
Malam ini Mama Mona masih sangat beruntung, karena bisa lepas dari Adam hanya karena sebuah panggilan masuk yang di panggil Adam sebagai kakeknya.
"Malam ini aku bisa melepaskan mu, tapi tidak dengan malam-malam berikutnya." Ucap Adam sebelum pergi dari hadapan Mama Mona dengan sebuah senyum yang sangat menggoda.
Mama Mona tidak langsung membawa mobilnya pulang ke rumah, melainkan ke rumah Tiara, karena sudah janjian sebelumnya.
Sampai di rumah Tiara, Mama Mona di sambut oleh Tiara dengan membawa secangkir teh hangat yang biasa mereka minum saat bersama dan bersantai. Tapi kali ini, Tiara menangkap Mama Mona yang begitu tegang dengan beberapa kali terlihat melamun.
"Ada apa?. Sudah lama kau tidak pernah cerita apa pun lagi pada ku." Tiara mendaratkan bokongnya di dekat Mama Mona yang kedapatan sedang melamun lagi.
Mama Mona menyandarkan punggungnya pada sofa kemudian menatap Tiara.
__ADS_1
"Ada seorang pria muda, sudah beristri pula tapi sedang berusaha mendekati ku." Jawab Mama Mona jujur.
Reaksi yang diperlihatkan Tiara sangat membuat Mama Mona cukup kesal. Dimana Tiara menutup mulutnya dengan mata yang berkedip berulang kali dengan seringai senyum mengejek terlihat dari wajahnya.
"Wow, amazing Mona!." Seru Tiara sambil merapikan rambutnya. Lalu dia memegangi tangan Mama Mona dengan begitu erat.
"Lalu, kau mau pada pria itu?." Lanjut Tiara mengajukan pertanyaan dimana pertanyaan itu mendapatkan sebuah respon yang refleks. Dimana Mona memukul kencang lengan Tiara.
"Kau mau aku jadi perebut suami orang?." Mama Mona bertanya balik pada Tiara yang cengengesan sambil mengelus lengannya yang masih terasa sakit.
Mama Mona juga menceritakan keseluruhan apa saja yang dialaminya beberapa hari kemarin pada Tiara. Tiara semakin tegang mendengarkan cerita Mama Mona yang menurutnya sangat menarik dan penuh warna.
__ADS_1
"Kau sudah cari tahu tentang pria yang bernama Adam itu?."
Mama Mona menggeleng lemah, dia hanya tahu pria itu sudah beristri, dan itu juga dari Diandra.
Mama Mona malas untuk menanggapi hal yang tidak penting di dalam hidupnya. Tapi kehadiran Adam dengan tingkah gilanya membuat Mama Mona harus memikirkan ulang tentang sosok Adam sebagai antisipasi dirinya.
Sementara itu di sebuah rumah besar dan mewah, sudah ada Adam dan Anggraini yang menghadap kakek Jerry.
"Mau sampai kapan kalian menunda memiliki momongan?. Kalian dan orang tua kalian tidak mempermasalahkan, tapi aku yang sangat bermasalah di sini. Belum ada yang memberiku cicit, karena kalian hanya ingin bersenang-senang saja di dalam pernikahan kalian. Padahal memiliki anak itu hal yang wajib bagi yang memiliki perusahan seperti kalian. Kalian mau, tidak memiliki penerus atau perusahaan kalian akan diambil alih oleh orang lain?." Ucap kakek Jerry panjang lebar namun penuh ketegasan di dalam kata-katanya.
Anggraini dan Adam hanya saling melempar pandang kala permintaan kakek Jerry yang meminta seorang anak dari mereka berdua.
__ADS_1
Setelah mengatakan hal yang panjang lebar itu, kakak Jerry meninggalkan ruangan kerjanya. Meninggalkan pasangan suami istri itu untuk memikirkan apa yang baru saja dikatakannya.
"Aku tidak akan menuntut apa-apa dari mu, karena aku tahu menjadi guru adalah impian mu sejak lama. Aku akan memikirkan cara lain untuk permintaan kakek yang satu itu." Adam memang selalu santai dalam menanggapi hal anak. Tapi itu dulu sebelum bertemu dengan Mama Mona dan ketiga cucunya.