah meja makan tidak siapa-siapa.


"Nenek ada di halaman belakang." Jawab Hayden dan Jayden kompak.


"Baik lah kalian bisa mulai belajarnya, jangan membuang-buang waktu ibu Anggraini yang sangat berharga." Ucap Diandra pada ketiga anaknya.


Diandra dan Anggara segera membawa mereka pada satu ruangan yang cukup besar yang sudah dilengkapi dengan beberapa keperluan untuk belajar mereka di dalam sana. Kemudian Anggara dan Diandra meninggalkan mereka berempat di sana.


Anggara dan Diandra sudah berada di meja makan. Mereka berdua dikejutkan dengan kedatangan Mama Mona yang dari arah belakang, dan Adam yang datang dari arah depan sambil berusaha menahan sesuatu yang ingin dikeluarkannya.

__ADS_1


Dengan reflek Mama Mona langsung membawa Adam menuju kamar mandi yang ada di rumah tengah.


Diandra menatap Mama Mona dan Adam yang berjalan menuju kamar mandi.


"Apa mereka sudah sedekat itu, Dad?. Apa pria itu datang ke sini untuk menemui Mama ku atau Anggraini?. Tapi sepertinya pria itu ingin menemui Mama ku." Diandra menatap Anggara yang masih mengunyah makanannya. Dia tetap berusaha santai untuk tidak terpancing dengan pertanyaan Diandra yang bisa membahayakan posisi ibu mertuanya itu.


"Mau kemana sayang?." Anggara menahan tangan Diandra yang akan mengintip Mama Mona dan Adam di ruang tengah.


"Aku hanya ingin melihat meraka." Diandra cukup kepo, ingin tahu apa yang terjadi di sana.


"Tidak biak Mommy, tunggu di sini saja." Anggara meminta Diandra untuk tetap duduk ditempatnya. Dan Diandra terpaksa mengangguk patuh.


Mama Mona menunggu di depan kamar mandi, Adam ternyata tidak berbohong. Memang Adam yang mengalami morning sickness bukan dirinya.


Adam keluar dari kamar mandi dengan kemeja yang yang cukup basah bagian atasnya.


"Kamu pasti tersiksa?." Tanya Mama Mona melihat sedikit perjuangan Adam untuk bisa memiliki seorang anak.

__ADS_1


"Demi kamu dan calon bayi kita sayang." Ucap Adam lalu kembali ke kamar mandi lagi.


__ADS_2