Pernikahan Rahasia

Pernikahan Rahasia
Bab 85 Pernikahan Rahasia


__ADS_3

Morgan sudah membawa Rini kembali ke rumah Tania dan Paman Usman sejak satu bulan yang lalu. Mungkin sekarang hanya sesekali saja main ke Villa untuk bertemu dengan ketiga anak asuhnya. Hubungan Rini bersama Morgan pun masih belum ada perubahan apa-apa. Hanya sesekali saja mereka terlibat obrolan itu pun mengenai pekerjaan, karena Rini ikut berkerja di kantor milik Kevin yang sudah diserahkannya pada mereka berdua. Selebihnya mereka hanya diam, seperti tidak memiliki topik untuk dibicarakan antara mereka berdua.


Diandra sebagai designer muda yang berbakat dan terkenal, ikut membantu Mama Mona bekerja di perusahaanya. Dan masih aktif beberapa di perusahan milik Dad Andreas yang berada di Paris bersama Monica.


Satu bulan berlalu rupanya membuat Dad Willy dan Mommy Lydia menyadari jika keuangan dan beberapa aset mereka sudah berpindah tangan. Sehingga mereka berencana untuk menghubungi Morgan. Namun sebelum itu mereka meminta bantuan Eliana untuk mengeceknya terlebih dahulu.


Dad Willy dan Mommy Lydia begitu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Eliana. Jika semuanya sudah kembali pada tangan Dad Andreas. Sudah tidak ada lagi aset atas nama Morgan mau pun atas nama mereka berdua.


"Kau tidak salah mengecek kan, Eli?."


Eliana menggeleng sambil menunjukkan layar laptop pada kedua orang tua Morgan.


"Tapi bagaimana bisa?." Dad Willy masih belum bisa mempercayainya.

__ADS_1


"Mungkin Morgan melakukan ini karena kalian tidak merestui pernikahannya, apalagi sekarang Morgan sudah memiliki perusahaan Kevin." Jawab Eliana memberikan pendapatnya.


"Kau benar Eliana. Alasannya sangat masuk akal sekali. Tapi kalau sepeti ini kita tidak mendapatkan sepeserpun." Mommy Lydia sungguh sangat menyangkan kecerobohan yang sudah mereka perbuat. Harusnya mereka mengamankan semua aset itu sebelum tidak merestui pernikahan Morgan.


"Nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin kita meminta Morgan untuk kembali memberikannya pada kita. Karena aku yakin semua aset itu sudah berada di bawah kendali Andreas dan Anggara." Dad Willi juga sangat menyesalkan kejadian ini akan menimpanya. Setelah mendapatkannya dengan begitu mudah dengan alasan kematian Regina.


"Berapa lagi Dad uang yang kita miliki saat ini?. Tidak mungkin kita selamanya akan tinggal di Miami. Untung saja rumah kita yang di Paris dan Jerman belum sempat aku jual. Sehingga kita masih memiliki rumah untuk kembali pulang."


"Berapa banyak lagi Dad?." Mommy Lydia kembali bertanya. Namun orang yang ditanya malah saling bertatapan dengan Eliana. Sehingga Mommy Lydia timbul rasa curiga pada mereka berdua.


"Cepat katakan Dad!." Teriak Mommy Lydia geram. Eliana beranjak dan hendak meninggalkan pasangan suami istri itu. Tapi dengan cepat Mommy Lydia mencekal pergelangan tangan Eliana dan meminta wanita itu untuk duduk.


"Apa uang kita habis karena kau sudah tidur bersama ****** kecil ini?." Tanya Mommy Lydia menguatkan pegangan tangannya pada Eliana.

__ADS_1


"Maaf kan aku, Lydia. Aku khilaf!."


Bagaikan tersambar petir ketiak Mommy Lydia mendengar pengakuan jujur Dad Willy. Memang beberapa hari ini dia sangat mencurigai gelagat aneh suaminya dan Eliana. Namun Mommy Lydia tidak menyangka kalau mereka bermain sampai tempat tidur.


Eliana segera pergi dari sana karena Mommy Lydia sudah melepaskan tangannya. Tidak ingin terlibat dengan kedua orang tua Morgan dimana dirinya menjadi orang ketiga untuk hubungan Dad Willy dan Mommy Lydia.


"Maaf kan Lydia, aku khalif." Dad Willy kembali buka suara, menyampaikan rasa maaf dan penyesalannya. Tapi sepertinya Mommy Lydia tidak ingin mendengarnya.


"Aku hanya beberapa kali saja tidur bersama Eliana." Dad Willy berharap Mommy Lydia mau memaafkannya dengan dirinya berkata jujur dan mengakui semua kesalahannya.


Mommy Lydia beranjak dari sana, entah mau kemana dia pergi tanpa memegang uang sepeserpun. Hanya membawa pakaian yang menempel pada tubuh renta nya dan hatinya yang hancur berkeping.


Dad Willy segera keluar untuk menyusul Mommy Lydia. Tapi rupanya Dad Willy sudah kehilangan jejak Mommy Lydia.

__ADS_1


__ADS_2