
Toko buku yang dikunjungi rachel dan dhea terlihat begitu ramai dengan beberapa pengunjung yang datang. Ketika sampai di tokoh itu, rachel langsung menuju rak buku tempat diletaknya komik kesayangannya itu. Betapa senangnya rachel ketika melihat seri komik terbaru yang belum di ambil oleh saingannya.
" Akhirnya, aku kembali mendapatkan ini lebih dulu" katanya dengan senyum yang begitu lebar. Rachel langsung menuju ke meja kasir untuk membayar komik itu.
"Selamat yah kak, akhirnya kaka yang berhasil duluan mendapatkan seri terbarunya" kata petugas kasir tersebut. Rachel hanya menanggapinya dengan senyum yang manis. Ia kemudian menganbil secarik kertas yang ada di tasnya dan kemudian menulis sesuatu di kertas itu lalu menyerahkannya ke petugas kasir tersebut.
"Kak, numpang titip ini buat si dia yah. Makasih banyak kak sebelumnya" kata rachel sambil menyerahkan kertas itu. Petugas itu menerimanya dengan senyuman sambil menganggukan kepala. Dhea yang melihat sahabatnya itu begitu ceria hanya menampilankan senyum manisnya.
" Chel, gue harap loe akan terus seperti ini. Gue bahkan berdoa supaya loe diberikan semua yang terbaik sama tuhan" batin dhea.
Setelah segala urusan mereka di tokoh buku itu selesai, rachel dan dhea berencana akan pergi makan di restoran favorit mereka, namun ketika hendak meninggalkan tokoh buku, hp rachel berbunyi pertanda ia mendapatkan notifikasi. Rachel membuka pesan tersebut yang merupakan pesan dari sang mertua yang mengatakan bahwa ia harus ke rumah milik mertuanya tersebut.
"Dhe, aku langsung ngantarin kamu pulang yah, soalnya aku harus ke rumahnya ka valdo" Kata rachel.
" Yah, padahal gue pengen banget mau hangout bareng loe, tapi sayang loe harus ke ruma mertua loe" jawab dhea.
" Loe nggak usah ngantarin gue, loe langsung ke sana aja, soalnya tadi gue sempat telfon ka rian buat nyusulin kita ke restauran, jadi biar gue telfon supaya dia langsung ke sini aja" sambung dhea, lalu mengirim pesan untuk tunangannya tersebut
" Aku jadi nggak enak sama kamu, biar aku temani kamu nunggu ka rian yah dhe" jawab rachel.
Dhea manggangguk pertanda setuju dengan perkataan sang sahabat. Tidak menggu lama, rian tiba di tempat itu dan dhea langsung memasuki mobil yang di kendarai rian. Setelah kepergian mereka, rachel langsung menuju ke rumah sang mertua, tidak lupa ia singgah di tokoh buah dan bunga untuk membeli barang-barang tersebut yang akan diberikannya kepada sang adik ipar yang beberapa hari lalu terkena musibah.
Setibanya di rumah sang mertua, rachel tidak melihat dimana keberadaan sang pemilik rumah, bahkan suaminya pun sampai saat ini belum tiba di tempat itu. Rachel langsung melangkahkan kaki menuji kamar sang adik ipar setelah di bukakan pintu dan dipersilakan oleh ART rumah itu.
Tok tok tok tok
Rachel mengetuk pintu kamar ernes.
" Masuk aja, pintunya nggak dikunci kok" sahut sang pemilik kamar.
Rachel lalu membuka pintu itu, lalu berjalan menuju ranjang milik ernes yang saat ini sedang digunakan oleh sang pemiliknya.
Melihat kedatangan rachel, ernws langsung mengubah posisinya yang seblumnya tiduran menjadi duduk bersandar di pinggiran ranjangnya.
" Kakak, ernes kangen sama kakak. Kakak kok baru datang sih,?" tanyanya
__ADS_1
" Maaf yah dek, soalnya kaka tadi harus ke kampua dulu. Nih kakak bawain buah buat kamu. Kaka kupasin buat kamu yah?" kata Rachel.
"Boleh kak. Aku mau pir aja kak. Oh yah, kaka ko sendirian? Kak valdonya mana kak? " tanya ernes.
" Ka valdo masih ada kegiatan di kampus, bentar lagi juga datang kok" jawab rachel sambil mengupas dan memotong buah pir pilihan ernes. Setelah selesai memotong buah itu, rachel lalu menyodorkannya ke ernes.
" Dek, gimana keadaan kamu sekarang? " tanya rachel sambil memamdang ernes.
" Aku udah nggak apa-apa kak, hanya di suruh istirahat aja sama dokter" jawab ernes.
" oh yah, kakak bawain oleh-oleh nggak buat aku?" tanya ernes.
" Aduh, maafin kakak ya, kakak tadi nggak sempat balik ke apertemen buat ngambil oleh-olehnya, apa kaka harus balik ngambil dulu yah? " kata rachel.
" Nggak usah kak, karena mama lagi sangat amat membutukan bantuan kaka sama ka nita sekarang. Soalnya entar malam ada acara penting" jawab wrnes.
" Acara penting apa dek?" tanya rachel.
Ernes mengurungkan niatnya untuk menjawab pertanyaan rachel, karena ada seseorang membuka pintu kamarnya tanpa terlebih dahulu mengetuknya.
Sebelum keluar dari kamar itu, diana membalikan badannya dan menyuruh putrinya itu beristirahat sedikit sebwlum beraiap-siap. Sedangkan rachel sudah terlebih dahulu masuk ke kamar valdo meletakan tas miliknya di kamar tersebut.
\= Di Dapur\=
Rachel yamg awalnya sedikit merasa aneh kenapa mertuannya meminta dirinya membuat beberapa menu masakan spesial, namun ia tetap menyiapkan semuanya dengan sangat telaten. Setelah semuanya selesai, rachel kemudian berpamitan dengan sang mertua untuk beristirahat. Sesampainya di kamar valdo, rachel memgambil Hp miliknya yang tadi ia tinggalkan tergeletak di atsas meja belajar suaminya. Ia kemudian ikon yang berwarna hijau, dan membuka chat dari suaminya yabg mengakatakan bahwa dia masih menemani kekasihnya jalan-jalan, dan katanya sebentar malam akan ada tamu yang datang kerumahnya yaitu keluarga dari calon suaminya ernes. Tujuan mereka bertamu adalah memabahas tentang pertunangan adik iparnya dengan kekasihnya yang katanya juga di jodohkan.
" Keluarga ini ko terkesannya menjadi keluarga yang mengharuskan anaknya menikah muda yah? " batin rachel.
Lamunan rachel dikagetkan dengan bunyi notifikasi yang menandakan ada chat masuk dari sang suami.
Di lemari ada beberapa gaun, loe pake gaun itu untuk acara sebentar malam. bilangin mama gue pulang telat karena gue ada urusan di toko buku.
Setelah membaca chat itu, rachel menuju ke lemari pakaian milik valdo, ia membuka lemari itu dan mengambil beberapa gaun yang ada di dalam lemari itu. Ia melihat gaun-gaun itu sambil membgembangkan senyum manis di bibirnya.
Sedangkan di lain tempat, tepatnya di toko buku kesayangannya valdo sedikit terburu-buru masuk ke toko itu sambil berjalan menunuju ke rak buku andalannya.namun dengan rasa kecewa yang begitu dalam, seri terbaru komik kesanyangannya ternyata sudah di ambil oleh saingannya. Iya kemudian melihat ke arah jam tangan yang berada di pergelangan tangannya yang menunjukan pukul 17. 06.
__ADS_1
" Pantasan udah di ambil, gue udah terlambat 3 jam. Yah udalah lah, gue tahan diri aja deh, kan 2 hari lagi udah bisa keluar yang lainnya. Ini semua gara permpuan murahan itu. Gue bakalan buat perhitungan sama" Monolog valdo.
Valdo dengan berat langkah menuju ke meja kasir, karena dia sangat tahu pasti ada pesan yang di tinggalkan oleh si dia.
" Hi, kak. Kak ko terlambat banget si, kan jadi duluan sama si kaka ceweknya tadi" sapa petugas kasir.
" Cewek? Jadi saingan gue itu cewek? Pantesan gue ko rasa agak beda kominikasi dengannya lewat secarik kertas itu. Gue kok kayak kagum gini ya sama dia. Sadar do loe udah ada cewek." batin valdo.
" Hi juga kak, saya juga baru nyadar kalau hari ini tu hari senin kak, ya udah lah kak, mungkin hari ini bukan hati keberuntunganku. Ada pesan nggak kak dari dia?" kata valdo
" Ada kak, ini juga ada titipan untuk kaka," jawab petugas jtu sambil menyodorkan paperback yang dipegangnya kepada baldo.
" Terima kasih kakak, saya permisi yah kak" jawab valdo setelah mengambil barang itu. Ia kemudian berjalan keluar tempat itu menuju ke mobil miliknya.
Setelah masuk ke dalam mobil itu valdo membuka paperbag tersebut dan mengeluarkan barang yang ada di dalamnya. Barang tersebut berupa sebuah novel dan secarik kertas dengan tulisan :
Terima kasih yah udah kasih kesempatan ke aku untuk dapatin ini duluan. Aku juga nggak perna tahu kamu itu cowok atau cewek?
Jadi aku cuma bisa nawarin novel ini buat kamu baca, aku yakin kamu pasti suka sama novel ini, ngitung-ngitung kamu bisa baca ini dua hari kedepan. Sekali lagi maaf yah.
Valdo sedikit menampilkan senyuman manisnya ketika membaca pesan itu.
" Kok gue kaya nggak asing yah sama tulisan ini, kok gue kaya perna lihat tulisan tangan ini, tapi dimana ?" monolog valdo yang merasa familiar dengan tulisan itu.
Walaupun masih bingung dengan ssmua itu, valdo kemudian memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
Di lain tempat tepatmya di rumah milik diana, rachel terlihat sedikit lebih anggun dan nampak cantik dengan make up natural di wajahnya serta gaun coklar selutut yang dikenakannya. Ia bersama dengan nita serta sang mertua sedang menunggu kedatangan tamu mereka. Tak lama menunggu, terdengar suara mobil yang masuk dan berhenti di halaman rumah itu.
" Yuk sayamg kita kedepan sambut tamunya"ajak diana kepada kedua menantunya.
" Oke ma, tapi mama sama ka nita duluan, aku ke dapur mau minta tolong bibi buat oanasin makanannya" jawab rachel., kemudian berjalan menuju dapur. Setelah menyampaikan maksud dan tujuannya kepada sang ART rumah itu rachel pun kembali ke ruang tamu.
Betapa kagetnya dia ketika melihat siapa yang menjadi tamu mereka malam ini.
"pin....." sapa seorang wanita yang juga kaget melijat rachel.
__ADS_1
" mami....." rachel rachel dengan rasa yang sama.